Bukan Yang Kedua

Bukan Yang Kedua
Nyamuk pengganggu


__ADS_3

Setelah mengambil beberapa dessert untuk si ibu hamil, Dylan berbalik hendak kembali ke tempat nya. Namun langkah Dylan terhenti saat melihat seorang pria yang sangat ia kenali.


Tidak mungkin Dylan melupakan sosok pria yang menyatakan perasaannya di hadapan umum kepada istrinya saat itu. Dan tak mungkin juga Dylan melupakan dimana Akifa mencampakkan pria itu demi tiga puluh juta


“Apa lagi yang dia mau!” Geram Dylan. Ia tentu tau kalau keluarga dari mantan sang istri itu pasti akan datang secara mereka adalah relasi bisnis, namun Dylan tidak menyangka si manja yang akan datang.


Nampak disana Akifa tak menyambut hangat mantannya


“Akifa? Iya Benar kamu Akifa. Bagaimana kamu bisa masuk kesini?” tanya Angga, mantan pacar Akifa dengan tatapan heran


“Hmm memang nya kenapa kalau aku ada disini?” Menatap datar Angga


Terlihat Angga tak senang dengan tatapan datar mantannya. Mantan yang ia benci namun rindu disisi lain. Tatapannya turun kearah perut Akifa


“Kamu... Hamil??” Wajahnya syok melihat perut Akifa menonjol


Akifa mendengus “Memangnya kenapa kalau aku hamil? Bukan urusan mu!” Ketusnya


Angga terdiam, detik berikutnya ia tersenyum mengejek “Jangan bilang kalau sekarang kau jadi simpanan pria tua kaya. Hahahaha itu memang cocok untuk mu si matre!”


Akifa mencebik kesal, lantas ia menatap mantannya dengan tatapan datar dan malas “Memangnya kenapa kalau aku jadi simpanan pria kaya? Hah? Masalah buat kau? Lagian yah kita udah gak punya hubungan apa-apa! Hidupku yah hidup ku! Dasar anak mami!” ingin sekali rasanya Akifa menjambak rambut gondrong mantan sialan itu!


Angga menggeram kesal “Huh! Dan sekarang kau hamil anak pria tua itu? Oh ya Ampun! Hamil anak haram ajah bangga!”


Marah! Akifa Marah. Lantas ia berdiri dan hendak menyiramkan jus ke mantan sialan nya


Byurrr..


Tangan Akifa terhenti, ia terkejut saat tiba-tiba Ilmy maju dan menyiramkan jus ke kepala Angga. Dengan wajah yang kesal, Ilmy angkat bicara “Hei! Berani-beraninya kau menghina adikku dan calon keponakan ku!” Berkacak pinggang


Bukan hanya Ilmy, bahkan sampai Delon pun maju mencengkeram erat kerah jas Angga “Jangan menghina adik dan keponakan ku!” Ucapnya dengan nada dingin. Delon memang tidak suka mencampuri urusan orang lain, namun berbeda jika yang diganggu adalah keluarga nya. Ia pasti akan turun tangan langsung


Belum sempat Angga mencerna semua yang sudah terjadi. Tiba-tiba dari belakang ada yang menarik dan menyeretnya keluar dari ballroom hotel dengan cepat.


Akifa terkesiap saat melihat sang suami menarik Angga keluar hotel dengan wajah yang memerah marah, rahangnya terlihat mengetat!


“Mas...” Lirih Akifa mengejar suaminya


Ilmy ikut mengejar Akifa dan Dylan, sedangkan Delon kembali duduk agar tidak menarik perhatian para tamu yang ada. Mereka tak ingin mengacaukan pesta pernikahan Ilya


Sesampainya di luar..


Bruukk...


Dylan dengan keras melempar Angga ke tanah. Lamtas ia menghajar wajah Angga, lebih tepatnya mulut yang dengan beraninya menghina istri dan juga calon anaknya. Tak tanggung-tanggung, Dylan menghajar Angga sampai pria itu pingsan setelah lelah meminta ampun dan mengerang kesakitan


Akifa termangu ditenpatnya, ia baru pertama kali melihat sisi suaminya yang seperti ini. Terlihat sangat berbeda dengan apa yang selama ini ia lihat.


