
Takkan pernah berhenti..🎵
Untuk slalu percaya... 🎵
Walau harus menunggu... 1000 tahun lamanya...🎵🎵
Tepuk tangan yang meriah dari penonton mengakhiri pertunjukan Fatih. Tak ingin kalah, ia pun mendekati istrinya lalu mencium kening Ilya
“Love you.” Bisiknya membuat wajah Ilya memerah
Ilya berdehem beberapa kali, mendengar bisikan romantis dari suaminya membuat Ilya tak dapat menyembunyikan wajah merona nya
Ilmy mendengus, bagaimana bisa abang dan adiknya selalu bersikap romantis dihadapannya. Tak ingin kalah, Ilmy bangkit dari duduknya
“Mau kemana Il?” Tanya ibu Dian
“Mau unjuk bakat juga bu, siapa tau dapat golden tiket habis itu jadi artis terus tiba-tiba jodoh Ilmy jatuh dari langit.” Ungkap Ilmy dengan wajah datar membuat mereka semua tertawa geli
“Memangnya bisa nyanyi kak?” Tanya Akifa
“Hei.. jangan remehkan seorang Ilmy yang jomblo karatan ini, lihat saja aku tunjukkan bakat terpendam ku.” Usai mengatakannya, ia pun jalan naik keatas panggung
Jika boleh jujur, Ilmy memang sudah sangat ingin menikah. usianya yang sekarang sudah mau memasuki 28 tahun itu membuat nya galau. Di usia seperti itu seharusnya Ilmy sudah memiliki setidaknya satu anak. Namun ia masih jomblo dan sama sekali belum pernah berpacaran.
Mungkin bagi abangnya itu masih lumrah untuk masih mencari pasangan di usia 28 tahun karena ia seorang pria, namun berbeda dengan seorang wanita.
Ilmy berdehem lalu melirik sekilas kearah Marcell yang sekarang tengah menonton nya “Selamat malam semua.. aku ingin membawakan satu lagu random. Kalau suaraku bagus, doakan agar besok jodohku datang. Aamiin..” Kata-kata sambutan Ilmy mengundang tawa mereka semua
Ilmy pun mulai menyetel musik lagu yang akan ia bawakan.
Menghirup nafas dalam-dalam lalu membuangnya perlahan. Ilmy memegang mic dan mulai bernyanyi
Sampai.. saat ini tak terfikir oleh ku..🎵
Aku.. pernah beri rasa.. pada orang seperti mu..🎵
Seandainya sejak awal.. tak ku yakinkan diriku..🎵
Tutur kata yang sempurna.. tak sebaik yang ku kira..🎵
Andai ku tau semua akan sia.. sia..🎵
Takkan ku trima cinta.. sesaat mu...🎵
Bagaimana dengan aku..🎵
Terlanjur mencintaimu...🎵
Yang datang beri harapan...🎵
Lalu pergi dan menghilang..🎵
Tak terfikir kan olehmu..🎵
Hatiku hancur karena mu...🎵
Tanpa sedikit Alasan...🎵
Pergi tanpa berpamitan...🎵
Takkan ku trima cinta... Sesaat mu...🎵
Ilmy menyanyikan lagu itu dengan sangat bagus. Ia Begitu mendalami makna dari lagu yang sedang ia nyanyikan yang berjudul ‘Sial’ dan diciptakan oleh penyayi aslinya ‘Mahalini’
Ilmy seolah-olah melepaskan bebannya pada lagu ini. Ia ingin menyerah, lelah mengejar apa yang selama ini ia kejar namun tak nampak kemajuan.
__ADS_1
Ia ingin mengatakan pada orang itu, bahwa seandainya dia tidak datang memberikan harapan pada seorang gadis lugu seperti Ilmy saat itu maka Ilmy tak akan jatuh sedalam-dalamnya. Apalagi orang itu sama sekali tak menerima maupun menolak nya membuat Ilmy bimbang.
