Bukan Yang Kedua

Bukan Yang Kedua
Datang Melamar


__ADS_3

Dylan meringis merasakan lidah sang istri di leher. Ia mencoba menjauhkan lehernya dari kepala sang istri dengan lembut, namun Akifa malah mengeratkan pelukannya


“Sayang, jangan seperti ini. Aku tidak mau kehilangan kendali.” Ujar Dylan dengan suara serak


Akifa melepas pelukannya, lantas melihat Dylan dengan senyum licik “Memangnya kenapa kalau lepas kendali.” Menaik turunkan alis


Akifa kembali melingkarkan tangan di leher suaminya sembari menekan dada yang semakin bertambah usia kehamilan, semakin besar juga aset milik istrinya


“Hnm memangnya gak mau?” Suara yang dibuat mendayu-dayu sungguh membuat sesuatu yang dibawah meronta-ronta


Dylan menelan ludahnya lekat “Jangan salahkan mas.” Menarik tengkuk istrinya lalu melumaat dalam bibir ranum Akifa


Akifa tak terkejut lagi, karena memang ini yang ia inginkan. Dari pertama ia melihat tubuh kekar suaminya yang berkeringat sungguh membuat hasrat Akifa terbangun. Ia lantas Mengalungkan kedua tangan dileher sang suami dan membalas ciuman panas itu.


“Empphhh.. ah mas..” Desahaan Akifa lolos begitu saja saat tangan kekar Dylan masuk kedalam baju terusan yang Akifa pakai dan meremaas benda yang sedari tadi menyita perhatian Dylan


“Jangan memancing mas, sayang. Mas tidak akan melepaskan mu begitu saja kalau sudah terpancing.” Ia benar-benar tak ingin lepas kendali. Apalagi ia baru saja sudah berolahraga membuat tenaga semakin bertambah


Bukannya menghindar, Akifa malah semakin mempererat pelukannya lalu sedikit berjinjit dan berbisik ditelinga Dylan “Sekalian ikat aku mas,” suaranya yang dibuat sedikit mendesaah membuat kepala Dylan pening.


Sontak, ia menggendong istrinya ala bridal “Main disini?” Memainkan alis naik turun


“Pintunya tembus pandang mas.”


Dylan melihat pintu lalu melangkah ke sebuah ruangan disana. Ia masuk kesebuah ruangan ganti baju lalu tak lupa mengunci pintu. Sambil mencium sang istri, Dylan meletakkan istrinya di atas matras dan memulai permainan.


Suara desahaan dan erangan terdengar sampai keluar. Terdengar bagaimana Akifa yang berteriak-teriak dan pernyataan cinta Dylan.


Sialnya, Delon yang saat itu kembali ke ruang gym karena handuk dan botol air mineral nya ketinggalan datang kembali untuk mengambilnya.


“Damn!” Memandangi pintu ruang ganti “Huh! Mereka melakukan nya dimana pun merek mau!” Lalu keluar dari sana dengan membanting pintu ruang gym, berharap agar dua orang yang sedang mencari kenikmatan dunia sadar akan suara mereka.


Namun sayang, Akifa dan Dylan tak mendengar sama sekali. Bahkan mereka sudah no naked dan matras sudah bergoyang keras. Dylan tak berani melakukannya dengan beberapa gaya karena kehamilan sang istri.


Hingga akhirnya mereka sampai pada puncak yang dari tadi keduanya cari.


“I love you, terima kasih.” Mencium kening Akifa


Akifa yang masih ngos-ngosan dibawah Kungkungan Dylan hanya mengangguk “Love you too.” Balasnya

__ADS_1


Keduanya saling tatap lalu sama-sama tertawa. Mereka merasa keterlaluan, di mansion orang tuanya mereka bermain di ruang ganti ruangan gym. Sama sekali tak terpikirkan oleh keduanya bagaimana kalau ayah atau ibu datang ke ruang gym dan mendengarkan suara mereka.


.


.


Ceklek..


Dylan masuk kedalam kamar untuk memanggil istrinya. Terlihat sang istri yang tengah bercermin dengan pakaian syar'i. Akifa terlihat sangat cantik dalam balutan hijab. Perutnya yabg besar tak terlalu terlihat karena pakaian yang ia pakai, walau begitu orang yang melihat pasti sadar kalau Akifa memang sedang hamil.


Dylan tersenyum melihat penampilan istrinya. Sangat cantik dan terlihat lebih anggun. Istri siapa sih itu! Yang ‘anggun‘ nya tak tertolong!


Hari ini adalah hari kedatangan keluarga besar Fatih untuk melamar Ilya, maka dari itu Akifa ikut memakai pakaian seperti yang selalu digunakan mertua, kakak ipar serta adik iparnya. Apalagi setelah mendengar cerita Dylan mengenai bagaimana keluarga yang akan melamar Ilya semakin membuat Akifa menggebu-gebu ingin menggunakan hijab walaupun mungkin belum permanen.


