
Revina sedang duduk termenung dibawah pohon rindang yang ada dihalaman rumahnya. Hembusan angin yang menerpa tubuhnya sudah tak dihiraukan lagi.
Matanya menerawang jauh memikirkan perkataan sang ibunda.
Flashback on
Sore itu Revina baru pulang dari tempat kerjanya yang baru. Seperti biasa tidak ada gelagat yang mencurigakan dengan sang ibu, karena ibunya masih bersikap seolah tidak terjadi apa apa.
Namun saat makan malam tiba tiba tiba Revina dikejutkan oleh ucapan sang ibu.
"Revi, umur mu kan sudah cukup matang untuk menikah" Ibu Revina menjeda bicaranya sebentar.
Sedangkan Revina menatap sang ibu bingung kenapa tiba tiba ibunya berkata demikian.
"Ibu rasa sudah waktunya kamu menikah nak" ucapan ibunya membuat Revina tersedak oleh makanannya sendiri.
"Bu" Revina mentap sang ibu.
"Dengar Re, tidak ada alasan lagi untuk kau menolak sebuah pernikahan. Jangan hanya karena kamu melihat nasib teman mu yang kurang beruntung dalam pernikahan, membuatmu takut untuk memulai sebuah hubungan yang sakral. Kau harus menikah untuk melindungi syahwat mu" ibunya berkata serius sambil menatap Revina.
"Bu"
"Revi" ibunya menggelengkan kepala tanda tidak mau mendengar berbagai macam alasan yang akan Revina lontarkan.
"Kalau saja ibu tau, aku juga ingin menikah dengan orang yang aku cintai, hanya saja aku tidak tau kapan dan dengan siapa. Sementara Arga? aku tidak tau bagaimana dia sekarang setalah aku kirim undangan palsu itu. Apakah dia masih memiliki perasaan yang sama atau sekarang malah sebaliknya ia membenciku karena merasa aku mempermainkan perasaannya" batin Revina.
"Gimana apa sudah ada calonnya?" ibunya kembali bicara.
"Ada, bu tenang saja aku masih suka sama lawan jenis kok" ucap Revina berusaha mencairkan suasana yang sedikit tegang.
"Syukurlah kalau begitu, siapa calonnya dan kapan kau akan mengenalkannya pada ibu? Apa dia sebaik na Arga?" pertanyaan ibunya berhasil membuat Revina bingung untuk berkata.
Revina tersenyum menatap sang ibu "Tentu bu" jawaban akhir yang terlintas dalam pikirannya.
"hah padahal ibu sangat berharap kalau nak Arga benar benar akan jadi menantu ibu" Revina diam saja tak menanggapi celotehan sang ibu.
Flashback off
__ADS_1
Revina ingin menjerit namun takut membangunkan ibu dan tetangga yang lainnya. Mening kalau ia hanya ditanya kenapa, gimana kalau seandainya dia langsung dibawa kerumah sakit jiwa karena dianggap gila. Atau mendatangkan orang pintar karena dianggap kesurupan. Oh tidak.
"Arga"
"Ya Allah beri aku petunjuk aku harus bagaimana? bertahun tahun jadi jomblo aku tak pernah mempersalahkan itu, tapi begitu sekalinya aku mengenal cinta aku terjebak dalam labirin cinta yang entah dimana pintu keluarnya" ucap Revina pelas sambil membuang nafasnya secara perlahan.
"Aaaaaahhh Arga" ucap Revina merasa frustasi "Eh tapi apa aku ikhlas kalau sampai pada akhirnya Arga menikah dengan Shepa? Apa aku sanggup melihat mereka tersenyum di pelaminan? Melihat mereka bahagia bersama anak anak mereka? Aaaaaaahhhh"
***
Sang surya kembali menyapa penduduk bumi dengan membawa harapan baru bagi siapa pun. Sebuah notifikasi masuk ke ponsel milik Shepa.
"Selamat pagi nona manis, yang kadang manis kadang engga. Semoga hari mu menyenangkan" ~~~?
Begitu pesan singkat sang selalu Shepa terima setiap pagi dengan kata yang selalu berbeda beda.