Akifa sampai bisa merasakan perasaan yang dirasakan Ilmy sekarang ‘Pasti berat yah kak, menunggu tanpa kepastian’ Batinnya
Tanpa sadar, Akifa meramaas lengan suaminya yang ada disamping sontak membuat empu nya menoleh melihat sang istri
“Suara kak Ilmy bagus bangat yah mas.” Ucap Akifa tanpa menoleh, ia tetap melihat Ilmy yang sekarang masih bernyanyi
Dylan ikut tersenyum, ia seperti mengetahui apa yang dirasakan sang istri. Kembali melihat adik kembarnya yang sekarang bernyanyi “Iya, sangat bagus.”
“Rasanya aku juga ikut ngerasain perasaan yang dirasakan kak Ilmy.”
“Iya.” Singkat Dylan
“Kasihan bangat kak Ilmy.” Gumam Akifa merasa iba
Tanpa menoleh “Ilmy yang bodoh. Masih banyak laki-laki diluar sana tapi dia hanya terpaku sama satu laki-laki. Bukannya itu bodoh?” Dylan pun sebenarnya cukup sakit hati dengan apa yang dilakukan Marcell kepada adiknya
Tidak menolak namun tidak menerima juga membuat Ilmy tak tau harus apa.
“Iya juga sih. Tapi menurut aku kayaknya bang Ar juga ada rasa sama kak Ilmy.”
“Percuma ada rasa, Kalau dia tidak gerak cepat.” Tegas Dylan
Akifa hanya mengangguk menyetujui perkataan suaminya. Ia pun ikut membenarkan karena Akifa lebih memilih laki-laki gantle yang tidak menggantung perasaan seseorang.
Marcell memalingkan wajah saat tatapannya tak sengaja bertemu dengan tatapan Ilmy. Ia tak sanggup melihat tatapan sendu gadis itu.
Takkan ku trima cinta sesaat mu...🎵
Sial-sialnya ku bertemu dengan cinta semu...🎵
Tertipu tutur dan caramu..🎵🎵
Seolah cintaiku....🎵🎵🎵🎵
“Puas kau curangi aku..🎵🎵” Bukan Ilmy yang melanjutkan nya namun para penonton yang sudah hafal dan tau dengan lagu yang dinyanyikan Ilmy
Seketika suara ramai orang-orang bernyanyi di taman samping di iringi dengan suara merdu Ilmy.
“Tak terpikirkan oleh mu.. hatiku hancur karena mu..🎵🎵🎵🎶”
“Tanpa sedikit alasan... Pergi tanpa berpamitan..🎵🎵🎵”
Seketika mereka diam
Takkan ku trima cinta... Sesaat mu... Uuhhhhh🎵
Ilmy tersenyum senang “Terima kasih semuanya, do'akan semoga saja secepatnya ada yang datang melamar ku.” Perkataan Ilmy mengundang tawa mereka semua
Apalagi para pekerja juga sangat dekat dengan Ilmy, mengingat sifat jahil Ilmy yang sudah ada sejak kecil.
“Minuman keras..🎵🎵” Teriak Ilmy sebelum turun dari atas panggung
“MIRAS..” refleks para penonton ikut berteriak, detik kemudian mereka tertawa bersama-sama.
.........
Pagi ini, Akifa berjalan-jalan di sekitar kompleks mansion ditemani Suaminya. Perkiraan hari kelahiran bayi mereka berdua sekitar dua Minggu lagi. Dan dianjurkan bagi sang ibu hamil agar banyak bergerak agar mempermudah jalan bayi terbuka.
“Mas, kamu udah ada nama buat adek bayi gak?” Tanya Akifa
Dylan yang saat itu merangkul bahu istrinya mengangguk “Sudah,”
“Beneran?” Melihat suaminya dengan wajah berbinar ”Kasi tau dong.” Rengeknya
__ADS_1
Dylan terkekeh lalu memajukan wajah ke telinga sang istri, ia berbisik membisikkan nama calon anak mereka yang membuat senyum Akifa nengembang lebar
“Bagaimana?”
