
Tok ..tok...tok...
Pintu terketuk.
Ceklek,
"Mario...ayo masuk" sapa Ozza ketika melihat sahabatnya datang.
Bukannya melangkah masuk, Mario justru melongo.
Ada satu sosok yang membuatnya terkejut, yakni Hasna.
"Kenapa bengong? mau sampai kapan berdiri di depan pintu terus kayak satpam Mario?" goda Ozza.
"Iiii...iiiya... aku sedikit kaget..." jawab Mario gelagapan.
Hasna mengetahui siapa yang datang, namun dia memilih untuk menundukkan pandangan.
"Kagetnya udah kayak lihat hantu aja..." sahut Ozza.
"Iya....lihat hantu...hantu lima juta...sepertinya aku akan kalah banyak...." bisik Mario tepat di depan telinga Ozza.
"Siapa dulu dong lawannya, Ozza..." pria itu malah kePEDEan dengan pernyataan sahabatnya.
"Ozza...aku tunggu di luar aja ya... " ucap Hasna .
"Oh nggak usah ..nggak usah.... kamu di sini aja...karena sebentar lagi aku pulang.... " Mario segera menyahuti.
"Mau kemana bro? buru buru amat..." tanya Ozza.
"Mau nyari kerjaan sampingan buat ngumpulin uang lima juta..." jawab Mario ketus yang seketika mengundang gelak tawa pada Ozza.
__ADS_1
"Kasihan ..ternyata hidupmu banyak beban...hahahaha" Ozza tertawa lepas.
"Jangan banyak gerak Ozza, kamu belum pulih total.."
Perhatian dari Hasna berhasil membuat Ozza diam seketika, begitu juga Mario.
"Udah bro, beneran aku harus segera pulang ..sebelum ada debkolektor datang pada ku menagih uang lima juta...daaaa"
Ozza berkata sambil bergegas untuk berlalu.
Ha...ha....ha...ha...
Ozza kembali tertawa melihat tingkah sahabatnya.
"Uupsss, maaf...abisnya temanku itu lucu tingkahnya" ucap Ozza ketika merasa tertawanya di perhatikan oleh Hasna.
Tok ...tok...tok...
Dan tak lama kemudian pintu itu terbuka,
"Ozza...ya ampun sayang...kamu kenapa bisa seperti ini?" seorang perempuan tiba tiba datang dan memegangi tubuh Ozza dari atas sampai bawah.
"Apaan sih pegang pegang sembarangan?" kata Ozza sambil menangkis tangan Lily, pacarnya entah yang ke berapa.
"Loh , kamu kok gitu sih sayang? aku kangen tau... kamu nggak ada telpon nggak ada chat, dan tau tau dapat kabar kamu kecelakaan... aku sedih banget sayang..." ucap Lily dengan manja.
Merasa menjadi penonton pasif, Hasna berniat untuk keluar.
"Aku tunggu di luar Za..."
"Jangan..kamu di sini aja Hasna..." tahan Ozza.
__ADS_1
"Dia siapa sih sayang? saudara kamu?" tanya Lily.
"Iya betul, saya saudaranya..." sahut Hasna dengan cepat.
Baru saja Hasna melangkahkan kaki, ada seseorang lagi yang masuk ke ruangan itu.
"Ya ampun baby....kenapa bisa begini? kamu nggak apa apa kan? apa nya yang sakit?"
rupanya si Ocan juga datang.
"Eh kamu siapa pegang pegang pacarku?" tanya Lily sambil menepis tangan Olla.
"Pacar? kamu kali yang siapa? Ozza itu pacar aku..." Olla tak mau kalah.
Ozza mulai merasa pusing melihat kedatangan mereka berdua yang bersamaan.
"Baby..kamu kasih tau sama dia kalau kita ini pacaran..." Lily menunjuk ke arah Olla.
"Eh mana bisa? aku udah jadian sama Ozza lebih dari satu bulan.." timpal Olla.
"Lebih satu bulan? berarti kamu udah bohongin aku? kita kan baru jadian dua minggu yang lalu?" Lily meminta penjelasan dari Ozza.
"Ozza ..apa maksud semua ini? kamu selingkuh?" tanya Olla.
"Sudah cukup... kepalaku pusing dengar suara kalian...!" bentak Ozza.
"Tapi kamu harus jawab Ozza, siapa dia?" Olla tetap kekeuh bertanya.
Lily pun tak mau kalah untuk meminta penjelasan Ozza.
"Eh ada apa ini rame rame...sudah..sudah... jangan gangguin Ozza ...dia harus banyak istirahat...kalian berdua pulang saja!"
__ADS_1