
Sepulang dari kantor Shepa langsung menelepon Arga. Basa basi menenyakan makan siang hanya dijadikan alibi. Yang benar adalah kerinduan pada pria yang kini sudah menjadi suaminya.
Sambungan telpon berakhir. Shepa segera berkutat menyiapkan makan siang. Senyum bahagia tak lepas dari bibirnya. Belum lagi tingkah Kia yang mengucapkan saat menemaninya semakin melengkapi.
"Maniiiiis, ini galam, ini gula, ini?" mengaruk garuk tangan mungilnya ke kepala. Memeperagakan tingkah orang dewasa saat berpikir.
"Itu penyedap rasa, jagan dicolek ya!"
"Oooo, penedap lassa. Penedap lasa itu apa ma?" Menelengkan kepela menengok Shepa.
Merasa gemas dengan tingkah tersebut. Shepa menyimpan sejenak apa yang dipegangnya. Segera dia peluk putrinya. Beberapa kecuali dia berikan. Tak ingin sang putri merasa kekurangan kasih sayang. Sekalipun ada Arga yang menggantikan ayahnya, tetap saja ada kekhawatiran yang terselip.
Sebentar lagi makan siang, tentunya Arga juga akan pulang. Segera dia lanjutkan aktifitas memasaknya. Butuh waktu satu jam untuk menyajikan makan siang.
__ADS_1
Suara Kia yang heboh akan kedatangan Arga pun mengalihkan perhatian Shepa. Sementara Kia sedang bermanja pada papa sambungnya.
"Aku tak sampai membuat mu menunggu kan?" ujar Arga saat langkah kakinya berhenti dekat sang istri. Tatapan penuh rindu selalu terpancar. Kecupan hangat pun tak ketinggalan.
"Makanannya baru aja dihidangkan."
Meskipun sudah menjadi suami istri tapi rasa malu selalu saja memeluk Shepa. Bahkan ketika Arga memperlakukan dirinya dengan begitu manis. Semburat merah di pipi selalu saja muncul.
Makan siang penuh kehangatan. Ocehan Kia menjadi salah satu penyebabnya. Keindahan berumah tangga sudah mereka rasakan. Perjalanan masih panjang, berharap setiap langkah yang mereka iringi menjadi berkah untuk rumah tangga yang sedang di bangun.
Lengkap sudah harapan mereka. Tak terkecuali Revina yang mendapat orang yang tepat. Tak ada lagi perasaan terluka dan kecewa yang dia rasakan. Apalagi dengan hadirnya si buah hati yang lucu nan menggemaskan.
Meski author tidak menceritakan kehidupan Revina tapi yakinlah author tidak menenangkan dia dalam kehidupan yang menderita.
__ADS_1
SEKIAN.
Sampai bertemu di cerita yang lain. Maafkan sajian yang tidak memuaskan dari author. Author harus banyak belajar lagi untuk menyuguhkan cerita yang menghibur. Terus kapan ada cerita yang lebih seru? Secepatnya, mungkin entar malam, besok atau besok lusa. Enggak janji sih tapi akan berusaha, semoga tidak ada aral melintang.
Beberapa kejadian kemarin di duta membuat author sempat kehilangan motivasi untuk menulis. Akan tetapi author juga tidak bisa meninggalkannya begitu saja. Loh kok jadi curhat 😂
Author pasti merindukan komentar next dari kalian. Jaga kesehatan ya di sana, bahaya masih mengintai. Kalau ada yang rindu dan ingin bercakap dengan author silahkan inbox atau DM saja. Masih ingatkan akun Fb sama IG-nya? Ya udah biar gak sectol lagi ke atas ini author kasih tau lagi 😂
FB: Nuryanthi Sudarma
IG: nurya.ag
Kok gak whatsapp sih thor? Takut baper terus terluka. Ujungnya menangis di pojokan kamar. Kasian, kan? Dah ah segitu aja ya.
__ADS_1
Sampai bertemu di cerita baru.