“Bagus banget mas.” Jawabnya bersemangat. Akifa memang menyerahkan nama putra pertama mereka kepada Suaminya
“Lagi jalan-jalan nih.” Seorang ibu paruh baya yang sedang berjalan kearah mereka bertanya.
“Eh buk Wati, iya buk lagi jalan-jalan nih. Bentar lagi mau lahiran, harus banyak gerak biar bukaan lahiran jadi mudah.” Jawab Akifa pada buk Wati. Diduga buk Wati adalah tetangga mereka
“Perkiraan lahirannya kapan?” Mengelus perut Akifa
“Sekitar dua Minggu lagi buk.” Jawab Dylan
“Alhamdulillah.. semoga lancar sampai persalinan yah.”
Akifa dan Dylan mengaminkan dengan tulus dan sungguh-sungguh. Buk Wati melihat jam di pergelangan tangannya “Aduh maaf bangat, ibu buru-buru. Sebentar lagi jam setengah delapan. Ibu duluan yah, Assalamu'alaikum.”
Dylan dan Akifa mengangguk “Hati-hati buk, wa'alaikum salam.” Jawab keduanya
Buk Wati adalah seorang kepala sekolah di sebuah SMA bergengsi. Karena jarak mansionnya dengan sekolah dekat, buk Wati lebih suka berjalan kaki dibandingkan naik kendaraan karena lebih sehat serta untuk mengurangi polusi akibat asap kendaraan.
“Buk Wati hebat yah mas.”
“Iya, semua ibu di dunia ini hebat.” Jawab Dylan random.
“Ihh aku serius mas, buk Wati sangat hebat. Dia bisa sukses sebagai seorang ibu dan juga kepala sekolah. Kalau gak salah anak-anak nya udah pada kerja ‘kan? Kerjaan mereka juga bagus-bagus.” Mereka terus berjalan-jalan
“Iya mas tau. Ayo duduk dulu, kita istirahat sebentar.” Menuntun sang istri untuk duduk di salah satu bangku di sebuah taman
Dylan membuka segel sebuah botol mineral “Minum dulu sayang.”
Akifa tersenyum melihat perhatian suaminya “Terima kasih suami ku tersayang.”
Dylan mengulum senyum, lantas ia mengecup pipi istrinya “Uulululu.. istri siapa sih ini, gemas nya..” Mencium ujung hidung
Akifa tertawa geli “Istri nya Muhammad Dylan Sam, dong.” jawab Akifa bangga
“Ohh Seperti nya bangga sekali jadi istri Dylan.” Kata Dylan menggoda sang istri
“Iya dong, kamu tau suami ku itu seorang dokter yang sangat kompeten.” Akifa tak ingin jatuh Begitu saja dalam godaan suaminya
“Cuman itu?” Dylan pun mengikuti permainan Akifa.
“Bukan cuman itu, suamiku itu sangat-sangat tampan, orang kaya, dari keluarga konglomerat, sukses di usia muda. Terus setia, sayang sama istrinya. Kurang apa lagi coba?”
“Karena itu kamu bangga punya suami seperti Dylan?”
“Iyalah, bangga bangat. Dan aku harap kami akan selalu bahagia bersama selamanya sampai ke akhirat kelak.” Memandang mata suaminya dengan tatapan penuh cinta
Hati Dylan seperti di tumbuhi padang bunga sekarang, ia benar-benar bahagia mendengar penuturan istrinya. Lantas Dylan Menangkup wajah sang istri “Mas juga, mas harap kita akan selalu bersama.” Menyatukan kening keduanya dengan mata tertutup
Akifa mengangguk sambil memegang tangan Dylan yang ada di pipi “Hmm, Aamiin..”
“Ckckck gak di rumah gak ditempat umum. Ada ajah pasangan bucin, Ya Allah.. kapan jodohku datang.” Gumam Ilmy melihat Dylan dan Akifa di bangku taman sedang berpelukan
Niat hati ingin memanggil keduanya untuk pulang sarapan, ia malah mendapatkan pemandangan yang membuat jiwa jombonya meronta-ronta.
.
.
.
TBC
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. Like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️
...Penjet tombol Subscribe nya...