Biarkan Hati Yang Memilih

Biarkan Hati Yang Memilih
12


__ADS_3

Setelah selesai dengan acara ulang tahun Imel, Arga segera berpamitan pulang pada keluarga besarnya.


Mamanya sempat meminta Arga untuk menginap namun Arga tetap menolaknya.


"Mungkin lain waktu ya ma" ucap Arga sambil mencium pipi sang mama.


"Ga, nanti kalau kamu kerumah ini lagi kamu harus bawa calon istri kamu" ucap Galih.


Arga menghentikan langkahnya saat mendengar ucapan sang papa. Arga mendelikan matanya pada Galih "Pa, kalau Arga besok kesini berarti Arga harus bawa calon istri gitu pa?" tanya Arga.


"iya, mau kapan pun kamu ke sini kamu harus bawa calon istri mu" ucap Galih dengan santainya.


"Emangnya gampang apa" Arga menggerutu sambil memasuki mobil dan meninggalkan kedua orang tuanya yang setia berdiri menatap kepergian anaknya.


Sepanjang perjalanan pulang pikiran Arga dipenuhi oleh percakapnnya dengan Andi.


"Aaaaaahhhhhh" teriak Arga untuk di mobil hanya sendiri jadi ia bebas mau berekspresi seperti apa pun.


"Astaga kenapa aku jadi mikirin Shepa? Syukur kalau emang Shepa tidak jadi menikah" ucap Arga.


"Tapi apa hak ku? Iya kalau perasaan Shepa masih sama seperti dulu, gimana kalau ternyata sudah ada orang lain yang mengisi hatinya dan menggeser posisi ku, Astagaaaaaaa" Arga merasa kesal sendiri pada dirinya.


"Besok aku harus menemui Bimo, ya itu harus" ucap Arga. Sepanjang perjalanan menuju rumahnya Arga terlihat bicara sendiri, memaki diri sendiri, marah sendiri. Bahkan jika saja ada yang melihatnya maka ia akan di sangka orang gila.


***


Mentari pagi mulai menyapa penduduk bumi. Hangatnya sinar mentari membakar semangat Arga pagi hari ini.


Arga bergegas bangun dari tidurnya dan segera menyegarkan diri. Yang jadi tujuannya hari ini adalah ia harus menemui Bimo. Dan memastikan Shepa sebenarnya jadi menikah atau tidak.


Arga memandang pantulan dirinya dari balik cermin. "Wajah ku tidak kalah ganteng dari Bimo, tapi kenapa kisah cintaku tak seberuntung Bimo" Arga membolak balikan wajahnya ke kiri dan ke kanan.


"Tapi sebenarnya tujuanku apa ya menemui Bimo dan menanyakan tentang pernikahan Shepa. Entar mentertawakan ku, aku yakin pasti seperti itu bodo amat lah. Kita lihat nanti saja" ucap Arga setelah merapikan dirinya terlebih dahulu.


Arga melangkah kan kakinya keluar kamar, namun belum juga ia jauh melangkah Arga sudah menghentikan kembali langkahnya.


"Ah bodo amat pikirkan nanti saja" ucap Arga.


Arga memasuki mobil dan melajukan nya menuju kantor Bimo.


Beberapa menit kemudian Arga sudah menghentikan mobilnya tepak di depan gedung mewah milik Bimo.

__ADS_1


Satpam yang melihat Arga segera menghampirinya. "Maaf pak sepertinya pak Bimo belum datang"


Arga melirik satpam yang baru saja menghampirinya. Arga melepas kacamata yang berteger dimata nya.


"Saya sengaja datang lebih pagi, karena bagi saya time' money, ngerti kan pak" ucap Arga.


Satpam itu tersenyum mengerti dan mempersilahkan Arga untuk menunggu bosnya di lobby.


Karyawan Bimo yang melihat Arga sepagi itu sudah disana saling berbisik merasa heran.


Bagaimana tidak heran pemilik perusahaan nya saja belum datang tapi tamunya sudah duduk disana sejak lima belas menit yang lalu.


***


"Ndra cepetan siang" teriak Bimo pada Andra


"Iya pi, bental" ucap Andra sambil berlari kearah Bimo.


Leela tersenyum dan memakaikan tas gendong Andra. "Belajar yang pintar ya kakak" ucap Leela sambil mendaratkan kecupan dikening Andra.


"Eemm, eemmm yang aku sudah rapi belum?" tanya Bimo pada Leela.


ucap Leela penuh kelembutan.


"Ya masa Andra doang yang di manja dan di kasih kecupan" sungut Bimo.


