
Jam makan siang sudah habis artinya mau tidak mau Ledya dan Lulu harus memfokuskan diri mereka pada masing masing pekerjaannya begitupun dengan karyawan lainnya.
Sementara diruangan Galih, Andi, dan Arga sedang bersiap untuk pertemuan sesuai yang Galih rencanakan. Rencananya yang ia susun dengan Andi tak lain adalah ia berpura pura bahwa ia terjebak suatu masalah yang mengahruskan dirinya meninggalkan pekerjaannya untuk sementara waktu. Dan itu yang dijelaskan pada Arga seusai makan siang. Arga benar benar termakan rencana yang disusun Galih.
Percaya atau tidak Arga akhirnya mengiyakan permintaan sang papa, toh ini sementara. Lagi pula dengan demikian ia punya kesempatan untuk memastikan yang tadi dilihatnya sebelum masuk kedalam gedung perusahaan sang papa.
Arga mengikuti sang papa yang berjalan didepannya menuju ruangan meeting. Andi tidak ikut karena merasa bukan dirinya yang diperlukan, lagi pula ia merasa belum cukup umur untuk itu semua. Ia lebih memilih bersantai ria diruangan kerja sang papa.
Galih mengumpulkan semua staf direksi serta staf lainnya yang bersangkutan dalam mengurus perusahaan tersebut. Ledya pun diikut sertakan disana meski sebenarnya ia hanya Assistan manager keuangan. Sempat merasa bingung namun ia tak menolak karena terlalu patuh akan perintah atasan. Ledya duduk disebelah atasannya.
Pintu ruangan tersebut dan menampakan dua sosok pria yang berbeda usia. Ia Galih dan Arga baru saja memasuki ruangan meeting tersebut.
Mata Arga tertuju pada gadis yang berjas abu dengan rambut panjang yang dikuncir serta menggunakan kacamata. Senyum tipis yang nyaris tak terlihat muncul dibibir Arga. Wajah Arga yang tadi tampak muram kini terlihat berbinar. Namun sayang senyum itu hanya Arga tunjukan untuk gadis itu. "Tuhan benar benar sedang berpihak kepadaku. Terimakasih Tuhan" ucap Arga dalam hatinya.
Ledya membelalakan matanya saat melihat Arga. Ia masih mengingat betul pria yang ia anggap kurang ajar tersebut. Mata Ledya terbuka lebar, bahkan nyaris melompat dari tempatnya. "Pria kurang ajar itu ada disini. Dan apa hubungannya dengan pak Galih? jangan jangan, tidak mungkin dia anak pak Galih sikapnya saja jauh berbeda."
Semua yang ada diruangan tersebut berdiri kemudian membungkukan sedikit badannya untuk menyambut atasan mereka. Galih melirik Arga yang sedang tersenyum tipis, malihat hal tersebut Galih pun melihat kemana arah tatapan Arga tertuju.
"Rupanya rencanaku akan berhasil kali ini" ucap Galih dalam hati.
Setelah mempersilahkan stafnya untuk kembali duduk, Galih berdiri di tempat yang seharusnya kemudian memperkenalkan Arga.
Hatinya bersorak ria saat ia melirik wajah Arga tak lagi muram, justru yang terlihat dari raut wajah Arga sekarang adalah sebuah kebahagiaan.
"Saya mengucapkan terimakasih banyak karena sudah menghadiri pertemuan penting ini. Perkenalan lebih dulu ini adalah Arga Firdawan putra sulung saya" ucap Galih, sementara mata Ledya semakin terbelalak saat mendengar ucapan Galih tersebut.
__ADS_1
Galih menarik nafas dalam sebelum kembali melanjutkan ucapannya. "Dan mulai hari ini Arga akan menggantikan saya sebagai Chief Executive Officer di GF Commpany" ucap Galih bangga dan disambut tepuk tangan Oleh mereka yang ada disana.
