Bukan Yang Kedua

Bukan Yang Kedua
Ke-posesifan camer dan cakpar


__ADS_3

Fatih menelan ludah nya dengan susah payah. Keringat dingin hampir saja keluar saat melihat ayah mertuanya memandang tajam kearah nya sedangkan kakak iparnya pun tak beda jauh.


Maaf.. masih calon!


Kening Dylan berkerut saat melihat seseorang yang ia kenal keluar dari dalam mobil bersama adiknya.


“Loh itukan..” Gumam Dylan


“Fatih Lan, calonnya Ilya.”


“Apa? Jadi.. Fatih yang melamar Ilya?” Tanyanya dengan wajah tak percaya


Ilmy hanya mengangguk, lantas ia mengikuti Delon dan kedua orangtuanya yang sudah lebih dulu menghampiri Fatih dan Ilya


“Kenal mas?” Tanya Akifa yang dibantu berdiri oleh suaminya


“Teman sd mas dulu, sayang. Yah mungkin sekarang rekan bisnisnya Delon.”


Akifa manggut-manggut “Ganteng yah mas, keliatan bule nya.”


Dylan mendengus kesal “Sayang.. lupa sama apa yang mas bilang tadi, hmm? Mau dihukum yah?” Menampilkan senyuman manis seperti biasa, namun terlihat mengerikan dimata Akifa


“Hehe maaf mas, kebiasaan emang kalau liat yang bening-bening gitu rada gimana gitu..” Memamerkan gigi nya


“Sudah janji loh tadi.”


“Astagfirullah.. iya mas, beneran gak bakalan keulang lagi.” Menaikkan dua jarinya membentuk huruf V


Menarik hidung istrinya gemas “Jangan ingkar.”


“Hehe pasti! Oh ayo mas kita kesana juga.” Menarik tangan suaminya menuju ke kerumunan disana


Dylan memandang mereka semua “Sepertinya aku harus menyelamatkan calon adik ipar ku.” Gumam Dylan menggandeng tangan istrinya sedangkan tangan yang satunya merangkul pundak sang istri


Di sisi lain


Fatih tersenyum kepada kedua calon mertu serta calon kakak iparnya “Assalamu'alaikum,” Salam Fatih dan Ilya


Ilya mengecup punggung tangan ayah dan ibunya. Diikuti oleh Fatih. Belajar dari pengalaman, Fatih hanya mengatupkan tangan didepan dada untuk calon ibu mertuanya.


“Wa'alaikum salam.” Jawab mereka serentak


“Loh sayang, kok bisa sama nak Fatih?” Tanya Dian, padahal mereka belum mengatakan siapa pria yang datang melamar, tapi tidak mungkin juga Ilya sudah tau sendiri kan siapa calon suami nya.


Ilyas dan Delon menatap tajam Fatih “Kau tidak mengambil kesempatan kan..” Memicingkan mata. Walaupun pasti Ilyas akan merestui hubungan mereka, tentu saja ia tidak akan semudah itu memberikan putri bungsunya begitu saja.


Fatih menanggapi dengan senyuman, setidaknya ia sudah tau bagaimana posesif nya para pria di keluarga Sam dengan wanita-wanita dikeluarga mereka.


“Kami tidak sengaja bertemu dijalan tadi, om.” Jawabnya dengan penuh sopan santun


“Tidak sengaja??!” Kali ini Delon yang memberikan tatapan curiga


“Ck! Kalian ini! Mungkin memang tidak sengaja.” Timpal Ilmy melihat ke-posesifan ayah dan abangnya. Ia jadi kesal sendiri karena sampai sekarang ia menjomblo di usia 27 tahun karena kedua pria itu, ah! Termasuk abangnya yang sudah menikah!

__ADS_1


“Iya, kalian terlalu banyak tanya. Kalau masih belum percaya..” Dian beralih melihat putri bungsunya


“Beneran gak sengaja ketemu, sayang?”


Ilya mengangguk “Kak Fatih yang bantu Ilya bu. Ban mobil Ilya meletus, terus tadi Ilya udah telepon sopir. Cuman sopir gak bisa datang jadi tadi kak Fatih yang nawarin tumpangan.” Ilya menjelaskan semuanya agar tidak ada lagi yang salah paham.


“Tuh.. kalian saja yang terlalu banyak praduga.” Seru Ilmy


Mendengar penjelasan Ilya, Ilyas dan Delon semakin menatap curiga kearah Fatih. Bagaimana bisa Fatih tiba-tiba ada disana saat ban mobil Ilya meletus? Apa jangan-jangan pria itu mengikuti Ilya? Pikir keduanya.


Dan yah, memang Fatih mengikuti Ilya saat tadi tidak sengaja melihat Ilya keluar dari sebuah warung makan. Mengikuti kata hati, Fatih pun mengikuti calon istrinya. Dan tidak disangka-sangka, ia mendapatkan jackpot saat melihat Ilya mendapatkan musibah! Dengan berperan sebagai pahlawan kesiangan, Fatih dengan bangga menawarkan bantuannya kala itu.


“Iya, harusnya kalian jangan mencurigai orang Begitu saja.” Tutur Ilya, lantas ia menoleh melihat Fatih “Terima kasih untuk tumpangannya kak.”


Fatih tersenyum manis “Sama-sama, yasudah saya mau pulang dulu om, tante, semuanya.”


“Loh kok buru-buru?” Tiba-tiba Dylan datang bersama istrinya “Lama tidak berjumpa, Fatih.”


Fatih tersenyum lebar “Yo Lan.. sudah sangat lama ya.” Dylan dan Fatih nampak berpelukan sambil menepuk-nepuk punggung satu sama lain sebelum melepaskan nya.


