Bukan Yang Kedua

Bukan Yang Kedua
Cosplay jadi ayah


__ADS_3

Bi Santi yang saat itu tengah sibuk di dapur tiba-tiba dikejutkan dengan deringan ponsel. Ia dengan sigap mengangkat sambungan telepon tersebut saat tahu sang tuanlah yang menelpon.


“Halo tuan..”


“....”


Mendengar pertanyaan tuannya, buru-buru bi Santi memeriksa ruang tengah dimana terakhir kali ia melihat sang nyonya


“Ada di ruang tengah tuan, sedang menonton tv.” Jawab nya setelah bernafas lega melihat sang nyonya tidak berpindah tempat dari tadi


“....”


“Baik-baik saja tuan. Nyonya saat ini sedang makan cemilan setelah sarapan tadi pagi. Mungkin karena bawaan ibu hamil, nyonya jadi suka makan.”


“...”


“Siap tuan.” Setelah menjawab salam sambungan telepon pun terputus. Ia kemudian mendekati Akifa yang sekarang tengah makan kripik pisang dengan mata fokus ke televisi


“Nyonya..” Panggilnya


Merasa ada yang memanggil, Akifa mendongak melihat siapa yang memanggil “Oh bu Santi ada bu?”


“Apa anda ingin sesuatu? Biar saya buatkan.”


Akifa tersenyum “Gak perlu bu, nanti aku bilang kalau memang mau sesuatu.”


“Baik nyonya, kalau begitu saya permisi.”


Akifa mengangguk menanggapi. Ia hanya bisa geleng-geleng kepala melihat bagaimana formal dan sopan nya para pelayan yang ada di rumah ini kepada nya. Untung saja ia sudah terbiasa akan sikap para pelayan tersebut.


Wanita hamil tersebut kembali fokus dengan televisi yang tengah menampilkan sebuah kartun dengan karakter kotak berwarna kuning yang hidup di dasar laut, apalagi kalau bukan Spongebob.


Yap Akifa tiba-tiba ingin menonton kartun Spongebob, entahlah mungkin bawaan ibu hamil atau sekarang ia sedang ngidam.


Tangannya tak henti-hentinya memasukkan kripik pisang kedalam mulut.


.


.


Berbeda dengan istrinya, Dylan kini masih tertidur lemas di atas tempat tidur. Setelah meminum pereda mual, ia akhirnya bisa sedikit merasa nyaman.


Sambil menunggu Ilham datang membawakan makanannya, Dylan iseng-iseng mencari beberapa artikel mengenai kehamilan. Walaupun ia seorang dokter, bukan berarti Dylan mengetahui segala sesuatu jika diluar dari spesialis nya.


Tak lama pintu kamar dibuka, nampaklah Ilham yang sedang membawa pesanan Dylan. Dylan tersenyum lebar ”Lama...” Ujar Dylan


Ilham Mendengus “Ya iyalah lama, memangnya kau kira cari nasi goreng dengan penjual berkepala botak itu gampang.” untuk nasi gorengnya tak susah untuk dicari, namun penjual dengan kepala botak lah yang susah dicari.

__ADS_1


Ingin rasanya Ilham mencukur habis rambut setiap pedagang nasi goreng yang ia temui.


Tanpa mengindahkan gerutuan Ilham, Dylan mengambil nasi goreng tersebut lalu buru-buru membukanya. Matanya langsung berbinar melihat nasi goreng dengan toping sosis tersebut.


“Ini yakin penjualnya berkepala botak?” Menatap Ilham dengan tatapan curiga


Duduk di samping ranjang “Iyalah, kalau enggak. Mungkin sudah dari tadi aku datang.”


Dylan manggut-manggut percaya sembari mengambil sendok dan mulai memasukkan sesendok nasi goreng kedalam mulutnya


“Hmm tidak buruk. Tidak membuat mual.”


Ilham Mendengus mendengarnya. Sudah capek-capek mencarinya tapi hanya seperti itu respon yang ia terima? Huh! Menyebalkan!


“Aku balik kerja dulu. Kalau ada apa-apa langsung panggil ajah.” Ilham benar-benar berperan sebagai pelayan Dylan


Dylan mengacungkan jempol “Oke, thank's.”


Ilham hanya tersenyum lalu menepuk pundak Dylan setelah nya ia pun keluar dari dalam kamar, kembali mengerjakan pekerjaannya yang sempat tertunda.


Kembali ke sisi lain..


Jam menunjukkan pukul 6 sore namun belum terlihat batang hidung sang suami. Akifa mulai khawatir, walaupun ia sedang merajuk kepada suaminya tetap masih ada rasa khawatir yang memenuhi relung hati.


Wanita hamil tersebut tak henti-hentinya mondar-mandir didalam kamar sembari menggigit ujung kuku jempol.


Tiba-tiba suara mobil yang sangat dikenal Akifa terdengar dari luar rumah. Sontak Akifa mengintip dari balik jendela, senyumnya melengkung saat orang yang ditunggu-tunggu akhirnya keluar dari dalam mobil.


Setelah memastikan suaminya sudah kembali dengan aman, Akifa pun bisa bernafas lega dan lanjut menonton didalam kamar.


