
Ayah Cintya membawa paksa putrinya hingga akhirnya mereka tiba di apartemen tempat tinggal Ozza. Tidak sulit untuk mencari tahu alamat seorang putra pengusaha terkenal seperti Ozza.
Sesampainya di depan pintu, mereka menekan tombol dan Ozza pun mendengarnya. Pria itu masih enggan untuk membuka pintu karena sebenarnya malam itu dia tidak ingin bertemu dengan siapa siapa.
Namun ayah Cintya berulang kali memencet tombol hingga akhirnya menarik perhatian Ozza. Dengan langkah berat dan malas , Ozza membuka pintu.
"Mau apa kalian ke sini?" Tanya Ozza setelah mengetahui siapa tamunya.
"Kami mau minta maaf Tuan Ozza." Jawab Ayah Cintya sambil menundukkan kepala.
"Ccchhh, apa putrimu sudah mengakuinya?" Jawab Ozza sambil membuang muka.
Cintya menundukkan kepala tanpa berani sedikitpun mengangkatnya.
"Iya Tuan, Cintya sudah mengakui semuanya. Maafkan kelakuan putri saya, dia bertindak konyol karena dia terlalu mencintai anda." Ucap Ayah Cintya.
"Apa harus dengan seperti itu? Yang ada aku makin membencinya!" Tukas Ozza sambil menatap tajam ke arah Cintya yang sempat mengangkat pandangannya sebentar ketika Ozza berbicara.
"Maafkan kami Tuan, tolong jangan perpanjang masalah ini. Saya janji akan mendidik putri saya agar menjadi lebih baik." Kata Ayah Cintya.
"Sebenarnya saya masih sangat marah pada Cintya, apalagi dia mengirim foto itu kepada tunangan saya sehingga dia tidak percaya pada saya lagi. Tapi saya tidak ingin berurusan lagi dengan kalian dan mulai besok saya akan meninggalkan kota ini karena saya akan segera menikahi tunangan saya agar kepercayaannya kembali." Ucap Ozza kepada Ayah Cintya.
Seketika Cintya mengangkat kepalanya dan dengan berani menatap wajah Ozza.
__ADS_1
"Saya mencintai anda Tuan Ozza, sangat mencintai. Itulah kenapa saya sampai melakukan semua ini karena anda tidak pernah memberi saya kesempatan. Tolong jangan pergi dari sini, saya berjanji akan berubah." Pinta Cintya.
"Cintya, ngomong apa kamu! Harusnya kamu tahu diri karena pria yang kamu cintai itu milik orang lain!" Bentak Ayah Cintya kepada putrinya.
"Oke, aku hargai perasaan kamu. Tapi maaf, aku tidak akan pernah berpaling dari wanita yang sudah mengunci hatiku. Mungkin jika kamu datang sebelum aku mengenal tunanganku, bisa saja ada celah di hatiku untuk kamu. Tapi sayang, hatiku sudah terkunci rapat dan tidak ada yang bisa mengisinya selain tunanganku!"
Seketika senyum merekah dan air mata menetes di pipi Hasna mendengar kalimat Ozza, karena rupanya setengah jam sebelum kedatangan Cintya dan ayahnya, Ozza tengah melakukan panggilan dengan Hasna. Namun karena suasana hati Hasna sedang tidak baik baik saja, dia memilih untuk diam. Awalnya Ozza mengira bahwa panggilan itu sudah di tutup oleh Hasna, tapi ternyata tidak. Semua percakapan itu telah di dengar jelas oleh Hasna.
Gadis itu meneteskan air mata bahagia setelah tahu bahwa Ozza tidak seburuk yang dia kira, apalagi setelah sempat dia dengar Ozza akan segera menikahinya.
Usai Cintya dan ayahnya pulang dari apartemennya, Ozza kembali meraih ponsel dan dia terkejut ketika dia dapati bahwa panggilan itu masih aktif.
"Hasna, apa kamu masih mendengar ku?" Tanya Ozza.
"Benarkah? Alhamdulillah, semoga kamu benar benar mengerti keadaan yang sebenarnya." Jawab Ozza dengan senyum terukir di bibirnya.
"Insya Allah aku mengerti, dan semoga apa yang kamu ucapkan bisa kamu pertanggung jawabkan." Balas Hasna.
"Insya Allah, Insya Allah aku bisa di percaya. Tunggu kedatanganku besok di rumahmu karena malam ini juga aku akan pulang. Assalamualaikum." Ucap Ozza dengan nada yang sangat serius lalu mengakhiri panggilannya.
"Waalaikumsalam, Ozza.. Ozza... Apa kamu benar benar akan pulang malam ini? Halo , Ozza...," Hasna sudah tidak mendapat jawaban dari Ozza karena pria itu kini tengah sibuk berkemas. Dia juga tengah memesan tiket pesawat dadakan agar bisa pulang cepat malam ini.
Sesuai dengan rencana, dalam waktu dua jam kemudian Ozza sudah berada di hadapan kedua orang tuanya.
__ADS_1
"Apa kamu yakin dengan rencana kamu yang begitu mendadak ini nak?" Tanya Papa Ozza.
"Yakin Pa." Jawab Ozza.
Pria itu menceritakan semua kejadian yang baru saja dia alami. Dan karena sebab itu Ozza menginginkan pernikahannya di percepat.
Tanpa ada persiapan apapun, Ozza meminta kedua orang tuanya mengadakan pesta dadakan di rumahnya. Namun hal itu tidak sulit bagi seorang konglomerat seperti kelurga Ozza, sehingga keesokkan paginya satu set panggung dekorasi pernikahan telah datang dan siap di pasang.
Sementara Ozza dan kedua orang tua nya datang ke rumah Hasna untuk melakukan ijab qobul. Tentu saja kedatangan Ozza mengejutkan keluarga Hasna , namun Hasna sangat bahagia karena rupanya ucapan Ozza benar benar bisa di percaya.
Acara ijab qobul di lakukan dengan sederhana di rumah Hasna, sementara untuk pesta dadakannya mereka gelar malam harinya di rumah Ozza.
Sepasang pengantin tengah duduk di pelaminan, para sahabat bahkan para mantan Ozza yang turut hadir dalam acara pernikahan mantan playboy itu merasa tak percaya bahwa ternyata wanita yang menjadi pelabuhan dari seorang playboy itu adalah si kutu buku yang sangat cupu di mata mereka.
Awal mula Ozza mendekati Hasna karena pertaruhan konyol dengan sahabatnya, namun nyatanya Hasna bukan wanita taruhan seperti apa yang di bayangkan oleh Ozza sebelumnya. Mereka kini menjadi pasangan hidup yang nyata.
*
*
*
Cerita pun berakhir sampai di sini. Terima kasih sudah setia mengikuti hingga akhir episode dan sampai ketemu lagi di novel othor selanjutnya. Miss you all ♥️♥️😍
__ADS_1