
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, lebih tepatnya sudah 6 bulan ia tidak bertemu Revina maupun Shepa. Namun yang Arga pikirkan adalah bukan soal tidak bertemu mereka, melainkan soal pernikahan Shepa yang pernah diucapkan Bimo enam bulan yang lalu.
Sampai saat ini ia belum menerima undangan akan pernikahan Shepa, bahkan dengan siapa Shepa akan menikah ia tidak pernah mengetahuinya.
Bahkan selama ia menghubungi Shepa melalui pesan singkat pun, tak pernah sekali pun Shepa mengatakan hal yang menjurus ke pribadinya.
"Jangan jangan emang sebenarnya Shepa nggak menikah kali ya? heran kok nggak ada undangan sama sekali" ucapnya sambil mengetuk ngetukan ujung pulpen yang sedang di pegangan.
"Kalau benar ini rencana Bimo menjauhkan aku dari Shepa, lihat saja dia belum tau bagaimana mana Arga yang sesungguhnya" ucapnya sambil kembali membuka tumpukan berkas kerja sama untuk perluasan cabang usaha kafenya.
Selama enam bulan ini Arga benar benar memulihkan kembali dirinya seperti Arga yang dulu sebelum akhirnya ia terjebak oleh dua hati yang sangat membingungkan.
Meski tidak pernah bertemu Shepa sejak malam itu, namun baik Arga maupun Shepa tetap menjalin komunikasi meskipun hanya melalui pesan singkat.
Ahhh rasanya Arga sudah tidak sabar ingin menemui Shepa lagi. Bercanda bersama seperti awal awal mereka saling mengenal.
Sebuah notifikasi masuk di ponsel milik Arga. Secepat kilat Arga langsung membukanya ia pikir Shepa yang mengirimnya pesan tapi ternyata bukan.
"Nak hari ini kerumah mama ya, mama sama papa mau mengadakan acara ulang tahun Imel, kamu tidak lupa kan?" ~~Beautiful mother
Arga menghela nafas dalam "Ternyata mama"
"Baiklah, ma tidak usah khawatir anakmu yang ganteng melebihi kegantengan papa nya ini tidak akan pernah lupa, sampai jumpa nanti malam ~~ Arga
Arga melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Arga mencebikan bibirnya "lama sekali ini jam, apa aku putar aja ya waktunya" ucap Arga merasa kesal akan waktu yang terasa berjalan begitu lambatnya.
Entah apa yang sedang ditunggunya? Mungkin punya kekasih baru haha, ups dia kan baru memulihkan luka yang ditorehkan Revina kepadanya.
Rasanya sungguh tidak mungkin jika Arga secepat itu langsung membuka hati untuk hati yang baru di kenalnya. Mungkin kah Arga akan menemui Shepa?
Setelah berkutat dengan segala macam pekerjaan yang menguras otak dan ototnya, akhirnya Arga bisa bernafas lega.
Arga mengambil kunci mobilnya yang tergeletak di meja dan segera meluncur ke rumah orang tuannya.
__ADS_1
Setibanya dirumah orang tuanya Arga disambut hangat oleh keluarganya. "Kak Arga datang, kak Arga datang" teriak Imel adik bungsunya
"Kak hadiahnya mana?" ucap Imel saat semuanya sudah duduk kembali dari menyambut kedatangan Arga.
"Kan sekarang udah besar masa masih mau hadiah" Goda Arga.
Imel gadis yang baru berusia 10 tahun itu mencebikan bibirnya menirukan apa yang baru di ucapkan oleh Arga.
"Iya iya hadiahnya ada di mobil, mintalah tolong pada pak Ramli untuk mengambilnya" ucap Arga sambil menyodorkan kunci mobil miliknya.
"Hore, makasih kak Arga yang ganteng tapi masih kalah oleh gantengnya kak Andi dan papa" ucap Imel sambil menghambur memeluk kakaknya.
Gelak tawa memenuhi ruangan keluarga itu, mereka menetawakan ekspresi tidak terima Arga yang dibilang ganteng nya masih kalah oleh papa dan Andi adiknya.