"You too 😊" ~~Shepa
Setelah membalas pesan dari orang yang masih diarahasiakan nya Shepa bergegas merapikan diri untuk berangkat kuliah.
Siapakah dia???
***
"Ada apa" tanya Arga dengan mata yang enggan untuk dibuka.
"Ya Allah kak, bangun woy bagaimana mau bangun keluarga kalau bangun pagi aja masih susah" ucap Andi yang sedang mengunjungi kakaknya.
"Brisik, ada apa?" tanya Arga masih terdengar nada malasnya.
"Ih so jual mahal, aku tuh terpaksa kesini mau menghibur kakak ku yang gantengnya tak seberapa ini yang sedang MERANA karena di tolak cintanya" ucap Andi dengan nada terdengar sedang mengejek.
Sontak Arga langsung membuka matanya lebar setelah mendengar ucapan Andi.
"Kau tau?" tanya Arga terlihat panik.
"Tentu saja aku tau, pantas saja kau tidak mau membantu ku untuk mendapatkan perempuan yang menjadi incaranku ternyata kau berniat menikung adik mu sendiri" ucap Andi.
__ADS_1
"Aku mengenal dia lebih dulu dari pada kamu" ucap Arga merasa bangga.
"Iya aku tau, tapi sayang kau telah membuatnya tersiksa oleh perasaan yang tak kau balas. Jadi ya wajar saja jika pada akhirnya dia sudah tidak resfek lagi sama kakak"
"Kau tau tentang itu juga" tanya Arga penasaran.
"tentu saja kau tau, itu perkara yang sangat gampang. Bahkan aku juga tau kalau kak Arga, Shepa dan siapa satu lagi aku lupa Re, Re apa ya"
"Revina?"
"Ah ya itu dia, kalian bertiga terjebak cinta segitiga ya kan????"
Arga tersenyum sinis memandang Andi "Huuhhh ternyata aku baru tau kalau seorang Andi yang merasa paling ganteng padahal tidak ada apa apanya jika dibandingkan kakak mu ini adalah seorang stalkler"
"Iya dong kan cari referensi" ucap Andi.
"Udah ngomongnya" tanya Arga.
"Sebenarnya aku kesini karena disuruh mama, ya karena sejak ulang tahun Imel kakak nggak pernah ke rumah lagi"
"Tuk" Arga meyentil kening adiknya.
"Apa kau lupa dengan perkataan papa? Kalau aku menginjakan kaki lagi disana aku harus sudah membawa calon istri" ucap Arga sambil setengah melotot.
"Ya itu sih derita anak sulung, lagian maksud papa kan baik tidak tidak ingin anaknya jadi buluk alias bujang lapuk" ucap Andi membuat Arga benar benar tersinggung dan merasa kesal sampai ia membanting pintu kamarnya.
"Uuuhhh dasar buluk, begitu ya kalau tidak laku bawaannya sensi" teriak Andi dari luar.
Arga memandang foto Revina yang tersimpan di galeri hp nya. "Semua gara gara kamu" ucap Arga.
Lalu menyimpan kembali benda tersebut di atas nakas samping tempat tidurnya. Rasa malasnya hilang gara gara Andi, hingga ia tak berniat melanjutkan tidurnya.
Arga bergegas merapikan tempat tidur dan segera menyegarkan diri.Arga kembali mengingat perkataan Andi tadi
"Bagaimana mau bangun keluarga kalau ternyata bangun tidur aja masih susah"
"Apa benar ya aku susah mendapatkan pendamping hidup karena susah bangun pagi? Astaga kalau benar aku harus segara merubahnya agar salah satu diantara mereka ada yang kembali pada ku" ucap Arga sambil menatap pantulan dirinya di cermin kamar mandi.
__ADS_1
"Mau itu Revina ke, atau pun Shepa kalau diantara kalian ada yang lebih dulu stagnan maka kembali lah pada ku dengan senang hati aku akan menerima mu kembali" ucap Arga sambil tersenyum seperti orang gila.
"Tapi please kali ini satu aja jangan dua duanya, jangan buat aku merasa berdosa karena telah menyakiti kalian"