Biarkan Hati Yang Memilih

Biarkan Hati Yang Memilih
46


__ADS_3

Hari ini Arga, Shepa dan Kia menghabiskan waktu bersama. Senyum kebahagiaan tak pernah lekang sedikitpun. Bejalan mengelilingi taman, berburu makanan, juga keluar masuk toko hanya sekedar untuk memanjakan mata pun mereka lakukan.


Hal yang tak pernah teduga terjadi begitu saja. Yang lama tak bertemu kini nampak di depan mereka. Mereka bertemu Revina yang saat itu juga sama seperti mereka. Sedang menghabiskan waktu bersama yang tercinta. Sekedar menghabiskan akhir pekannya.


Seorang anak kecil menabrak tubuh Arga yang sedang memilih mainan bersama Kia. "Aduh" anak kecil itu meringis. Arga menoleh, dia segera membangunkan anak kecil itu. Sepertinya wajah anak kecil ini tak asing bagi Arga, tapi dimana ya mereka pernah bertemu.


Ibunya anak itu segera menghampiri yang ternyata Revina. "Kan tadi sudah mama bilang jangan lari-lari" Dia mengingatkan anaknya akan pesannya tadi.


"Re," Arga menyebut nama itu. Nama yang pernah mengisi harinya sebelum akhirnya beralih. Tatapan mereka bertemu, namun tak yang memulai bicara walau hanya sekedar bertanya kabar.


Tak lama setelahnya Shepa menyusul hendak bertanya barang yang di pilihnya bagus atau tidak. Tak kalah terkejutnya Shepa. Sama seperti mereka tadi. Tak disangka mereka akan bertemu di tempat seperti ini.


"Apa kabar?" Shepa bertanya sambil menghampiri. Perasaan wanita tak jauh beda, akan merasa cemburu jika yang di pujanya bertemu dengan mantan kekasihnya. Namun Shepa tak menunjukannya.


Revina mengalihkan pandangan dari Arga ke Shepa termasuk Kia yang sedang mendongak di samping Arga.


"Aku baik, oh iya aku turut berduka atas kepergian Wiji" Mereka saling berjabat tangan.


"Terima kasih."


"Loh sayang ternyata kalian di sini" Seorang pria yang pernah mengundang Arga di sebuah acara menghampiri mereka dan mencium Revina. Pria itu tahu kalau Arga adalah mantan terkasih istrinya. "Oh pak Arga sedang jalan-jalan bersama yang tercinta juga?" ucapnya lagi sambil merangkul Revina dan membenamkan kecupan di riak hitam Revina.


"Benar kami sedang menghabiskan akhir pekan bersama" balas Arga sambil menautkan jari di sela-sela jari milik Shepa. Bertingkah tak mau kalah. Padahal mereka sudah punya kehidupan masing masing. Tak seharusnya.


"Kalau begitu selamat bersenang-senang. Ayo sayang kita lanjut. Mari pak Arga." Pria itu membawa Revina dan anaknya menjauh dari Arga dan yang lainnya.

__ADS_1


***


Di dalam mobil Arga merasa bingung, mengapa Shepa tak menunjukan rasa cemburu. Sebagai orang yang mencintai dirinya sejak dulu dan baru mendapatkannya hari ini harusnya Shepa cemburu. "Apa dia tidak mencintaiku?" Ucapnya dalam hati sambil melirik ke arah Shepa yang malah asik menyanyikan lagu anak-anak bersama Kia.


Shepa menoleh ke arah Arga, seketika dia mengerenyitkan dahinya melihat Arga yang tampak diam sejak tadi. "Ada apa? Apa ada masalah?" Shepa bertanya.


"Tidak"


"Kalau tidak, kenapa diam?"


"Biasanya aku seperti ini kok."


Merasa gemas dengan sikap kekasihnya Shepa langsung memiringkan kepalanya untuk melihat ekspresi Arga dengan jelas. "Ayo kenapa?"


"Ya aku hanya merasa heran aja, kamu kok kayak gak merasa cemburu lihat aku bertemu Revina"


"Tapi kan sekarang beda" Kilah Arga yang memasang wajah memelas demi mendapatkan perhatian Shepa.


"Sama, aku Shepa dan kamu Arga"


Merasa gemas dengan tingkah Shepa, Arga langsung menepikan mobilnya dan langsung menguyel uyel wajah sang kekasih.


Berbeda dengan Revina dan suaminya yang memang pencemburu. Apalagi setelah tahu jika Arga yang sempat jadi rekan kerjanya adalah mantan sang istri.


Selama berada dalam mobil mereka saling diam. Revina tau jika suaminya sudah seperti itu tandanya dia cemburu. Merasa di cintai Revina senyum sendiri.

__ADS_1


"Senyum, bahagia ya ketemu mantan pacar" Celetuk suami Revina seketika.


"Apa sih papa?"


"Bertemu mantan pacar bukannya menghindar malah ngobrol"


"Gak sengaja papa" ucapnya sambil tersenyum, segera dia menyandarkan kepala pada bagi sang suami. Revina tahu suaminya akan semakin cemburu jika dirinya tak bermanja.


***


Arga menawari Shepa untuk membeli jajanan. Shepa menolak merasa belum pantas menerimanya. Belum saatnya.


Mobil berhenti depan rumah Shepa. Kia yang tertidur di gendongan Shepa pun langsung di ambil alih oleh Arga. Shepa tak membantah, mungkin itu bukti sayangnya Arga pada Kia.


Senyum penuh syukur mengembang di bibir Shepa. Dirinya merasa beruntung, betapa baiknya Tuhan pada dirinya. Dia meminta Arga dalam sujudnya dulu, akan tetapi Tuhan memberikannya sekarang. Saat dirinya benar benar membutuhkan. Intinya bukan tidak mendengar dan tidak akan mengabulkan doa kita, namun Tuhan punya yang lebih tepat dari apa yang kita minta.


Setelah menidurkan Kia di kamar Arga menghampiri Shepa yang sedang menyiapkan minuman untuknya. Di dorong oleh rasa rindu yang menggebu Arga memeluk Shepa dari belakang seraya menenggelamkan kepala di riak hitamnya. (Jomblo jangan ngiri ya, nganan aja bareng author 💃)


Mereka saling melepas rindu dengan bercengkerama sambil menikmati teh hangat yang di sajikan oleh Shepa. Saling berbicara tanpa berdusta. Semua mengalir seperti keinginan mereka. Setidaknya hari ini mereka boleh merasa senang. Meski belum tahu bagiamana akan hari esok. Namun yang pasti dalam hatinya mereka sama-sama mengharapkan yang terbaik untuk keduanya.


.


.


.

__ADS_1


.


.🙄🙄🙄 Kalian curang, kalian minta up aku nya gak di kasih reward. Kasih pelicin dong biar otak authornya lancar. Ya semodel like atau komen atau vote. Loh kok maksa. Hehe kali kali 😁


__ADS_2