
"Aku di kelas" balas Hasna singkat.
Ozza tersenyum simpul, rupanya dia berhasil membuat Hasna membuka pesan darinya.
"Yes, satu peluang terbuka" Ozza berkata sambil senyum sendiri.
"Hay beb.." terdengar seorang perempuan datang menyapa Ozza.
"Olla ?" Ozza terkejut dengan kedatangan seorang perempuan yang juga berpredikat sebagai pacarnya sejak bulan lalu.
Dari banyak nya perempuan yang dia pacari, hanya Olla yang bertahan agak lama meski sering cekcok.
"Olla, Olla, baru juga nggak ketemu tiga hari udah main manggil nama aja !" perempuan itu mencebik.
Olla memang tiga hari ini tidak masuk kuliah karena harus ke luar kota menghadiri pemakaman neneknya di kampung.
"Iya deh maaf, sayang " jawab Ozza dengan senyuman.
"Kok sayang sih? kamu lupa ya gimana kebiasaan kamu manggil aku?" Olla semakin merajuk.
"Eh...salah ya ? maaf beb " ucap Ozza dengan senyum nyengir.
"Beb, beb, bebek kali ? Kamu beneran lupa Ozza?" nada suara Olla semakin meninggi.
__ADS_1
"Iihh, apaan sih kamu? cuma soal panggilan aja di permasalahkan ? Mau di panggil sayang kek, baby kek, bebek kek, ayam kek, terserah aku dong ! Yang punya mulut juga aku, kok kamu nya yang ribet ! " Ozza tak kalah kesal.
"Jelas dong harus di permasalahkan, kalau panggilan aja udah lupa ntar lama lama namanya juga lupa. Terus kebablasan orangnya juga di lupain sekalian !" bentak Olla dengan melipat kedua tangan di dada.
"Terserah kamu deh, aku nggak suka masalah kecil aja di ributkan ! " sahut Ozza dengan mengalihkan pandangan.
Dia lupa cara memanggil Olla, karena memang dia punya beberapa panggilan untuk para wanitanya.
Merasa tidak nyaman bertengkar dengan Ozza, Olla memilih untuk mengalah.
"Ya udah , aku minta maaf. Tapi jangan di ulangi lagi ya " ucap Olla dengan nada melemah.
"Yeee, situ yang minta maaf, sini yang nggak boleh ngulangi? Ini anak radak puyeng kali ya?" kata Ozza dalam hati.
"Ocan. Kan itu panggilan yang kamu berikan untuk aku sejak pertama kita jadian" jawab Olla.
"Ocan?" Ozza melongo
(Kenapa nggak sekalian macan aja thor, kan suka ngamuk😁)
"Iya.Ocan ! Olla Cantik" jawab si Ocan.
"Oh, iya deh maaf kalau aku lupa. Karena sekarang aku lagi pusing mikirin banyak tugas kuliah" Ozza berkelit.
__ADS_1
"Tugas kuliah? sejak kapan kamu mikirin tugas kuliah baby?" Olla tertawa sumbang.
"Sejak, sejak kemaren. Karena aku di marahin terus sama nyokab gara gara nilai kuliah yang selalu di bawah rata rata" lagi lagi Ozza bersilat lidah.
"Oh gitu ya beb, maaf ya tadi sempat nertawain kamu. Habisnya aneh aja kalau kamu tiba tiba peduli sama tugas kuliah." ucap Olla merasa tidak enak hati.
"Kamu tuh yang aneh. Kita di sini kan kuliah, wajar dong kalau mikirin tugas kuliah. Kalau di sini pasar, kita mikirnya gimana caranya buat obral dagangan." jawab Ozza asal.
Namun tiba tiba Ozza kepikiran dengan jawaban asal yang dia ucapkan sendiri, entah kenapa dia merasa apa yang dia ucapkan tadi ada benarnya.
"Benar juga ya? Aku di sini kan kuliah, tapi baru kali ini aku mikirin tugas kuliah dan itu gara gara si kutu buku Hasna, gila ! hanya bertemu beberapa kali aja dia udah bisa ngeracunin pikiranku?" gumam Ozza dalam hati.
"Beb kok ngelamun sih ?" tanya Olla yang melihat Ozza sedang bengong.
Merasa lawan bicaranya tak mendengar, Olla kembali bersuara.
"Ozza, kamu lagi mikirin apa?"
Seketika Ozza terkejut lalu menjawab asal,
"Eh macan, maaf aku lagi mikirin..."
"Apa? macan? kamu panggil aku macan ?"
__ADS_1