Bukan Wanita Taruhan

Bukan Wanita Taruhan
Percayalah


__ADS_3

Ozza berusaha mencari Hasna di kamar mandi, namun langkahnya terhenti karena pria tidak boleh masuk area kamar mandi wanita.


"Hei sayang...kamu nyariin aku?" bukannya ketemu Hasna , Ozza malah ketemu mantan pacarnya.


"Minggir, aku nggak nyari kamu..", jawab Ozza ketus


"Iiih, sombong!" sahut wanita itu.


Ozza kembali menghubungi Hasna untuk mencari tahu dimana keberadaannya, namun Hasna malah mematikan ponselnya.


-------


Pulang kuliah.


Ozza melihat Hasna yang sedang berlari menuju ke arah tukang ojol.


Segera dia berlari menghampiri,


"Hasna, tunggu!" Ozza berteriak sambil berlari ke arah Hasna.


Merasa ada yang mengejar, Hasna mempercepat langkahnya hingga kemudian dia terjatuh.


"Astaghfirullah" ucap Hasna.


Kaki Hasna terasa nyeri sehingga membuatnya susah untuk berdiri.


Tidak ada yang berniat menolong Hasna karena memang dia kurang begitu terkenal di kampus itu.

__ADS_1


Yang ada malah Hasna di buli oleh seorang mahasiswi yang berpakaian sexy dan modis.


"Makanya kalau berpakaian itu lihat tempat, pergi ke kampus bajunya udah kayak mau ke pengajian. Kalau jatuh gini kan siapa yang repot? kamu sendiri kan? nggak mungkin lah kita kita ikut nanggung. Cchhh"


Hasna memilih diam dan tidak menjawab.


Sakit di kakinya tak seberapa di banding sakit di hatinya. Dia masih berusaha untuk berdiri, namun tumbang lagi.


Ozza sudah berhasil mendekat ke arah Hasna,


"Hei Ozza, ya ampun sampai lari lari gitu menghampiri aku?" sapa seorang gadis penggemar Ozza yang berdiri tak jauh dari Hasna.


Bukannya mendapat balasan manis dari Ozza ,pria itu malah sedikit mendorong ke samping tubuh gadis yang menyapanya.


"Minggir!" teriaknya.


"Hasna, kamu nggak apa apa?" tanya Ozza panik.


Namun sayang, rok panjang yang dia kenakan justru membuatnya terjatuh lagi.


Tanpa permisi dan minta izin, Ozza menggendong tubuh Hasna lalu membawanya ke mobil.


Satu kejadian mengejutkan penghuni kampus, termasuk Mario.


"Gila, emang beneran playboy kelas kadal" gumamnya.


Sementara Mario memuji, yang lain malah mencaci.

__ADS_1


"Eh lihat, sepertinya Ozza sudah insaf dan mau tobat, makanya dia macarin gadis kutu buku itu"


"Entahlah, mungkin aja Ozza agak sakit"


sahut yang lain.


"Atau jangan jangan Ozza di jodohin sama tuh cewek kolot? kasihan tau.."


yang lain juga ikut bersuara.


"Lepaskan Ozza, lepaskan! Aku akan teriak sekencangnya" gertak Hasna sambil memukul badan Ozza.


"No, kamu sakit dan nggak bisa jalan, jadi aku yang harus mengantarmu!" tegas Ozza.


Pemberontakan Hasna tidak membuahkan hasil karena Ozza lah yang berhasil membawa Hasna masum ke dalam mobil.


"Diam lah Hasna, aku tidak ingin menyakitimu. Jangan berpikir negatif!" ucap Ozza sambil memasangkan sabuk pengaman di tubuh Hasna.


Selama di perjalanan mereka terdiam.


"Hasna, kamu salah paham. Semua tidak seperti yang kamu kira" tukas Ozza.


"Tapi aku mendengarnya sendiri dengan telingaku, kamu sedang bercakap dengan Mario membahas hal itu di kantin!" jawab Hasna dengan membuang pandangan ke jendela.


"Oke, aku minta maaf. Aku akui itu memang tujuan utama kami, tapi setelah mengenalmu lebih dekat, aku jatuh hati kepadamu dan itu bukan karena taruhan!" Ozza berusaha menjelaskan.


Hasna masih enggan menjawab.

__ADS_1


"Percayalah Hasna, aku tidak berbohong . Apa yang aku rasakan saat ini benar benar dari hati bukan hanya di mata atau hanya karena taruhan. Percayalah!" Ozza berusaha meyakinkan.


"Aku akan percaya jika..."


__ADS_2