
Dua bulan sudah Ozza bekerja di luar kota. Selama itu komunikasinya terjalin baik dengan Hasna, namun konflik muncul di bulan ketiga dimana Ozza mulai dekat dengan sekretarisnya.
Cintya adalah perempuan yang tertarik pada Ozza sejak pandangan pertamanya, namun sepertinya cintanya bertepuk sebelah tangan setelah tahu bahwa Ozza sudah bertunangan.
Suatu hari dia mengundang Ozza ke acara ulang tahunnya, tanpa ada kecurigaan Ozza pun datang. Bahkan sebelum berangkat ke pesta tersebut Ozza sempat berpamitan juga pada Hasna.
Hingga dirinya tiba di acara tersebut , semua nampak baik baik saja. Namun hal aneh mulai terasa ketika Ozza merasakan kepalanya pusing dan pandangannya berkunang kunang setelah meminum minuman yang di berikan oleh Cintya. Karena Cintya adalah pemilik rumah, dia pun akhirnya meminta beberapa orang untuk membawa Ozza istirahat di kamarnya.
Dan bisa di tebak untuk selanjutnya, Cintya memanfaatkan hal tersebut untuk merusak hubungan Ozza dan Hasna.
Saat Ozza sudah benar benar hilang kesadaran dan mulai memejamkan mata, di situlah Cintya membuka kancing kemeja Ozza hingga dada bidang nya terekspos jelas.
Sementara Cintya sendiri juga membuka pakaian atasnya sehingga dia pun bertelanjang dada. Dalam keadaan seperti itu Cintya sengaja mengambil foto seolah olah Ozza tengah menidurinya.
Setelah beberapa foto telah tersimpan, Cintya mengenakan kembali pakaiannya lalu segera merapikan pakaian Ozza juga.
__ADS_1
Wanita itu benar benar licik dan Ozza sudah terjebak ke dalamnya. Setelah melakukan hal tersebut, entah rencana apa yang akan dia jalankan.
Satu jam sudah Ozza tidak sadarkan diri di dalam kamar , sementara Cintya sudah keluar kamar lebih dahulu agar Ozza tidak curiga.
Ketika berhasil membuka kedua mata nya, Ozza segera bangkit dan memandangi pemandangan sekitar.
"Dimana aku?" tanya nya dalam hati.
Kepalanya masih sedikit pusing, lalu dia mendengar riuh suara teriakan di luar kamar. Dan setelah dia ingat, ternyata sebelum pingsan dia menghadiri pesta ulang tahun Cintya.
Ozza kembali merapat ke kerumunan tamu yang hadir di acara tersebut tanpa menaruh rasa curiga, apalagi kepada Cintya. Ozza berpamitan kepada Cintya untuk pulang lebih awal, dan Cintya pun mengizinkan.
Ketika berada di perjalanan, ponsel Ozza bergetar tanda ada pesan masuk dari Hasna.
"Assalamualaikum, kenapa kamu berkhianat Ozza?"
__ADS_1
Satu pesan dari Hasna tentu saja membuat Ozza heran.
"Waalaikumsalam, apa maksud kamu?" balas Ozza.
Hasna membalas dengan banyak gambar dimana Ozza sedang tidur bersama seorang perempuan.
"Astaghfirullah, itu fitnah Hasna. Aku tidak melakukannya." sangkal Ozza.
"Tapi itu benar benar kamu. Bagaimana mungkin kamu di fitnah?" balas Hasna.
"Hasna, baru saja aku tadi sempat pingsan dan aku yakin ada yang sengaja menjebak ku." Ozza berusaha meyakinkan Hasna.
"Jangan berprasangka buruk, dan semoga saja kamu benar benar di fitnah." balas Hasna.
"Kamu harus percaya padaku Hasna , aku tidak melakukan apapun." pesan dari Ozza itu tidak mendapat balasan dari Hasna.
__ADS_1
Rupanya Hasna tak kuasa berdebat tentang hal itu, dia berharap bahwa apa yang dia lihat dan dia dengar itu memang benar benar sebuah fitnah. Namun jika melihat pose foto yang sangat vulgar itu, hati Hasna terasa tersayat sayat. Ozza adalah laki laki pertama yang dia cintai, dan juga laki laki pertama yang membuat hatinya terluka. Tentu saja pengalaman pertama itu benar benar membuat Hasna down.