Pelan-pelan, Akifa menghampiri suaminya. Lantas ia memegang lengan Dylan dengan ragu “Mas..” Lirihnya


Dylan tersentak, ia berbalik melihat istri nya. Lantas dengan cepat Dylan memeluk erat Akifa, mendekap nya erat. Ia takut hinaan yang dilontarkan Angga menyakiti perasaan sang istri.


“Kamu tidak apa-apa, sayang?” Mengurai pelukan sembari Menangkup wajah istrinya, meneliti setiap detil wajah sang istri.


Akifa menggeleng pelan “Aku baik-baik ajah kok mas. Mas sendiri gimana? Ada yang luka gak? Lagian mas kenapa harus pake kekerasan sih!”


“Tuan muda..”

__ADS_1


“Ar? Tenang saja, ini bukan masalah.”


Terlihat Marcell datang dengan berlari. Marcell memang sempat melihat pertikaian tadi, karena itu ia langsung berlari mengejar majikannya.


“Dia..” Marcell melirik kearah Angga yang sudah pingsan. Dua orang satpam sudah datang dari tadi namun tak berani melerai.


“Tolong urus pria brengsek itu!” Mengatakan namanya saja Dylan tak sudih


Marcell mengangguk patuh “Serahkan pada saya tuan muda.”


“Terima kasih, kalau begitu kami masuk dulu.” Setelah melihat anggukan Marcell dan juga Ilmy, pelan-pelan Dylan menuntun sang istri masuk kembali kedalam ballroom hotel, tempat pesta berlangsung.


Dan tinggallah Marcell, Ilmy dan kedua satpam serta Angga yang masih ada di lantai.


“Anda tidak kembali masuk kedalam, nona?”


Ilmy tersenyum menampilkan gigi “Aku akan membantu disini.” Jawabnya, walaupun setengah hanya modus namun setengahnya lagi memang benar, ia ingin membantu.


“Tidak perlu, saya bisa menanganinya sendiri.”


“Enggak, aku akan membantu.” Sifat keras kepala Ilmy keluar


“Tidak, saya bisa..”


“Aku ikut bantu! Titik!” Tegas Ilmy membuat Marcell menghela nafas panjang. Pria berusia 32 tahun itu memang tak akan bisa membantah keinginan majikannya.


“Baiklah, terserah anda.” Jawaban Marcell berhasil membuat senyuman lebar terbit dari bibir Ilmy


Di sisi lain.. di dalam ballroom hotel. Acara sungkeman telah selesai. Kini kedua mempelai telah duduk di atas panggung menerima ucapan dari para tamu yang hadir.


Ayah Ilyas yang tadi sempat melihat ada pertikaian menghampiri Delon.


“Bukan masalah besar, ayah tidak perlu turun tangan. Kami bisa menyelesaikan nya sendiri.” Ia tak ingin pikiran ayahnya terbagi dua di acara yang penuh kebahagiaan ini


“Baiklah, ayah percaya pada kalian.” Kembali berdiri dan mencari keberadaan istrinya. Setelah mendapati sang istri, dengan langkah cepat ayah Ilyas menghampiri istrinya


Tak lama seorang pria paruh baya berkepala plontos datang menghampiri Delon dengan ragu


“Selamat siang, tuan Delon,”


Delon melirik sekilas lalu berdiri “Selamat siang tuan Rangga.” Balas Delon lalu kembali duduk, ia berdiri hanya untuk menjaga sopan santun kepada yang lebih tua “Silahkan duduk.”


Rangga pun duduk “Selamat atas pernikahan adik bungsu anda. Apalagi yang menikahinya adalah tuan muda dari keluarga Warrent.”


“Ya,” Balas singkat Delon


“Itu.. tuan, anak saya. Maksud saya, Angga anak saya. Apakah dia ada masalah dengan tuan muda kedua?” Tanyanya ragu-ragu. Rangga sempat melihat putra semata wayangnya diseret paksa oleh tuan muda kedua keluarga Sam


Delon menyeringai tipis, sangat tipis bahkan Rangga yang ada dihadapannya pun tak bisa melihat seringai itu “Bukan hanya kepada Dylan, tapi anak brengsek anda sudah mencari masalah dengan keluarga besar Sam!”


