
Usia kehamilan Akifa sudah memasuki hampir tujuh bulan. Dan sudah sebulan lamanya Akifa tinggal di mansion mertuanya. Akifa pun mulai membiasakan diri untuk menutup aurat, baik diluar maupun didalam mansion kecuali saat didalam kamar bersama suaminya.
Walaupun telah memasuki kehamilan besar, Akifa kadang-kadang masih suka mengidam. Dan cara Akifa mengidam benar-benar melibatkan seluruh anggota keluarga mertua nya.
Seperti sekarang ini, di mansion telah berkumpul semua saudara suaminya termasuk suami Ilya. Mereka mengadakan acara barbeque ditaman samping mansion di hari weekend.
Malam hari tiba, setelah acara barbeque yang di isi dengan tawa dan canda, mereka masih berkumpul di sana sembari tertawa riang.
Akifa bersenandung kecil, entah mengapa ia tiba-tiba ingin menyanyi. Lantas melihat sebuah panggung kecil yang memang tadi sengaja dibuat membuat Akifa ingin Suaminya berdiri disana sembari bernyanyi dan melihatnya dengan tatapan penuh cinta. Sama persis yang ia baca di novel!
“Mas..” Panggil Akifa yang ada di samping Dylan
Dylan menoleh lalu mengecup pipi istrinya “Ada apa, hmm?”
“Mas bisa nyanyi?” Tanya Akifa membuat Dylan Memicingkan mata, ia seperti mencium bau-bau sesuatu
“Hmm bisa, sedikit. Memangnya kenapa?”
“Hehe mas nyanyi buat aku yah, sekalian sama dedek bayi.” Mengelus perutnya
Dylan tersenyum. Tak masalah, Ia cukup percaya diri dengan suaranya “Baiklah.” Jawaban Dylan berhasil membuat mata Akifa berbinar senang
“Tunggu Disni, okey?” Akifa mengangguk bersemangat
Dylan beranjak dari duduknya dan masuk kedalam mansion. Senyum Akifa tak pudar saat sang suami dengan gampangnya menyetujui apa yang ia inginkan.
“Ngidam apa lagi, Fa?” Ilmy buka suara saat abangnya masuk kedalam mansion
“Aku pengen lihat mas Dylan nyanyi, kak. Nyanyi romantis gitu, biar kaya di film-film. Laki-lakinya nyanyi lagu romantis buat kekasih nya.” Membayangkan nya saja membuat senyum Akifa melengkung lebar
“Suara Dylan memang gak buruk. Pantas saja dia langsung mau.” Seru Ilmy, sesuatu yang baru Akifa tau
“Wah.. jadi gak sabar.”
Tidak lama kemudian, Dylan kembali sembari membawa gitar. Sebelum naik keatas panggung, ia mampir terlebih dahulu memberikan kecupan di pucuk kepala istrinya. Semakin membuat Akifa kesemsem
“Loh sejak kapan Dylan bisa main gitar?” Seru Ilmy melihat Dylan naik keatas panggung sembari membawa gitar
“Mas Dylan gak bisa main gitar kak?” Refleks, Ilmy mengangguk “Aku kira bisa, soalnya mas Dylan percaya diri banget bawa gitar.”
“Nah itu dia, kamu tau Lon?” Tanya Ilmy pada Delon. Sedangkan yang ditanya hanya menggeleng pelan, ia juga baru tau adik kembarnya bisa main gitar
“Ya, mungkin saja Dylan memang bisa main gitar. Hanya saja dia tidak pernah memperlihatkannya.” Sahut Fatih
“Tidak.. tidak.. Dylan itu kan sombong, aku yakin dia cuman gaya-gayaan doang bisa main gitar padahal aslinya gak bisa.” Ilmy tetap pada pendiriannya
“Kalau gitu kita lihat saja dulu kak.” Timpal Ilya. Ia selalu mempercayai Dylan, Abang nya yang tak pernah sekalipun marah padanya. Berbeda dengan Delon yang biasanya tak kenal ampun.
Diatas panggung, sudah disediakan mic dan juga speaker. Ibu Dian dan juga ayah Ilyas mendekati anak-anak dan anak-anak menantunya
“Itu Dylan mau ngapain?” Tanya Ibu Dian duduk disebelah Akifa
“Mau nyanyi bu,”
Dylan duduk di depan sebuah Mikrofon sembari memangku gitar.
“Tes.. 1.. 2.. 1.. 2 dicoba..” Setelah yakin mic sudah berfungsi dengan baik, Dylan mulai membuka suara “Ehem.. selamat malam semuanya.. aku disini ingin mempersembahkan sebuah lagu untuk istriku tercinta yang sedang mengidam, semoga kalian semua terhibur.” Setelah mengucapkan salam sambutan yang membuat Akifa semakin klepek-klepek, Dylan pun mulai bernyanyi
Sembari bermain gitar, Dylan bernyanyi
__ADS_1
Uuuuuuuu...🎵🎵
Di... setiap kataku, di setiap air mataku slalu ada kamu🎵
Di setiap kataku ku sampaikan cinta ini, cinta kita...🎵
Ku tak akan mundur..🎵
Ku tak akan goyah..🎵
Meyakinkan kamu.. mencintai ku..🎵
Tuhan ku cinta dia...🎵
Ku ingin bersamanya..🎵
Ku ingin habiskan nafas ini, berdua dengan nya..🎵
Jangan rubah takdir ku.. satukanlah hatiku dengan hatinya...🎵
Bersama sampai...... 🎵
Akhir...🎵
Dylan menyanyi sambil menatap istrinya dengan penuh cinta, semuanya tak percaya kalau Dylan dapat memainkan gitar. Mereka memang sudah tau bakat pria itu dalam menyanyi, namun Dylan tak pernah menganggap serius bakatnya itu dan lebih memilih menjadi dokter dibandingkan penyanyi. Karena itu mereka kaget karena rupanya Dylan mendalami bakatnya.
