
"Apa maksud kamu Ozza? apa kamu juga ingin melakukan hal yang sama seperti kakak iparku?" tanya Hasna dengan tatapan nanar.
Namun gadis itu segera membuang muka karena tidak baik terlalu lama saling memandang antara laki laki dan perempuan yang belum halal.
Melihat reaksi Hasna yang di liputi rasa ketakutan, Ozza malah tertawa geli.
"Ozza, kenapa malah tertawa?" Hasna terlihat kesal karena merasa di permainkan.
"Hasna Hasna, kamu itu lucu" jawab si mantan playboy itu.
"Lucu apanya? nggak lucu banget bercandanya!" jawab Hasna dengan bibir mencebik.
"Ya lucu aja Hasna , kamu mengkhawatirkan tentang pernikahan kita yang masih sangat jauh di mata" jawab Ozza sambil tak bisa menahan tawa.
Pipi Hasna memerah menyadari kekhawatirannya yang berlebihan,
"Iya bener kamu Ozza, ngapain ya kita bahas yang jauh jauh. Maaf ya" ucap Hasna sambil membuang muka karena malu.
Malam hari.
__ADS_1
"Dek, cerita dong seputar pria yang kata ayah suka ganti ganti pasangan. Kok bisa kamu kenal sama dia?" tanya Najwa mencoba mengorek informasi seputar Ozza.
"Aku sendiri juga nggak tahu kak kok bisa aku dekat sama dia, dan lebih nggak ngira lagi kok bisa dia berubah semenjak kenal sama aku?" jawab Hasna sambil mengangkat kedua pundaknya.
"Kamu satu kelas sama dia?" tanya Najwa kemudian.
"Enggak kak, tahun ini dia lulus" jawab Hasna dengan ekspresi sedikit lesu.
"Kenapa dek? kamu takut berpisah sama dia?" Najwa mencoba menebak isi otak adiknya.
"Entahlah kak, jika dia sudah lulus kuliah dan kerja tidak menutup kemungkinan dia akan kenal dengan wanita lainnya. Masalahnya bukan aku takut patah hati, tapi aku takut jika aku tidak bisa buktikan ucapanku pada ayah nanti ayah akan kembali menjodohkan aku" dengan menghela nafas kasar Hasna menjawab pertanyaan sang kakak.
Di tengah keasyikan mereka bercengkerama, terdengar Zein menangis.
"Kak, sepertinya Zein menangis?" ucap Hasna yang kemudian beranjak menghampiri keponakannya itu.
"Iya, ayo kita lihat" sahut Najwa sambil mengikuti langkah Hasna.
"Astaghfirullah kak Zahra"
Hasna dapati kakak keduanya sudah pingsan , sementara Zein menangis karena ingin meminum susu.
__ADS_1
"Ya Allah dek Zahra, panggilkan ayah dam bunda, Hasna" titah Najwa.
"Baik kak" Hasna segera bangkit dan memberi tahu hal itu kepada kedua orang tuanya.
"Astaghfirullah, kenapa bisa begini? ayo kita bawa Zahra ke rumah sakit yah" bu Farida sudah tak kuasa menahan air mata.
"Tapi kita pakai mobil siapa bun? mobil ayah ada di bengkel sedang di perbaiki" tukas pak Budi.
"Kita pesan taxi online aja yah" Hasna mencoba memberi jalan.
"Iya ,nggak apa apa tapi apa tidak kelamaan?" tanya pak Budi.
"Entahlah, Hasna coba aja dulu" sahut Hasna.
Baru saja Hasna hendak menekan aplikasi ojek online, terdengar suara deru mobil berhenti di depan rumah.
"Suara mobil siapa itu di luar?" tanya Najwa.
"Coba kamu lihat Hasna, siapa tahu itu mobil ayah yang sudah selesai perbaikan dan di antar sama pihak bengkel. Ayah akan bersiap mengangkat tubuh kakak kamu jika benar itu mobil ayah.Atau mobil siapapun di luar, minta lah tolong untuk mengantar Zahra ke Rumah Sakit" titah pak Budi kepada Hasna.
"Baik yah, akan Hasna lihat mobil siapa yang ada di depan?"
__ADS_1