Pintu terdengar terbuka, sontak Akifa menoleh kearah sumber suara. Terlihat sang suami datang dengan wajah yang pucat, jujur saja Akifa khawatir namun mengingat wajah Dylan saat di rumah sakit Singapura kala itu membuat nya kembali kesal.


Dylan mencoba untuk Tersenyum, rasa mual yang ia rasakan tadi perlahan-lahan hilang saat melihat istrinya yang tengah anteng menonton di ponsel. Calon ayah tersebut tidak jadi dirawat di rumah sakit karena mengingat ia harus menemani istrinya memeriksa ‘kan kandungan. Dan Dylan tak ingin melewati kesempatan itu.


Pria tersebut memutuskan masuk kedalam kamar mandi untuk mencuci muka serta tangan dan kaki sebelum menemui istrinya.


Akifa memandang suaminya dengan tatapan heran. Seingatnya ia tak pernah mengizinkan Dylan masuk kedalam kamar, tapi bukan berarti ia juga melarangnya. Dan selama ini Dylan tak pernah sekalipun menginjakkan kakinya masuk kedalam kamar kecuali saat tengah malam saat Akifa tidur.


Dylan akan masuk diam-diam untuk mengucapkan selamat tidur kepada istri dan calon anaknya, tak lupa meninggalkan kecupan di kening istirnya.


Mengangkat kedua bahu, acuh. Lalu melanjutkan menonton kartun.


Setelah mencuci wajah serta tangan dan kaki, Dylan keluar dari dalam kamar mandi dengan keadaan wajah yang sudah kering. Ia mengumpulkan keberanian untuk mendekati istrinya secara perlahan-lahan.


Dylan pelan-pelan duduk di samping sang istri di atas ranjang “Sayang..” Panggil Dylan pelan


Akifa hanya bergumam tanpa mengalihkan pandangan mata dari layar ponsel.

__ADS_1


Dylan menghembuskan nafas panjang “Mas sudah mendaftarkan pemeriksaan kandungan besok pagi sekitar jam 10. Kamu tunggu dirumah saja, nanti mas yang akan menjemput mu.”


Akifa terdiam. Ia tak menyangkal suaminya akan begitu perhatian, ia bahkan mengingat bagaimana bi Santi memaksanya untuk makan serta minum susu dan harus habis sesuai perkataan Dylan. Itulah yang dikatakan bi Santi.


Pelan-pelan ia mengangguk menanggapi. Dylan kembali tersenyum lebar “Sudah makan, hmm?”


Lagi, Akifa hanya mengangguk. Dengan penuh keberanian, Dylan mengusap perut istrinya yang masih rata membuat empunya tersentak kaget dan refleks menatap sang suami.


Dylan hanya tersenyum manis tanpa mengindahkan tatapan protes dari sang istri. Ia malah dengan berani mengelus perut Istri nya “Bagaimana keadaan anak kita hari ini? Apa dia bikin kamu repot?”


Akifa akhirnya pasrah, ia tak menjawab pertanyaan Dylan dan melanjutkan menonton kartun. Seakan sudah tau kalau ia akan di abaikan, Dylan malah semakin berani dengan tidur di pangkuan istrinya.


Akifa tersentak, baru ia akan protes namun suaranya tertahan saat Dylan kembali bersuara


“Halo anak papa, gimana kabarnya hari ini? Sehat selalu yah, papa sudah tidak sabar melihat mu hadir.” ucap Dylan seolah-olah berbicara pada jabang bayinya. Tangannya bahkan sudah melingkar di pinggang Akifa


Akifa mengurungkan niat untuk protes, ia akan membiarkan sang suami kali ini bersikap seenaknya. Karena ia pun sebenarnya merindukan sosok Suaminya yang lembut dan sedikit jahil.


“Oh yah sayang, kamu nonton kartu karena ngidam?” Dylan membuka suara sembari menatap wajah istrinya yang menunduk melihat ponsel


“hmm,” Gumam Akifa. Ia sendiri pun tak mengerti kenapa tiba-tiba ia sangat ingin menonton kartun. Dan mungkin saja memang karena ia sedang ngidam.


Dylan tersenyum manis “Kamu tau sayang?..” Memggantung ucapan


‘Tau apa? Belum dikasi tau juga malah nanya!‘


“Sekarang kamu mirip loh sama ayah, ayah kalau jawab sesuatu cuman menggumam hmm, hmm.. doang.”


Akifa menatap datar suaminya. Ia cukup tau bagaimana sifat ayah mertuanya yang memang datar dan juga tau bagaimana ia mengiyakan sesuatu.


Melihat wajah datar istrinya, Dylan tergelak “Hahaha jangan bilang sekarang kamu cosplay jadi ayah yah.”


Akifa tersentak “Enggaklah!” Celetuk Akifa tanpa sadar sembari Mendengus


Dylan tersenyum miring mendengar celetukan sang istri. Ingin kembali menjahili, namun teringat sekarang istrinya sedang hamil yang Otomasi mood nya bak kayu yang terombang-ambing diatas laut. Salah sedikit bisa perang dunia keempat!


Akhirnya Dylan menutup mata menikmati paha istrinya yang dirindukan, wangi yang sangat membuat nya candu.


.


.


TBC


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. Like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️


...Penjet tombol Subscribe nya...

__ADS_1


__ADS_2