Biarkan Hati Yang Memilih

Biarkan Hati Yang Memilih
22


__ADS_3

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun. Ternyata semakin hari Arga menyadari perasaan yang sempat disangakalnya untuk Shepa. Ia memang pernah mengatakan pada Revina bahwa ia hanya memilih untuk bersahabat dengan Shepa. Namun pada kenyataanya setalah kejadian itu ia benar benar merasa kehilangan Shepa. Hari ini tepat satu tahun ia meninggalkan Revina. Ia duduk di kursi kerjanya sambil menyesali perasaannya yang terlambat disadarinya.


Arga senyum tipis sambil memandangi foto kebersamaannya dengan Shepa. "Andai aku tak terlambat menyadari perasaan ini She, mungkin saat ini kita sedang bersama dan tertawa bahagia bukan sebaliknya. Apa cuma aku saja yang tersiksa seperti ini? Atau kau juga tersiksa?" ucapnya pelan.


Selama ini yang mengisi hari harinya hanyalah penyesalan dan penyesalan. Bahkan di waktu senggangnya ia bisa seharian duduk dibalkon menikmati belaian angin yang menerpa kulitnya hingga malam menjelang sambil berandai andai.


Andai waktu itu aku menyadari perasaan ini. Andai aku dulu tak egois dengan rasa yang semu. Andai waktu itu, andai dan andai lagi yang selalu memenuhi benaknya.


Pernah satu kali ia bertemu dengan Shepa setelah kejadian dimana ia terakhir kalinya menemui Revina.


Waktu itu tak sengaja ia melihat Shepa yang sedang berjalan tergesa gesa dengan tangan yang penuh dengan beberapa jinjingan. Rupanya Shepa habis belanja keperluan untuk memenuhi dapurnya bersama Wiji suaminya.


Arga yang melihatnya dari dalam mobil segera keluar dan memanggil nama itu. Keberuntungan berpihak pada dirinya, Shepa menghentikan langkahnya dan berdiri disana sambil menunggu Arga menghampirinya.


Senyum khas milik Arga terukir dibibirnya. "Bisa kita bicara She?" ucap Arga saat langkahnya berhenti tepat disamping Shepa kala itu.


Hening, Shepa tak langsung mengiayakan ajakan Arga, orang yang selalu memenuhi relung hatinya, bahkan sampai saat ini. Namun ia tak ingin membuat rasa itu terus tumbuh karena menyadari bahwa dirinya tidak berhak lagi untuk perasaan itu. Ia tak ingin membuat Wiji yang jadi suaminya saat ini merasakan apa yang pernah dirasakannya dari Arga.


"Mungkin untuk terakhir kalinya She" ucap Arga lagi saat Shepa tak kunjung memberikan jawaban.


Pada akhirnya Shepa mengangguk dan mengikuti langkah Arga yang berjalan memasuki sebuah kafe yang tak jauh dari tempatnya saat ini.


Shepa duduk diseberang Arga setelah meletakan beberapa jinjingannya. Begitu pun dengan Arga yang tak henti mengutuk diri akan kebodohannya.


"Kau mau pesan apa She" ucap Arga membuka pembicaraan untuk menghapus keheningan diantara keduanya.

__ADS_1


"Tidak, aku tidak pesan apa apa, lagian sebentar lagi jam makan siang aku sudah janji untuk makan siang dengan kak Wiji" ucap Shepa tanpa memandang Arga yang justru sedang menatapnya lekat.


Arga memesankan dua minuman untuk Shepa dan dirinya.


"Boleh aku tau bagaimana perasaan mu saat ini dengan suami mu?" ucap Arga dengan hati dag dig ser menanti jawaban dari Shepa orang yang dulu mempunyai perasaan terhadapnya namun ia yang tak peka akan hal itu.


"Alhamdulillah aku rasa lebih baik" jawab Shepa.


"She, sebenarnya .... maafkan aku waktu itu yang tak mampu mengerti akan perasaan mu. Kau dulu selalu ada untuk menemani hari ku, ada saat aku membutuhkan mu. Tapi aku tidak menyadari untuk hal itu." Arga bicara panjang lebar.


"Yang lalu tak usah diungkit kembali Ga" jawab Shepa.


"Tapi aku tersiksa dengan penyesalan ini She, mungkin aku bodoh terlalu egois She, tapi jika seandainya kau tidak bahagia dan tersiksa pula dengan keadaan ini, mari kita mulai rasa kita She. Kita bisa hidup bahagia bersama" ucap Arga sambil hendak meraih tangan Shepa namun Shepa lebih dulu menghindar.


"She ...." Arga memelas menatap Shepa, namun yang ditatap tak menghiraukannya.


"Aku rasa cukup sampai disini Ga, jangan lagi menemuiku hanya untuk mengungkit masa lalu, aku sudah bahagia dan ku harap kau juga bahagia. Aku pergi" ucap Shepa sambil beranjak berdiri kemudian meninggalkan Arga disana dengan sejuta penyesalannya.


Sejak hari itu, Arga menjadi Arga yang sekarang, Arga yang bicara hanya seperlunya, Arga yang lebih senang duduk menyendiri.


Hari harinya jauh lebih terasa sepi, dibandingkan saat ia ditinggalkan Revina. Saat Revina pergi, ia masih ada Shepa. Namun saat Shepa memilih melanjutkan hidup bukan dengan dirinya, ia jauh begitu tersiksa.


Ketukan dari luar pintu ruangannya membangunkan Arga dari segala penyesalannya. Lantas ia mempersilakan orang yang mengetuk pintu tersebut untuk masuk.


"Laporan keuangan untuk bulan ini pak" ucap Sparta orang kepercayaannya setelah Leela dan Revina. Sparta menyodorkan berkas yang berisi laporan keuangan untuk AGB kafe.

__ADS_1


Arga menerimanya dengan senyum tipis yang nyari tak terlihat. "Akan ku periksa nanti" ucap Arga.


"Kalau begitu saya pamit undur diri pak" ucap Sparta yang dibalas anggukan oleh Arga sebagai tanda jawaban.


Sparta keluar dari sana namun ia merasa khawatir dengan sikap atasannya yang dulu terkenal receh, selalu memperhatikan setiap pekerjanya bahkan beberapa orang pekerja di AGB kafe sering jadi lawan debatnya. Tapi saat ini,semua itu seakan berbalik 180°.


Sementara Arga menyimpan kembali foto tersebut ke tempatnya semula dan ia segera memeriksa berkas laporan keuangan kafenya.


Waktu terus berlalu, bahkan kini jam sudah menujukan untuk dirinya pulang. Alih alih pulang Arga memilih diam disana lebih lama lagi. Bahkan saat salah satu pekerjanya yang paling akhir berpamitan kepadanya. Arga hanya mengangguk dibarengi dengan senyum tipis.


Setelah pekerjanya berlalu dari sana, Arga menghela nafasnya pelan sambil memejamkan mata.


.


.


.


.


.


.


.Hai hai semua pembaca karya author, author kembali berniat untuk melanjutkan kisah Arga. Namun kali ini bukan dengan dua gadis itu lagi karena Arga sudah memutuskan untuk tidak bersama Revina dan juga Shepa yang sudah memilih hidup dengan Wiji. Tapi kali ini kisah perjuangannya Arga yang terjebak oleh perasaannya pada Shepa yang terlambat disadari, jangan nanya dulu kisah akhir bagaimana kan belum berakhir ya, Entah kembali bersama Revina atau mungkin ada sosok baru. Semoga kalian suka ya. Jangan lupa vote, like dan komen 😍

__ADS_1


__ADS_2