
Video dibuka dengan wajah Indah yang pucat tengah duduk di brankar rumah sakit memakai pakaian khas rumah sakit. Ia terlihat menyandarkan tubuhnya di pan ranjang.
Terlihat Indah berdehem beberapa kali “Assalamu'alaikum dek, kabarmu gimana? Kalau kabar mbak bisa kamu lihat sendiri. Gak terlalu baik.” Mengangkat kedua bahunya sembari tersenyum paksa
“Oh iya pasti kamu bertanya-tanya untuk apa mbak rekam video ini. Sebenarnya kalau video ini udah sampai ditanganmu, berarti mbak udah gak ada. Jangan sedih, bukannya manusia memang ujung-ujungnya bakalan mati? Cuman waktunya doang yang beda.”
“Haha malah ceramah.” Menggaruk tengkuknya. Sebenarnya ia sedikit canggung ingin memulai nya dari mana.
“Dek.. mbak.. mbak mau minta maaf sama kamu, sama Dylan juga.” Terlihat dalam video ia nampak Mengambil nafas sejenak lalu setelah nya ia menghembuskan nafasnya secara perlahan.
“Mungkin selama ini kamu bertanya-tanya kenapa sih mbak mau rela menikahkan mu dengan suami mbak sendiri yang jelas-jelas mbak cintai.. mungkin juga selama ini kamu berpikir kalau kami menikah karena cinta...” Diakhir kata ia memelankan suara namun masih bisa terdengar.
Indah menggeleng “Enggak dek, kami menikah gak dengan atas landasan cinta. Cuman mbak yang mencintai namun Dylan mempunyai cintanya sendiri..”
“Mbak akan cerita sedikit, tapi sebelum itu mbak pengen minta maaf.. maaf.. maaf..” Terlihat penyelesaian yang amat besar dari mata Indah.
“Mbak jatuh cinta pada Dylan sejak dulu. Sejak masuk kuliah, tapi mbak gak berani buat dekatin Dylan karena mbak tau Dylan gak akan melirik mbak... Yah setidaknya waktu itu mbak gak keberatan.. tapi, mbak gak terima saat tau Dylan sudah mempunyai orang yang ia cintai, apalagi orang yang sangat dia cintai adalah wanita kesayangan mbak...
...Kamu tau dek, mbak bimbang. Apa yang harus mbak lakukan. Apalagi saat dokter memvonis mbak kena penyakit leukimia stadium akhir. Sisa waktu mbak cuman.. setahun.. hiks..” Indah mulai menangis menceritakan nya.
“Mbak merasa gak adil dengan dunia. Laki-laki yang mbak sukai malah mencintai wanita lain! Dan sekarang mbak harus mendapatkan berita yang sangat mengejutkan! Karena itu mbak menjebak Dylan dengan berpura-pura menjadi korban perkosa*n. Ya walaupun ujung-ujungnya Dylan juga dapat membuktikan kalau dia gak bersalah...
...mbak benar-benar udah gak tau mau apa, akhirnya mbak mengancam Dylan dengan menggunakan nama wanita yang ia cintai, wanita yang juga mbak sayangi! Gak ingin terjadi sesuatu dengan wanita itu, akhirnya dengan terpaksa Dylan mau menikah dengan mbak.”
“Mbak kira cinta akan tumbuh lambat laun dihati Dylan. Kau tau dek, Dylan memang terlalu baik. Dia memberikan mbak kesempatan namun mbak menyia-nyiakan nya. Mbak gak bisa jadi istri yang baik, mbak ketahuan selingkuh dan akhirnya membuat Dylan menjatuhkan talak kepada mbak dan itu pula yang menjadi alasan Dylan tetap mempertahankan perasaannya pada wanita yang dia cintai. Bahkan Dylan juga gak pernah menyentuh mbak..
..maaf.. maafin mbak dek. Kamu tau siapa nama wanita yang sangat dia cintai?..... Itu kamu dek.. Akifa Rasyid Rajasa.. adek mbak! Adek yang sangat mbak sayangi..”