"Papi mah suka silik sama Andla" ucap Andra sambil menunjuk sang papa dengan jari mungilnya.


"Malu ah sama Andra kalau harus disamakan sama Andra kan nggak mungkin" ucap Leela membedakan ucapan Andra.


"Ya setidaknya kalau Andra dapat kecupan berikan aku yang lebih" ucap Bimo.


Leela mengerti maksud suaminya membuat ia berkata pada Andra "Andra masuk mobil duluan sayang" ucap Leela.


Detik selanjutnya Bimo mendapatkan apa yang ia inginkan. Setelah mendapatkan apa yang diinginkan nya, sebagai balasannya Bimo mengujani wajah sang istri dengan kecupan. Dimulai dari kening, kedua mata, hidung, pipi hingga bibirnya mendarat di bibir sang istri.


Kalian tau lah ya kelanjutannya. "Papi berangkat ya sayang, titip Kean ya" ucap Bimo diimuti Leela yang mencium punggung tangan suaminya.


Setelah mengantuk Andra ke sekolah kini Bimo sedang perjalanan menuju kantornya. Tak berapa lama kini Bimo sudah sampai di kantor, pandangan yang pertama kali Bimo lihat adalah Arga yang sedang duduk di sofa lobby kantornya.


Bimo menghampiri Arga yang tidak menyadari kedatangannya. Sebuah tepukan mendarat di pundak Arga membuat Arga terjingkat kaget.

__ADS_1


"Astaga Bim, kirain siapa?" ucap Arga sambil berdiri mensejajarkan tubuhnya dengan Bimo.


"Lagian kamu sepagi ini sudah ada disini, memangnya ada apa Ga? tanya Bimo.


Arga melirik ke kiri dan ke kanan "Aku butuh penjelasan kau tentang Shepa" bisik Arga membuat gelak tawa pada Bimo.


"Hahahaha kenapa? Apa kau akan hadir kembali pada kehidupan Shepa yang sebentar lagi akan bahagia dengan pilihan hatinya?"


Arga menarik tangan Bimo menuju lantai atas dimana ruangan Bimo berada. "Heh heh heh, lepaskan tuh tangan. Lagian kan disini yang punya wewenang itu siapa Ga" ucap Bimo menghentikan langkahnya Arga.


"Bim please, jangan ciptakan sesuatu yang makin rumit" ucap Arga dengan wajah yan dipasang se memelas mungkin.


"Siapa yang menciptakan kerumitan itu sendiri? jawabannya adalah kau yang tidak peka terhadap perasan sendiri dan tegas terhadap suatu keputusan yang kau ambil" ucap Bimo.


"Baiklah kita bicara diruangan saja" ucap Bimo yang tak kuasa menahan tawa melihat tingkah Arga.


Baru kali ini ia benar benar melihat sisi yang lain dari Arga. Arga yang biasanya stay humble, penuh percaya diri, dan di sukai banyak orang berbeda dengan Arga yang saat ini ada dihadapannya.


Bimo membawa Arga menuju ruangan khusus CEO. Disana Bimo menjelaskan semuanya terhadap Arga bagaimana tersiksanya Shepa dengan perasaannya.


Juga tidak lupa tentang soal Shepa akan menikah yang diucapkan Bimo beberapa bulan yang lalu.


Bimo menarik salah satu sudut bibirnya. "Sekarang apa yang akan kau lakukan jika kau sudah tau semua tentang Shepa?" tanya Bimo.


Arga mengangkat kapalanya sambil tersenyum "Rahasia, kau tidak perlu tau" ucap Arga.


"Tanpa kau bicara pun, cepat atau lambat pasti aku akan mengetahui juga. Aku tau kau sahabat yang tak pernah bisa menyimpan rahasia dari ku"


"Lihat saja nanti" ucap Arga diiringi gelak tawa.


Bimo membenarkan posisi duduknya. "Ga, itu anak orang yang mendapatkan kasih sayang penuh dari orang tuannya. Tapi kau dengan seenak hatinya mengobrak abrik perasaannya. Aku tidak mengerti maksud hati mu" ucap Bimo sambil menggelengkan kepalanya pelan.


"Entah lah, jangan kau aku pun tidak mengerti" ucap Arga.


Setelah Arga mendapatkan apa yang ingin ia ketahui, akhirnya Arga dan Bimo mengakhiri perbincangan mereka tentang Shepa.


Bimo kembali dengan pekerjaannya yang sempat tertunda gara gara kedatangan Arga. Sementara Arga kembali ke kafe miliknya.


Waktu memang tidak bisa di putar kembali, tapi hidup harus tetap berjalan.


Jangan lupa dukungannya author nantikan 😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2