***
Arga menghampiri Andi yang sedang duduk di kursi dekat kolam renang sambil memandang laptop yang ada di pangkuannya.
Melihat ekspresi yang ditunjukan Andi saat melihat layar laptop tersebut menarik perhatian Arga.
"Haha sumpah kak lihat cewek ini tuh lucu sekali, dia adalah satu satunya cewek yang tidak tertarik dengan Andi" ucap Andi sambil menunjuk sebuah foto yang ada di layar laptopnya.
Arga begitu terkejut saat mengetahui bahwa foto yang dimaksud Andi adalah foto Shepa. Ia baru tau bahwa ternyata Andi dan Shepa kuliah di kampus yang sama.
"Siapa namanya" Arga pura pura tidak mengenalnya, ia penasaran apa itu Shepa atau orang lain yang memiliki kemiripan wajah dengan Shepa.
"Namanya Shepa" ucap Andi membuat Arga membuka lebar matanya hampir saja mau loncat dari tempatnya.
"Oh my God" ucap Arga sambil mengusap kasar wajahnya.
Andi mengerutkan keningnya merasa heran "Kakak mengenal dia?" tanya Andi.
"Dia adik ipar kak Bimo sahabat kakak" ucap Arga
__ADS_1
"Oh iya?" Andi bertanya dengan begitu antusiasnya. "Kalau begitu aku boleh minta tolong sama kakak" Andi masih dengan antusiasnya saat mengetahui wanita yang jadi incarannya dikenal oleh kakaknya.
"Tolong apa" tanya Arga.
"Kasih tau aku bagaimana cara menaklukan hatinya, kakak pasti tau banyak dari kak Bimo iya kan" Andi memasang senyum yang begitu menawan dihadapan sang kakak. Hal itu membuat Arga meyakini bahwa adiknya sedang jatuh cinta pada Shepa.
Terbesit rasa tidak suka saat mengetahui adiknya jatuh cinta pada Shepa. Dengan memasang wajah datar Arga menagatakn jika Shepa akan segera menikah.
"Dia akan segera menikah" ucap Arga
"Hahaha menikah dengan siapa kak? selama aku berusaha mendekatinya aku tidak pernah melihat dia jalan atau di antar jemput ke kampus oleh kekasihnya" ucap Andi.
"Bimo yang bilang kok" ucap Arga.
"Kak aku yakin dia belum akan menikah bahkan aku meminta bantuan pacarnya Gio untuk mendekati dia tapi itu sangat sulit sekali. Aku juga sempat mempertanyakan pada Gia kenapa sulit sekali untuk mendekatinya apa mungkin dia punya kekasih? tapi kata Gia tidak ada" Apa yang Andi katakan berhasil membuat Bimo memutar otaknya secara langsung.
"Sial jangan jangan benar ini cara Bimo menjauhkan aku dari Shepa, aaaaaahhh Bimo lihat saja kau takan semudah itu menjatuhkan aku dari Shepa" ucap Arga dalam hati tanpa di sadari.
"Astaga Arga, apa yang kamu ucapkan barusan?" ucap Arga lagi dalam hati.
"So, kakak bisa kan bantu aku" ucap Andi yang mampu mebuyarkan pikiran Arga.
"Tidak bisa!" ucap Arga tegas sambil berjalan meninggalkan Andi yang tampak heran melihat tingkah kakaknya.
"Dasar bujang lapuk nggak bisa apa melihat adiknya senang sedikit saja, makanya segera cari calon istri" ucap Andi secara lantang membuat Arga menghentikan langkahnya.
Arga membalikkan badannya menghadap Andi. "Kau tidak akan mampu mendapatkan hati dia, karena dihatinya hanya terukir satu nama" ucap Arga penuh keyakinan.
"Oh halah so tau, emang kakak dekat dengan dia sehingga kakak terlihat begitu yakin dengan apa yang kakak ucapkan?" ledek Andi.
"Tentu saja"
"Bahkan nama akulah yang terukir indah dihatinya" ucap Arga dalam hatinya.
__ADS_1
Apa yang akan dilakukan Arga selanjutnya? kita lihat di chapter berikutnya.
So, jangan lupa dukung author dengan cara vote, like and comment.