“Sayang? Sudah? Ayo kita turun.” Memeluk tubuh Akifa dari belakang sembari membelai perut istrinya yang membuncit


“Bagaimana mas? Aku cantik gak?” Ia malah semakin percaya diri karena perutnya yang membuncit.


Dylan tersenyum lantas mengecup pipi Akifa dari samping “Sangat cantik, mas suka lihat Istri mas yang tertutup seperti ini.”


Ginjal Akifa sudah seperti akan merosot mendengar perkataan suaminya, ia tentu tau Dylan mengatakan hal itu tanpa makna apapun tapi Akifa juga tau Dylan pasti ingin dirinya memakai pakaian tertutup. Hanya saja, Akifa masih belum yakin dan dia tak ingin mempermainkan agama dan imannya yang hanya setipis kantong keresek.


Dylan tertawa pelan “Mau nya yang kedua, tapi nanti mas malah di bacoki sama ayah.” Akifa tergelak, lantas ia memutar tubuh menghadap suaminya dan berjinjit mencium sekilas bibir Dylan


“Ayo kita turun.”


Dylan mengecup bibir Istrinya dan turun mengelus perut Akifa lalu menarik tangan istrinya keluar dari kamar.


...***...


Hari ini adalah hari yang sudah Fatih tunggu-tunggu. Ya, apalagi kalau bukan melamar pujaan hatinya.


Rombongan keluarga Fatih datang ke kediaman keluarga Sam. Mereka disambut dengan penuh hangat oleh keluarga Sam.


Kini kedua belaha keluarga sudah duduk di ruang keluarga sembari berbincang-bincang. Tentang masa lalu ataupun bisnis. Hanya Fatih yang terlihat tidak terlalu fokus karena dari tadi ia mencari-cari dimana keberadaan calon istrinya


Kira, sang adik yang ada disebelahnya menyiku perut abangnya “Cari calon istrinya yah bang?” Tersenyum jahil


Fatih tersentak, tangan nya tersangkat mengelus kepala sang adik “Tidak baik main bisik-bisik di rumah orang lain.” Fatih yang memang mempunyai sifat lembut menasehati adiknya

__ADS_1


“Fa, buat Ira agar tidak berbuat macam-macam.”


Tifa yang saat itu duduk di samping Kira langsung mengangguk dan menggenggam tangan saudara kembarnya. Kira mencebik, ia lantas mengeratkan genggaman tangan ditangan adiknya.


Atifa nur Warrent, putri bungsu pasangan Ares dan Lyza yang sangat datar itu menoleh kedepan dan tak sengaja tatapan matanya bertemu dengan wanita hamil yang tengah duduk dihadapannya dan tengah menatap kearahnya tanpa berkedip.


Alis Tifa sedikit berkedut melihat tatapan ibu hamil tersebut. Ia merasa sedikit gemas akan mata bulatnya yang menatap dia dan kakak kembarnya penuh damba. Atifa tak tau apa yang membuat istri dari tuan muda kedua keluarga Sam itu menatapnya dengan lekat.


Berbeda dengan Akifa, wanita hamil tersebut memandangi Tifa dan Kira karena wajah mereka yang sangat mirip. Apalagi melihat perbedaan ekspresi mereka yang sangat kontras tak berbeda jauh dengan suami dan kakak iparnya.


Tapi yang lebih menghantui pikiran Akifa adalah, Ilya dan Fatih yang akan menjadi sepasang suami istri tersebut sama-sama memiliki gen kembar yang kental. Bisa jadi, anak mereka nanti pun kembar.


Tak sadar, Akifa mengelus perutnya yang buncit melihat Tifa yang terlihat datar sama seperti adik iparnya walaupun kadang Ilya tetap sedikit tersenyum tipis saat dilirik.


Dylan, pria yang empat bulan lagi akan menjadi ayah itu tak sadar akan tatapan istrinya karena sekarang ia fokus berbicara dengan Fatih, teman masa kecilnya.


“Fa..” Ilmy sedikit berteriak memanggil


Sontak, Akifa menoleh “Iya?” Jawabnya bersamaan dengan Tifa yang juga menoleh.


Tifa dan Akifa saling memandang. Bukan hanya mereka berdua, tapi atensi semua orang disana memandang mereka dengan tatapan heran lalu menoleh kearah Ilmy yang sudah mendekat.


“Ah maaf, tadi aku memanggil Ifa.” ucap Ilmy


Kira yang ada disamping Tifa menjawab “Nama Adikku Atifa, biasanya di panggil Tifa atau Fa.”


Akifa yang mendengar terkejut, matanya tiba-tiba berbinar tanpa alasan “Benarkah? Namaku Akifa, biasanya juga di panggil Ifa!”


Mereka semua disana tertawa mendengar dan mengetahui persamaan nama keduanya. Kecuali tentu para orang-orang yang memang mempunyai sifat datar dan dingin.


.


.


.


TBC


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. Like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️

__ADS_1


...Penjet tombol Subscribe nya...


__ADS_2