“Bagaimana kabarmu?” Tanya Dylan kepada teman SD-nya


“Alhamdulillah baik.. kamu sendiri?”


“Sama, aku juga Alhamdulillah baik. Oh yah kenalkan ini istriku. Sayang dia Fatih teman Sd ku dulu.”


Fatih mengatupkan tangan didada “Fatih..” Ucapnya tersenyum manis


Akifa balas tersenyum manis sembari mengatupkan kedua tangan didepan dada “Akifa.. istri mas Dylan.”


“Hahaha Alhamdulillah.. hasil kerja keras tiap malam.”


“Mas..” Ahk bisakah sekarang Akifa mengubur kepala suaminya! Agar tidak mengatakan hal memalukan didepan orang-orang.


“Kenapa sayang? Benarkan?”


“Ishh terserah kamu ajah deh mas!”


Mereka yang ada di sana hanya mengulum senyum melihat pasutri tersebut. Iri? Tentu saja! Menggigit jari! Hanya itu yang bisa mereka lakukan! Untuk yang para jombloan dan jomblowati.


“Tapi, kalau kamu sih. Sepertinya restuku sudah kau kantongi.”


Fatih tersenyum senang “Alhamdulillah, makasih loh kakak ipar.”


Mereka tergelak kecuali Delon dan Ilyas serta Ilya yang memang mempunyai sifat sebelas dua belas.


Setelah berbasa-basi sedikit, Fatih pun pamit dan pergi dari sana. Setelah kepergian Fatih, Ilyas lantas memegang kedua pundak Ilya


“Sudah berapa kali ayah bilang, jangan mau ikut sama orang asing begitu saja.” Ucapnya dengan wajah yang serius


Melihat wajah ayahnya yang serius seperti itu, entah mengapa Ilya tiba-tiba jadi merasa bersalah “Maaf.. gak akan ada lain kali.” Lirihnya


“Iya! Kita tidak tau dia orang baik atau tidak!” Timpal Delon. Walaupun ia cukup tau bagaimana sifat Fatih, sebab mereka selalu menjalin kerjasama dalam dunia bisnis. Tapi tetap saja ia tak akan memberikan adiknya dengan mudah!

__ADS_1


“Kalian ini! Nak Fatih itu orang baik! Dasar posesif.” Gerutu Dian, wanita paruh baya tersebut Menggandeng tangan Ilya dan membawanya duduk di rumah kokok meninggalkan mereka semua.


Akifa menahan tawa, ia tidak menyangka akan sangat sulit untuk mendapatkan restu dari Ayah dan kakak iparnya. Dan yang paling lucu adalah sikap mereka yang terkesan sangat berlebihan namun terlihat menggemaskan.


Akifa dan Dylan juga mengikuti langkah Dian. Akifa masih belum puas main ayunan. Ilmy tersenyum mengejek kepada kedua pria disana “Haha rasakan!” Ucapnya dan Langsung lari mengejar sang ibu


Ilyas dan Delon mendengus. Tanpa kata, mereka pun mengikuti semua orang yang pergi lebih dulu.


.........


Malam hari, di pinggir kolam renang. Tepatnya dikursi pinggir kolam renang, Dylan dan Delon duduk berdua. Terlihat mereka sedang membicarakan sesuatu yang penting


“Bagaimana dengan perjodohan itu?” Dylan membuka suara


“Masih jalan sampai sekarang.” Jawab Delon acuh


“Jangan terlalu acuh begitu. Bagaimana dengan gadismu? Sudah kau temukan?”


Delon menghele nafas kasar “Kalau sudah, perjodohan ini sudah lama batal dan sudah lama juga aku beristri!”


Dylan tertawa kecil “Sudahlah lupakan saja. Sudah 4 tahun kau mencarinya tapi masih belum kau dapatkan.”


Delon berdecak kesal “Jangan mengatakan hal yang tidak akan pernah terjadi.” Ia tetap mencintai gadisnya yang entah dimana sekarang.


“Hei.. setia memang bagus. Tapi dalam kasusmu, gadis itu bahkan tidak mengenalmu! Dan lagi, Bagaimana kalau gadismu itu sudah bersuami? Tidak mungkin kau akan merebutnya.”


Delon terdiam, perkataan Dylan terlalu mengena dalam ginjalnya. Ia menghela nafas panjang “Jandanya masih ada.” dengan gaya yang sangat santai tanpa beban ia menjawab


“Hahahah gila!! kau mau mengikuti langkah ayah yang menikahi janda. Terus kalau gadismu itu tidak akan pernah jadi janda bagaimana?”


“Diamlah! Masuk sana ke kamar mu! Istrimu pasti mencari mu,”


Dylan mengedikkan bahu, lantas ia bangun dari duduknya. Menepuk pundak sang kakak “Aku bercanda, kalau memang sudah jodoh. Aku yakin akan ketemu, lalu jangan pantang nyerah. Soalnya ibu juga kurang suka dengan gadis yang dijodohkan dengan mu.”


Dylan melangkah hendak pergi dari sana, namun tiba-tiba Delon kembali mengatakan sesuatu dan menghentikan langkah Dylan


“Bagaimana dengan Ilmy?” Tanya Delon


Tanpa kembali duduk “Seharusnya aku yang tanya, bagaimana dengan Ilmy? Dan bagaimana tanggapan Kak Marcell?”


Delon hanya diam “Ar tidak pernah merespon.”


“Hahhh jangan terlalu keras, Lon. Biarkan semuanya mengalir begitu saja, sudah aku katakan kan jodoh tak akan kemana!” Setelah mengatakan hal itu Dylan pun pergi dari sana meninggalkan Delon yang mempunyai banyak pikiran.


.


.


.


TBC


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. Like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️

__ADS_1


...Penjet tombol Subscribe nya...


__ADS_2