Biarkan Hati Yang Memilih

Biarkan Hati Yang Memilih
17


__ADS_3

Riuh kesibukan terjadi di kelaurga Leela dan Wiji. Tepat hari ini Shepa memilih Wiji yang akan menemani hidupnya.


Shepa duduk di depan meja rias dengan mata yang terlapisi oleh cairan bening. "Semoga dengan ini tidak ada lagi hati yang akan menangis" ucap Shepa pelan sambil mengusap air matanya yang hendak jatuh.


Babak baru dalam kehidupan Shepa telah jadi pilihannya. Sementara Wiji terlihat dengan gagah dengan senyum bahagianya. Kerja kerasnya selama ini ternyata tak sia sia. Yang niat awalnya hanya merasa kasihan dan pada akhirnya tanpa di duga sebuah perasaan telah tumbuh disana.


Beberapa tamu undangan telah memenuhi tempat dimana acara pernikahan Shepa dan Wiji dilangsungkan. Kedua orang tua pasangan pengantin terlihat bahagia karena terus menebar senyum yang tulus tanpa ada paksaan.


Riuh tamu undangan yang ikut berbahagia atas pernikahan keduanya terdengar memenuhi ruangan tersebut. Arga pun ikut disana sebagai tamu undangan.


Senyum sebagai seorang jomblo yang pernah menyakitinya. Pernikahan Shepa dan Wiji benar benar meriah bahkan sampai terdengar ke pelosok desa sekali pun.


"Semoga kamu bisa bahagia dengan pilihan mu juga nantinya Ga. Aku rasa pengorbanan ku sudah cukup, mulai hari ini aku bukan lagi Shepa yang bisa kau temui saat kau butuh. Aku punya tugas baru untuk mengabdi pada seseorang yang ku pilih dan dia pun telah memilih ku" Ucap Shepa dalam hati sambil memandang Arga yang sedang berbaur dengan tamu undangan yang lain.


Setelah cukup lama Arga berbaur dengan tamu yang lain akhirnya ia memberikan diri naik ke pelaminan dan memberikan ucapan selamat secara langsung.


"Wij, selamat ya kau berhasil menjadi yang Shepa pilih. Dia wanita yang baik dan aku kehilangan sosok sepertinya. Titip dia ya karena bukan aku yang dia pilih." ucap Arga berusaha tersenyum meski ada rasa sedikit kecewa.


Setelah mengucapkan selamat pada Wiji, kini Arga menghampiri Shepa, merasa sudah tak pantas terlalu lama disana akhirnya Arga menucapakan selamat singkat kepada Shepa.


"Selamat menempuh hidup baru, semoga jadi istri dan ibu yang solehah. Selamat"


Mungkin bukan merasa tidak pantas lama lama disana, gapi lebih tepatnya hatinya kebakaran 😂.


Acara demi acara diikuti Shepa dan Wiji sampai selesai.


Kini acara telah selesai, Wiji dan Shepa sudah berada di dalam kamar hotel yang sudah disulap jadi kamar pengantin.


Wiji duduk di sofa yang dekat dengan ranjang tempat tidur. Ia masih tidak percaya jika Shepa yang notabene nya begitu sulit melupakan cintanya pada Arga kini memilih dirinya untuk jadi suami sekaligus imamnya kelak.


"Aku tau bagaimana perasaan Shepa terhadap Arga. Tapi aku akan berusaha agar pernikahan ini menjadi sangat berarti untuk dan Shepa" Wiji tersenyum melihat Shepa yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"She, bisa duduk disini?" ucap Wiji sambil menepuk sofa tepat disebelah kanannya.


Shepa mengikuti permintaan Wiji karena sudah seharusnya. "She, kakak tau mungkin saat ini perasaan Shepa belum sepenuhnya milik kakak. Shepa tidak usah khawatir kakak tidak akan memaksa Shepa untuk melakukan kewajiban seorang istri sebagaimana mestinya. Kita jalani ini bersama sama meski harus secara perlahan lahan." Ucap Wiji sambil menangkup wajah sang istri.


