
Rupanya telah datang Najwa dan bundanya.
"Kamu mau menceraikan putriku?" tanya bu Farida tanpa basa basi.
"Iya, dan juga akan mengambil Faiz" jawab Abdul dengan lantang.
" Enak sekali? sudah melakukan KDRT, terus menjatuhkan talak lalu mengambil anak?" sahut Najwa.
" Aku juga punya hak atas Faiz. Aku ayahnya dan yang menafkahinya" tegas Abdul.
"Oh ya? kamu pikir kami tidak bisa menafkahi Faiz?" Najwa tak mau kalah.
" Kak Najwa harusnya nggak terlalu ikut campur. Ini masalah ku dengan Zahra!" tukas Abdul dengan nada yang sedikit meninggi.
"Tentu urusanku, ayah sedang sakit. Dan sebagai kakak tertua aku menjadi penggantinya. Jadi apapun yang berkaitan dengan Zahra dan Faiz, aku akan ikut turun tangan " jawab Najwa dengan nada yang sangat tegas.
"Biarkan saya ketemu dengan Zahra dan putraku" sahut Abdul.
"Tidak, kalau tidak untuk minta maaf, kamu tidak perlu menemuinya. Katakan saja apa yang ingin kamu sampaikan , biar kami beritahu kepada Zahra" ucap Najwa tanpa menurunkan nada bicaranya.
"Hah, minta maaf? Itu tidak mungkin, harusnya dia yang minta maaf padaku karena saat statusnya masih menjadi istri sah, dia tinggal di rumah orang tuanya tanpa persetujuanku. Harusnya jika kalian keluarga yang religius pasti paham hukumnya seorang istri melakukan hal itu?" sangkal Abdul.
"Terserah apa katamu, yang jelas kamu tidak akan memberikan hak asuh Zein kepadamu" tegas bu Farida.
__ADS_1
"Iya, pulanglah ! Meski menuggu sampai berbulan bulan di sini kamu tidak akan mendapat hasil apapun!" ucap Najwa ikut menimpali kalimat bundanya.
Dengan wajah yang kesal Abdul meninggalkan tempat dengan tetap meninggalkan sebuah ancaman.
"Terima kasih ya nak Ozza, berkat kamu Zahra selamat" kata bu Farida.
"Oh bukan tante, saya tidak melakukan apa apa" jawab Ozza dengan menggoyangkan kelima jarinya tanda berkata tidak.
"Ya sudah ayo kita masuk, Zahra pasti begitu cemas di dalam sendirian" kata Najwa.
"Iya, benar. Ayo kita temui Zahra dan Zein" timpal bu Farida.
Ceklek,
Melihat kedatangan kakak dan bundanya, Zahra segera menghampiri mereka.
"Bunda, Zahra takut sekali bunda. Jika tidak ada Ozza mungkin mereka akan mendobrak pintu ini" ucap Zahra sambil bercucuran keringat dingin.
"Tenang nak, tenang. Dia tidak akan berani melakukan itu , mulai sekarang kamu harus ada yang menemani di rumah terutama Zein" jawab bunda Zahra sambil mengelus pundak putrinya.
Ozza merasa tidak enak sendiri dan bingung kenapa mereka berterima kasih kepadanya, sehingga dia melontarkan satu pertanyaan.
"Maaf kalau boleh bertanya, memangnya apa yang sudah saya lakukan untuk kalian sehingga kalian berterima kasih padaku?" tanya Ozza.
__ADS_1
"Iya Ozza, tadi Zahra berkali kali menghubungi ponsel ku dan ponsel Hasna tapi tidak ada jawaban karena kami sedang menemani ayah di ruang Rontgen dan ponsel kami kami silent. Dan berkat kamu datang lalu mengajak bicara Abdul, itu berhasil mengulur waktu hingga kemudian saya membuka pesan dan panggilan dari Zahra" jelas Najwa.
"Oh seperti itu?" jawab Ozza sambil menggut manggut.
Ternyata hal serupa juga sedang di bicarakan oleh dua orang di rumah sakit, yakni Hasna dan pak Budi.
"Untung Ozza datang yah, jadi dia berhasil mengulur waktu hingga kak Najwa membuka pesan dari kak Zahra. Dan sekarang bunda dan kak Najwa berhasil menyuruh mas Abdul pulang" ucap Hasna dengan senyum bahagia berharap sang ayah bisa melihat sisi baik Ozza yang lagi lagi menjadi penolong keluarganya.
"Oh begitu? memang nya apa tujuan dia main ke rumah?" tanya pak Budi yang masih enggan menyebutkan naman Ozza.
"Siapa yah? mas Abdul atau Ozza?" tanya Hasna memberi pertanyaan jebakan.
"Ya itu, si temen kamu?" jawab pak Budi.
"Namanya Ozza ayah, dia datang ke rumah untuk menawarkan...." ucapan Hasna terputus karena terdengar suara ketukan pintu.
Tok tok tok
"Permisi, mau memberi jatah makan siang" ucap seorang petugas konsumsi yang sudah berdiri di belakang Hasna dengan membawa nampan berisi makanan.
"Iya, silahkan bu" jawab Hasna ramah kepada seorang wanita berusia sepadan dengan bundanya.
Setelah petugas konsumsi keluar, pak Budi kembali menanyakan kepada Hasna tentang kedatangan Ozza. Rupanya suami bu Farida itu telah di buat penasaran oleh calon mantunya.
__ADS_1
"Katakan, dia datang mau menawarkan apa?"