Bukan Wanita Taruhan

Bukan Wanita Taruhan
Dari mata turun ke hati


__ADS_3

"Aku sendiri tidak tahu bagaimana perasaanku kepada Hasna..."


jawab Ozza sambil menundukkan kepala.


"Lalu, sejauh ini kalian hanya berteman? kelihatannya Hasna sangat peduli padamu nak.." ucap Silvia.


"Entahlah..." tukas Ozza sambil mengangkat kedua pundaknya.


"Coba nyatakan perasaanmu kepadanya, dan lihat apa tanggapannya? " saran Silvia.


Sebagai pria yang berpredikat playboy, tentu bukan hal yang susah buat nembak cewek.


Tapi nyatanya nyali Ozza sedikit menciut ketika hendak mengungkapkan perasaannya pada Hasna.


Keesokkan hari ketika Hasna dan Ozza hendak masuk kuliah, keduanya bertemu.


Ozza lebih dulu memanggilnya,


"Hasna...." panggil Ozza.


"Ada apa Za..." sahut Hasna yang berdiri tidak jauh dari Ozza.


"Ada yang ingin aku sampaikan sama kamu..." tukas Ozza.


" Apa Za?" tanya Hasna.


"Aku....aku.... aku...." Ozza menghela nafas panjang dan menghembuskannya kasar.


"Ada apa Za...?" Hasna penasaran.


Sementara Ozza seperti tersedak duri di tenggorokan sehingga membuatnya susah bersuara.

__ADS_1


"Aku....aku...suka sama kamu...." Ozza menundukkan kepala setelah berhasil mengungkapkan perasaannya.


Ozza berdebar debar menunggu reaksi Hasna. Merasa belum juga Hasna menanggapi, Ozza mendongakkan kepala menatap ke arah Hasna.


"Kenapa kamu diam saja...?maaf jika ucapanku salah atau menyinggung perasaanmu..." tutur Ozza.


Hasna tersenyum lalu menggeleng.


"Kamu nggak salah karena jujur , tapi yang kurang tepat hanya perasaanmu...sebelum kamu mengungkapkan rasa suka kamu ke seseorang, kamu harus pahami makna suka yang kamu sampaikan.." jawab Hasna.


"Jadi kamu menolak ku?" tanya Ozza.


"Bukan menolak, tapi juga belum bisa menerima. Aku hanya ingin menanyai kamu tentang apa sebenarnya makna kata suka menurut kamu?" Hasna balas bertanya.


"Suka? suka ya kita suka aja sama seseorang..mungkin karena sifatnya , wajahnya atau profesinya..gitu aja... dan aku suka sama kamu karena aku hati dan fisik.."


jawab Ozza dengan enteng.


"Itu mungkin yang jadi penyebab kenapa kamu bisa ganti ganti pasangan dalam waktu singkat..karena rasa suka kamu hanya di mata.. bukan di hati..." sahut Hasna sambil melenggang meninggalkan Ozza.


Pria itu tercengang dengan jawaban Hasna.


"Ya yang bener itu dari mata turun ke hati lah... gimana sih si Hasna ini...?" gumam Ozza sendirian.


Dia tidak sempat melanjutkan percakapannya karena sudah waktu nya dosen datang.


 


Sore hari,


Drrtt...drrrtttt....

__ADS_1


Ponsel Hasna bergetar. Dia lihat ada satu pesan masuk dari Ozza.


Segera di buka dan dia baca isi pesan tersebut.


# Sore Hasna


(pesan dari Ozza)


# Assalamualaikum (Hasna)


# Oh iya..maaf..Wa alaikum salam (Ozza)


# Ada apa? (Hasna)


# Aku mau lanjutin yang tadi pagi. Aku mau bilang kalau rasa suka ku ke kamu dari mata turun ke hati... ( Ozza)


# Oh ya? terima kasih, berarti kamu juga siap untuk terluka? ( Hasna)


# Apa maksud kamu? ( Ozza)


# Jika kita mencintai dari hati, maka akan sakit jika di tolak atau di khianati. Tapi jika kita cinta dengan mata, hilang satu kita akan cari lagi yang baru. Dan jika cinta itu benar dari hati, maka m sebisa mungkin kita akan menjaga hati kita dan pasangan kita agar tidak terluka.


Ozza terdiam dan belum bisa membalas.


# Ozza...selama ini kamu hanya di cintai, bukan mencintai..itu lah sebab kamu tidak pernah tahu bagaimana rasanya menjaga hati.


Satu pesan penutup dari Hasna yang membuat Ozza kembali termenung.


"Mengapa aku di buat mati kutu oleh wanita yang sangat aku remehkan? sepertinya aku harus...."


Ozza sedang memikirkan sesuatu.

__ADS_1


__ADS_2