
Satu tahun telah berlalu dan telah terjadi banyak kejadian di keluarga Hasna. Di antaranya perceraian Zahra hingga rujuknya Najwa.
Zahra berhasil mendapatkan hak asuh anaknya berkat bantuan pengacara yang merupakan kerabat Ozza. Sementara Najwa rujuk karena pada akhirnya istri kedua Saiful menggugat cerai dirinya lantaran tidak tahan di madu. Hingga ujungnya Saiful meminta Najwa untuk kembali memperbaiki bahtera rumah tangganya yang hampir saja kandas.
Bukan hanya kepada Najwa dan Zahra, kejadian demi kejadian juga terjadi pada Ozza dan Hasna.
Si mantan play boy itu kini sudah menyandang gelar sarjana dan rencana nya lusa dia akan keluar kota untuk bekerja di perusahaan milik papanya. Sementara Hasna perlu dua semester lagi untuk lulus.
Hubungan antara Ozza dan Hasna mulai mendapat lampu hijau dari keluarga Hasna. Dan rencananya sebelum berangkat keluar kota, Ozza akan melamar Hasna lebih dahulu.
Malam itu Ozza main ke rumah Hasna untuk membicarakan acara lamaran dengan keluarga Hasna yang rencananya akan di laksanakan besok malam.
"Kami terserah nak Ozza aja." kata bu Farida.
"Iya tante, nanti hanya keluarga inti saja yang ikut hadir pada acara itu. Karena keluarga papa semua tinggal di luar kota." jawab Ozza.
__ADS_1
Usai membahas tentang acara lamaran tersebut, Ozza berpamitan.
Keesokkan harinya.
Rumah Hasna sudah di ramaikan oleh para kerabat yang membantu menyiapkan beberapa macam jamuan makanan. Sebuah dekorasi minimalis juga sudah di pasang rapi untuk sesi lamaran. Ini adalah lamaran pertama bagi keluarga Hasna tanpa suatu perjodohan dari pak Budi. Acaranya tidak terlalu agamis, namun juga tidak melanggar norma. Hanya sekedar melamar dan bertukar cincin, selebihnya Hasna tetap bisa mengerti batasan batasan bagaimana jika berdekatan dengan Ozza sebelum ada ikatan halal.
Tak beda dengan yang ada di rumah Hasna, di rumah Ozza pun juga sedang di sibukkan dengan persiapan berbagai jenis parcel yang akan mereka bawa sebagai hantaran.
Sepasang cincin cantik juga sudah di persiapkan jauh hari oleh Ozza. Dia sudah tidak sabar untuk melamar wanita pujaannya.
Setelah tiba di sana, banyak kerabat Hasna yang menyambut dengan senyum hangat. Mereka semua akhirnya berkumpul di dalam rumah yang lumayan luas tersebut.
Papa Ozza menyampaikan tujuan kedatangan mereka. Dan untuk mempersingkat waktu, acara tukar cincin pun segera di lakukan.
Usai kedua cincin cantik tersemat di dua jari manis pasangan muda mudi itu, kini semua yang hadir sedang menikmati berbagai macam jamuan makanan yang telah di sediakan.
__ADS_1
Dan yang terakhir, mereka mengabadikan momen tersebut dengan berfoto bersama. Raut kebahagiaan begitu terpancar di antara keduanya, dan juga seluruh keluarga yang hadir di dalam acara tersebut. Termasuk juga pak Budi, orang yang pernah melarang hubungan Ozza dan Hasna. Namun setelah melihat kesungguhan sang calon mantu, pak Budi akhirnya menerima dan memberi restu.
Malam itu menjadi malam pertemuan terkahir untuk Hasna dan Ozza dalam beberapa bulan ke depan, karena besok pagi Ozza harus berangkat keluar kota.
"Hati hati menjaga hati, karena di sini hatiku begitu aku jaga sampai kamu halal memilikiku." satu kalimat yang terlontar dari bibir Hasna sebagai pengantar kepergian Ozza.
"Aku janji...."
ucapan Ozza terpotong oleh Hasna.
"Jangan pernah berjanji, karena janji itu hutang yang berat jika kamu tidak menepatinya. Katakan Insya Allah, karena semua yang terjadi atas kehendak Allah. Jika suatu saat kamu mendapat godaan, maka kuatkanlah imanmu." tukas Hasna.
Ozza tersenyum simpul lalu berkata,
"Insya allah aku akan menjaga hatiku hingga kamu halal untukku."
__ADS_1