
Sudah hampir setengah jam Arga masih diam disana. Pikirannya seolah mati oleh keadaan, sulit untuk diajak kerja sama.
Setelah berdiam diri cukup lama akhirnya Arga mengeluarkan benda pipih yang terselip di saku celana nya.
Membuk layar ponselnya dan mendial nomor seseorang. "Halo, Bim aku tunggu kau di kafe" ucap Arga terdengar sangat lemah tak berdaya.
Bimo yang di telpon sampai mengerutkan kening merasa heran. "Ga, are'u okay?" tanya Bimo.
"Aku butuh kamu" ucap Arga tanpa menceritakan apa pun pada Bimo.
"Baiklah aku akan datang" ucap Bimo sesaat sebelum mengakhiri panggilan telponnya.
Arga mendesah pelan, mulutnya serasa sulit untuk terbuka, darahnya terasa seperti berhenti mengalir. Beberapa kali Arga memejamkan matanya namun hasilnya sama. Revina meninggalkannya dan Shepa menolaknya.
***
Kini Arga sudah berada di kafe miliknya tanpa melakukan apa pun. Terdengar pintu ruangannya di ketuk, dan Arga mengangkat kepalanya yang menempel pada meja.
"Lho, kenapa Ga? apa kau sedang sakit?" tanya Bimo yang merasa khawatir melihat wajah sahabatnya yang berbeda dari biasanya.
Padahal tadi siang Arga terlihat semangat sekali dan kini dalam hitungan beberapa jam situasinya berbalik 180°.
Arga mendesah pelan sebelum akhirnya menjawab pertanyaan Bimo. "Shepa menolak ku?" ucap Arga.
"Haah, serius. Bukannya dia sangat mencintaimu?" ucap Bimo yang tak percaya pada apa yang baru saja diucapkan oleh Arga.
"Padahal aku pikir dia akan senang Arga nya kembali dan menerima mu" ucap Bimo.
"Aku juga tidak tahu" ucap Arga sambil menggelengkan kepalanya pelan.
"Mungkin sudah ada hati lain yang mampu mengobati luka yang aku torehkan dihatinya"
Bimo diam sejenak berusaha mencerna ucapan Arga. "Apa mungkin apa yang selama ini aku pikirkan benar. Lalu bagaimana jika benar itu terjadi karena Wiji. Ah bagaimana dengan Leela?" Bimo spontan berpikir dalam hatinya.
"Hahaha makanya Ga, jangan coba coba bermain dengan hati." ucap Bimo sambil menepuk pundak Arga sahabatnya. "Niat serakah malah nggak dapat dua duanya hahahaaha" Bimo nggak kuat kalau tidak menggoda Arga.
__ADS_1
Arga menatap Bimo kesal "Tertawa terus" ucap Arga.
"Haha lagian Ga, kamu tuh ya lucu banget sumpah. Dulu menggebu gebu mau serakah sekarang lepek"
"Puas?" tanya Arga sambil mendelikan matanya. "Nyesel aku meminta kau datang" ucap Arga sambil mencebikan bibirnya.
Bimo menghentikan tawanya, meski masih harus menahan tawanya. "Ok gini Ga, sekarang menurut ku kau banyak banyak saja berdoa, semoga tuhan berbaik hati mengembalikan salah sati diantara mereka. Tapi ingat jika sampai salah satu ada yang kembali pada mu jangan sampai kau bermain hati kembali"
"Sekarang ya terima nasib dulu aja" lanjut Bimo dengan santainya membuat Arga makin merasa kesal.
Sementara Bimo hanya bersiul riang pura pura tak menatap Arga. Meski Bimo bersikap demikian tetap saja hatinya merasa was was.
Bagaimana jika benar Shepa dengan Wiji. Bukan tidak setuju tapi yang Bimo khawatirkan adalah karena tau dulu istrinya dengan Wiji pernah saling mengagumi.
"Gawat kalau memang benar. Ah bikin repot saja, lihat saja jika Leela berani macam macam atau Wiji" Gerutu Bimo dalam hatinya.
"Ga aku pulang dulu, ingat kau banyak banyak berdoa agar tuhan berbaik hati pada mu" ucap Bimo setelah melihat jam yang melingkar di tangan kirinya.