Rangga terlihat syok “Tuan.. tapi apa yang sudah dilakukan putra saya?”


“Heh! Anda bisa menanyakan nya sendiri di rumah sakit.” Ia sudah menebak Bagaimana hasil akhir dari Angga


Perkataan Delon kembali membuat Rangga syok. Rumah sakit? Itu artinya, anak kesayangannya terluka?


“Tuan, apa maksud anda?”

__ADS_1


“Cari tau saja sendiri.” Jawab Delon santai “Sudah tidak ada urusan ‘kan? Jadi, bisa anda pergi dari hadapan saya? Saya terganggu melihat wajah anda.” Ucapan dan hinaan yang diberikan Delon membuat wajah Rangga memerah karena malu dan juga kesal


“Tuan.._” Perkataan Rangga terhenti saat Delon mengangkat sebelah tangan untuk menghentikan perkataan nya


“Silahkan pergi tuan Rangga, saya masih berbelas kasih membiarkan perusahaan dan keluarga anda setelah putra anda menghina menantu dan cucu pertama keluarga Sam!” Memberikan tatapan tajam


Lagi, Rangga syok mendengarnya. Menghina menantu dan cucu pertama? Tiba-tiba kepalanya pusing tujuh keliling. Siapa yang dengan sangat berani menghina keluarga Sam? Apalagi di acara keluarga Sam itu sendiri! Benar-benar cari mati!


Rangga kembali ingin mengatakan sesuatu, namun ia langsung undur diri. Dia tak tau harus mengatakan apa lagi, semuanya nampak bahwa putranya yang salah disini.


Tak lama kepergian Rangga, Dylan dan Akifa pun kembali. Kedua pasutri itu duduk di tempat duduk mereka


“Kau tidak apa-apa, Akifa?” Untuk perta kalinya, Delon berbicara panjang lebar pada Akifa membuat ibu hamil itu terpaku sejenak


“Eh!.. i.. iya bang, aku baik-baik ajah kok.” Jawabnya sedikit canggung.


“Bagaimana dengan laki-laki itu?”


“Oh.. sudah ada di bawa ke rumah sakit. Mungkin.” Mengedikkan bahu acuh, tak peduli dengan apa yang akan terjadi pada Angga


“Oh yah, sayang. Lain kali, kalau ketemu yang seperti tadi. Langsung jambak saja, atau perlu tampar langsung.” Mengelus surai istrinya


Perkataan Dylan hampir saja membuat Akifa tersedak ludah sendiri, sedangkan Delon hanya geleng-geleng kepala namun diam-diam mendukung.


“Aissshh aku ini lagi hamil besar loh, mas. Nanti anaknya jadi preman jalan gara-gara waktu hamik mamanya mukul orang sembarangan gimana,?”


“Bukan sembarang orang sayang, cuman penjahat kelamin!”


“Isshh gak boleh gitu ah. Aku harus tetap sleyy biar dedek bayi juga nanti sleyy.” Mengelus perut yang dibalas tendangan kecil


“Nah.. dedek bayi juga setuju,” Menunjuk perutnya “Iya ‘kan sayang, mama harus tetap sleyy kan.”


Dylan ikut menaruh tangannya di perut sang istri, dan benar saja sebuah tendangan kecil dapat ia rasakan membuat senyumannya mengembang


“Oh.. jadi mama harus jadi lemah lembut yah.” Seru calon papa itu mengecuo pipi istrinya


“Ishh mas, harusnya dedek bayi yang dicium.”


“Loh memangnya salah cium mamanya juga?”


”Terserah kamu deh mas, aku malas debat. Dessert Ku kemana?”


Dylan menepuk jidat, ia lupa dessert yang tadi sudah ia ambilkan ditaruh dimana “Hehe maaf sayang, mas lupa taruh dimana.”


“Mas..”


Dan Delon hanya jadi nyamuk tampan yang menonton kedua pasutri yang selalu mempunyai tingkah laku ajaib bin aneh.


.


.


.


TBC


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. Like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️

__ADS_1


...Penjet tombol Subscribe nya...


__ADS_2