"Mati aku" ucap Ledya sambil memejamkan matanya singkat serta meremas rok span yang digunakannya.
Arga menganggukan kepala sopan sebagi tanda perkenalannya. Ah ingin rasanya Arga bersorak riang saat melihat kepanikan diwajah Ledya. Selama pertemuan berlangsung Arga terus memusatkan fokus matanya pada Ledya yang terlihat gelisah. Sementara Ledya lebih banyak menundukan wajahnya, dan sesekali mengangkat wajahnya di waktu waktu tertentu.
"Kalau tahu begini kenapa tidak dari dulu saja, aku menerima tawaran papa" ucap Arga dalam hati.
Pertemuan tersebut berlangsung kurang lebih selama satu jam. Setelah pertemuan berakhir semua yang menghadiri rapat tersebut segera membubarkan diri.
Ketampanan Arga menjadi topik perbincangan kaum hawa setalah pertemuan tersebut. Namun tidak dengan Ledya, ia lebih memilih ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya.
Ledya menatap pantulan dirinya pada cermin washtafel. Berulang kali ia menggerutu sendiri dan menyesali adanya hari ini. Setelah terdiam cukup lama dan kembali merapihkan diri, Ledya menyatakan dirinya tidak bersalah untuk hari itu, wajar jika ia melakukan hal tersebut pada pria yang dianggapnya kurang ajar.
Dua orang perempuan yang masih asyik membicarakan ketampanan Arga masuk kedalam toilet tersebut.
"Wah wah wah ada yang langsung memperbaiki penampilannya untuk menarik bos baru kita nih" ucap perempuan yang berambut warna madu tersebut.
Ledya merasa kedua wanita tersebut sedang menyindir dirinya. Ledya menatap keduanya dari pantulan cermin. "Aku tidak tertarik sama sekali dengan atasan baru itu. Aku bukan kalian yang gampang terpikat hanya karena terpesona oleh ketampanannya saja tanpa kalian tahu sikap yang sebenarnya." Ucap Ledya sambil membasuh tangannya.
"Makan tuh tampan" ucap Ledya sambil berlalu meninggalkan keduanya yang terdengar kembali membicarakan soal Arga.
Ledya kembali ke meja kerjanya, yang langsung berondong beberapa pertanyaan oleh rekan satu kost nya. "Ya, Benar kepemimpinan pak Galih digantikan oleh putranya? Kata bu Jes anaknya tak kalah ganteng dari pak Galih, benar gak? Baik gak ya kira kira anaknya itu? Aaaahhh aku jadi semakin semangat kerjanya" ucap Lulu.
"Gak sama sekali" ucap Ledya sambil memulai kembali pekerjaaannya.
__ADS_1
"Ih biasa aja kali, emmmmhh gimana kalau kita bersaing untuk mendapatkan hatinya. Aku siap kok bersaing dengan mu meski kau teman baik ku selama ini" ucap Lulu sambil menggeser kursi kerjanya ke arah meja kerja Ledya.
"Tapi aku tidak tertarik untuk mendapatkan hatinya. Silahkan saja kau bersaing dengan gadis yang lain" ucap Ledya sambil membuka salah satu dokumen yang harus dikerjakannya.
"Kamu mah ngak ada asyik asyiknya sama sekali. Kamu tau dorokdok? Garing" ucap Lulu.
Ledya tak membalas lagi ucapan Lulu, ia lebih mementingkan pekekerjaannya ketimbang ikut ikutan manjadi orang mayoritas yang membicarakan ketampanan atasannya.
.
.
.
.
.
.
.Next, jangan lupa dukungannya ya!!!! vote, like dan comment untuk membantu membakar semangat author 😊 jangan lupa Follow ig nya author ya!!!
@Nurya.Ag
Oh ya untuk kisah Shepa dengan Wiji setelah menikah akan dibuatkan judul baru ya, di jamin uwa
__ADS_1