"Kak Wiji maafkan Shepa jika kakak harus ikut terseret dalam permainan takdir yang sudah ditulis Nya. Meski saat ini Shepa belum memberikan perasaan ini sepenuhnya tapi Shepa tau sebagai seorang istri tidak baik jika seorang perempuan yang sudah bersuami masih menyimpan perasaan terhadap pria lain. Shepa sudah jadi istri kakak, dan kak Wiji berhak meminta Shepa sebagai istri untuk melaksanakan kewajibannya" ucap Shepa sambil berusaha membalas tatapan Wiji untuk meyakinkan kan dirinya.


"Cup" Wiji mendaratkan bibirnya di kening Shepa dengan penuh perasaan. Kecuapan itu beralih ke mata, pipi, hidung dan terakhir nempel di bibir dan begitulah selanjutnya. 🤔🤔🤔


***

__ADS_1


Di tempat lain, seorang perempuan sedang duduk di sofa sambil menonton berita yang menyiarkan tentang pernikahan Shepa.


"Shepa menikah dengan laki laki itu, lalu bagaimana dengan Arga? Tapi sepertinya aku pernah bertemu dengan pria yang jadi suaminya Shepa" Revina terlihat sedang berpikir sesuatu.


"Ya aku ingat dia kan pria yang waktu syukuran kehamilan Leela bicara dengan ku. Seperti itu kah jodoh?"


"Ah aku juga jangan terlalu berharap, bisa saja Arga tidak jadi menikah dengan Shepa tapi mungkin sudah ada hati yang lain yang mengisi hatinya disana"


***


Arga sedang duduk di tempat yang sudah disediakan bersama tamu undangan yang lainnya.


"Tak disangka ternyata nasib ku harus kembali seperti ini" ucap Arga dalam hati.


"Re apa kau tau ternyata pada akhirnya aku harus seperti ini jadi jomblo yang tragis" ucapnya lagi.


Tring sebuah notifikasi masuk di hanphone Arga. Mata Arga hampir saja lomba dari temaptnya saat mengetahui siapa yang mengirim pesan.


"Ga, apa kabar?" ~~ Revina


"Revina" ucap Arga tanpa suara.


"Kabar baik, oh ya selamat ya atas pernikahan mu" ~~ Arga


Jiwa jomblonya terasa berkurang saat ternyata seseorang yang pernah mengisi hatinya kini datang lagi.


Besar harapan Arga jika kali ini nasib baik berpihak kepadanya. Jika benar Revina nya kembali maka seharusnya ia bersyukur karena dengan ini ia tidak akan bingung lagi dalam menentukan pilihan.


Benarkah jika Revinanya kembali? Kita doakan saja ya pemirsa.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


Ok saatnya menjawab pertanyaan.



Thor kenapa Shepa malah menikah dengan Wiji dan tidak di persatukan dengan Arga?



Jawabannya: karena dari awal author sudah menggambarkan karakter Shepa adalah orang yang memegang teguh prinsipnya untuk tidak jadi pelakor.



Kenapa tidak dengan Andi saja?



Jawabannya: Author bingung jika terlalu banyak pendatang baru jadi author pakai pemain yang sudah ada saja.



Sebenarnya ini siapa sih pemeran utamanya?



Jawabannya: yang author tulis ini kan tentang pilihan, jadi disini author tulis yang mengandalikannya adalah Arga dan Shepa.



Kenapa tidak dipersatukan saja Arga dan Shepanya padahal cocok?



Jawabannya: kita lihat kisah lesti DA dan Rizki DA, Rizki billar dan Dinda Haw, dan yang lainnya. Yang terlihat cocok belum tentu jodoh. 😊😊

__ADS_1


So, author minta maaf jika tidak sesuai dengan keinginan para pembaca. 🙏🙏🙏🙏


__ADS_2