Semua orang menikmati nyanyian Dylan, bahkan para pekerja di mansion pun ikut menonton pertunjukan dadakan majikannya malam ini.
Satukanlah hatiku dengan hatinya.. uuuuhhhh🎵
Bersama sampai....🎵🎵
Semua orang bertepuk tangan setelah Dylan menyayikan lagu salah seorang penyanyi dan musisi tanah air. ‘Andmesh’ yang berjudul ’Jangan rubah takdir ku’, Dylan sengaja memilih lagu ini bukan hanya karena romantis namun ia juga ingin mengenang perjuangan nya dulu saat Akifa marah padanya.
Sama halnya dengan lirik lagu yang ia nyanyikan, Dylan selalu menyebut nama istrinya setiap berdoa. Berdoa agar Akifa lah jodohnya di dunia dan di akhirat kelak. Selalu mengingat kekasih halalnya itu dimana pun ia berada.
Terharu, Akifa sangat terharu. Ingin rasanya ia berlari dan memeluk sang suami. Namun karena hamil besar ia hanya bisa menunggu sang suami mendekatinya.
Dylan kembali menaruh gitar lalu berjalan cepat Memeluk istrinya yang sudah akan menangis karena terharu
“Bagaimana, sayang?” Mengelus perut buncit sang istri
“hmm papa hebat bangat. Mama tambah cinta, iyakan sayang.” ikut mengelus perutnya seakan meminta pendapat bayinya
Dylan tertawa pelan lalu mengecup kening sang istri dihadapan mereka semua membuat para pekerja seakan meleyot melihat adegan romantis itu.
Kali ini Ilmy hanya diam dan tak ingin bersuara karena tak Ingin mengacaukan suasana romantis dan haru dari kedua pasutri itu. Diam-diam ia melirik pujaan hati nya, Marcell yang rupanya ada disana namun ia sungkan untuk bergabung.
‘Semoga dia jodohku ya Allah..’ Batin Ilmy, dalam lagu yang dibawakan abangnya juga, mengisahkan tentang dirinya yang selalu berdoa dan menyebut nama Marcell didalam doanya.
Fatih melihat istrinya lalu mengecup pipi tirus itu “Mau, aku menyanyi juga sayang?”
Sontak Ilya menatap suaminya “Memangnya kamu bisa yank?”
Fatih tersenyum “Tunggu disini.” Mengelus kepala istrinya lalu naik keatas panggung
“Ehem.. Assalamu'alaikum dan selamat malam semua.” Seketika semua mata tertuju kearah panggung
“Pertunjukkan yang dibawakan Dylan tadi sangat bagus dan menyentuh hati, dan sepertinya istriku juga ingin aku nyanyikan.” Perkataan Fatih sontak membuat semua orang disana melihat Ilya yang rupanya terlihat kaget karena namanya dibawa-bawa
__ADS_1
“Jadi, aku juga ingin menyayikan lagu untuk istriku tercinta.” Semua orang bertepuk tangan
Fatih tidak menggunakan gitar karena ia memang tidak bisa menggunakannya. Ia hanya berdiri sembari memakai mic dan dibantu dengan speaker.
Hmmm.. hmm.. hmmm..🎵
Bila... Kau sanggup untuk..🎵
Melupakan dia..🎵
Biarkan aku hadir dan menata..🎵
Ruang hati yang.. tlah tertutup lama.. 🎵
Ouuhh..🎵
Jika... Kau masih ragu untuk menerima..🎵
Biarkan hati kecil mu bicara...🎵
Karena ku yakin kan datang saatnya.. houuuhhh🎵
Kau jadi bagian hidupku...🎵
Kau jadi bagian hidupku...🎵
Takkan pernah berhenti..🎵
Untuk slalu percaya.. 🎵
walau harus menunggu sribu tahun lamanya..🎵
Biarkanlah terjadi.. wajar apa adanya..🎵
Walau harus menunggu...🎵
Sribu tahun lamanya.. uhhh🎵
Ilya melongo, tak dapat dipercaya suara Fatih tak kalah dengan penyanyi-penyanyi tanah air. Sangat bagus.
Ilya jadi bertanya-tanya, hal apa yang tak bisa dilakukan suaminya? Memasak, bisa. Membersihkan rumah, bisa. Mencari uang, jangan ditanya lagi. Sekali lagi, Ilya bersyukur telah dipersunting oleh tuan muda Warrent itu.
Lagu yang dinyanyikan Fatih itu tidak semata-mata karena romantis saja, kecuali kan bait pertamanya, langsung ke reff. Sesuai lirik lagu, Fatih ingin menyampaikan bahwa sahnya ia akan menunggu Ilya siap hidup bersama dengannya walaupun harus menunggu sampaj kapan pun itu.
Tapi mungkin lagu ini bukan hanya tertuju pada Fatih, namun Delon pun terasa tersentil akan lirik reff lagu dari ‘Tulus’ yang berjudul ’1000 tahun lamanya’ yang dinyanyikan Fatih sekarang. Ia mengelus dada dan berharap gadis yang ia tunggu-tunggu akan segera ia temukan.
‘Aamiin..’
.
.
.
TBC
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. Like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️
...Penjet tombol Subscribe nya...
__ADS_1