"Dasar manusia bucin, madu (Mantan Duda) yang lebay, nggak bisa jauh dari istri" Arga memaki Bimo karena kesal, tidak ada solusi yang ia dapat.
***
Begitu istrinya ketemu, Bimo langsung berhambur memeluk Leela, membuat yang di peluk merasa bingung.
"Kenapa pi?" tanya Leela.
"Cup" Satu kecupan mendarat di kening Leela.
Sementara Leela semakin mengerutkan keningnya.
"Anak anak sudah tidur?" tanya Bimo.
"Iya, kenapa papi" tanya Leela penasaran.
"Bicara di kamar yuk" ucap Bimo sambil menggendong istrinya ala bridal style.
__ADS_1
Selama dalam gendongan sang suami Leela memperhatikan wajah Bimo mencari jawaban atas pertanyaannya. "Ini papi teh, kenapa lagi? tiba tiba kayak gini?"
Bimo menurunkan istrinya begitu sampai dikamar mereka. Leela masih menatap suaminya.
"Apa kamu akan selamanya bersama ku?" tanya Bimo tiba tiba membuat Leela semakin bingung. "Tak perlu bertanya, aku hanya butuh jawaban" ucap Bimo lagi seakan mengerti arti tatapan istrinya.
"Tentu saja, papi kan tau jangankan sudah begini, sebelumnya juga aku masih bertahan sama papi" ucap Leela.
"Tidak usah membahas masa lalu" ucap Bimo sambil kembali memeluk sang istri.
"Sebenarnya papi ini kenapa sih? kok tiba tiba aneh begini?" Akhirnya Leela mengutarakan pertanyaan yang sejak tadi berseliweran di benaknya.
"Shepa menolak Arga" ucap Bimo datar.
"Ya terus apa urusannya?" Leela masih belum mengerti arah pembicaraan Bimo.
"Masalahnya Shepa sudah menemukan hati yang lain, dan kau tau?"
"Tidak" jawab Leela datar.
"Yang aku takut kan adalah jika Shepa berpindah hati dari Arga ke Wiji, karena selama beberapa bulan ini aku melihat mereka sering duduk berdua di taman kota"
Leela semakin tidak mengerti dan terus mengerutkan keningnya. "Aduh papi sumpah aku nggak ngerti maksud papi, coba langsung pada intinya aja" ucap Leela yang kesal karena suaminya bertele tele.
"Kalau Shepa sampai menjalin hubungan dengan Wiji, bahkan kalau sampai mereka menikah aku takut kalau Wiji ternyata punya maksud terselubung, bukankah kau dan dia pernah saling mengagumi?" ucap Bimo yang langsung ditertawakan istrinya.
"Hahaha papi papi ada ada saja. Pi dengar ya aku sudah menyerahkan jiwa raga serta hatiku hanya untuk papi dan aku tidak berniat untuk mencari yang lain. Toh papi jauh didepan diantara mereka, papi ganteng, baik hati kaya raya lagi. Hahaha" ucap Leela tanpa menyadari raut muka suaminya.
"Kaya raya?" tanya Bimo.
"Ia, toh aku nikah sama papi kan gara gara papi lunasin utang keluarga aku dan sebagai imbalannya aku harus jadi mami Andra bahkan sekarang udah jadi mami Kean juga. Masa papi lupa kenapa kita bisa menikah"
Bimo mendesah kesal menatap istrinya "Astaga kan papi udah bilang jangan bahas masa lalu" ucap Bimo sambil giginya.
"Loh tadi aja papi bahas masalalu mami kok" ucap Leela tak mau kalah.Kalau mami seorang penulis atau sutradara maka mami akan memberi nama pernikahan kita Terpaksa Menikahi Duda kaya."
__ADS_1
Bimo menggelengkan kepalanya pelan lalu menghujani wajah istrinya dengan kecupan. Dan kalian tau apa yang terjadi???
*Author mah nggak tau silahkan berimajinasi saja, author nggak mau nyuruh kalian membayangkan lagi takut dibilang jahat oleh sesama Jomblo"