“Hiks.. maaf.. maaf.. permintaan maaf ini gak bisa dibandingkan dengan pengorbanan Dylan. Dia rela mengorbankan hidupnya sendiri untuk mu dek, karena itu.. mbak mohon, jangan marah sama Dylan! Jadilah istri yang baik. Dia laki-laki yang sangat baik dek..”
“Mbak nyessel..”
Dan setelah itu, video tiba-tiba menjadi gelap. Video berakhir. Sampai akhir pun Indah tetap meminta maaf dengan penuh penyesalan.
Dylan menaruh ponsel tersebut di atas nakas, ia tersenyum melihat istrinya yang masih menangis. Dylan menarik Akifa dan membenamkan kepala sang istri di dadanya
“Sudah jangan nangis.” Mengelus surai Akifa “Sekarang sudah tidak marah lagi ‘kan?” Akifa mengangguk dipelukan sang suami
Dylan tersenyum simpul “Jadi, sekarang mas bisa jenguk anak kita dong.”
“Masss....” Rengek Akifa
Dylan tertawa kecil “Iya sayang???”
“Mesum!”
“Loh.. katanya sudah tidak marah! Jadi tidak ada larangan dong untuk mas menjenguk anak kita. Sudah dua bulan loh sayang mas puasanya. Puasa di bulan ramadhan saja cuman satu bulan.”
“Ihh mas.. baru juga baikan udah ngajak!”
Dylan tergelak, lantas Akifa mendongak “Mas, kalau mas udah tau selama ini. Kenapa mas gak pernah cerita.”
__ADS_1
Dylan tersenyum simpul sembari mencium kening istrinya “Berbicara tentang aib itu tidak bagus.”
“Tapi tetap ajah mas. Kalau mas cerita, mungkin aku gak bakalan marah..”
“Marahmu itu wajar sayang, kalau mas yang jadi kamu mungkin mas juga akan melakukan seperti yang kamu lakukan. Dan mungkin lebih besar.”
Akifa menghembuskan nafas kasar. Ia tak sengaja melihat jarum infus yang tertancap fi tangan kiri suaminya, ia segera menarik diri
“Mas.. kamu sakit apa? Kenapa gak bilang kalau sakit!” Omelan Akifa akhirnya terdengar kembali, namun dimata Dylan nampak kekhawatiran yang sangat besar diwajah istrinya
Dylan mengambil kesempatan bagus ini “Haaahhh mau bagaimana lagi sayang, mas terlalu cinta sama kamu. Dan tidak rela melihat mu kesakitan saat hamil, akhirnya mas yang kena morning sick dan mual-mual nya. Bahkan makanan tidak bisa masuk kedalam perut mas..” Keluh Dylan sembari bersandar pada pundak istrinya
“Astagfirullah mas, jangan-jangan kamu kena syndrome couvade yah.” Tebak Akifa
“Loh kamu tau sayang?” Mendongak melihat istrinya
“Ya iyalah..”
Menaruh tangan di bawah dagu sang suami lalu menggelitiknya “Ululululu.. yang cinta bangat sama istrinya sampai rela gantiin istrinya mual-mual.”
Dylan terkekeh pelan, ia Mengecup tangan sang istri “Oh.. tumben menggombal.. jangan-jangan ada maunya nih..“ Menaik turunkan alis
“Ye.. memangnya harus menggombal dulu kalau mau sesuatu. Tinggal minta ajah gampang ‘kan.”
“Hahaha nyonya Dylan memang yang terbaik.”
Akifa tergelak mendengarnya. Ia mengelus puncak kepala suaminya “Jadi, tuan Muhammad Dylan Sam.. sejak kapan anda mencintai Akifa Rasyid Rajasa.”
“Mau tau bangat atau tau ajah?”
“Tau bangat.. tau bangat..” Jawab Akifa antusias
Dylan tertawa “Baiklah, tapi... jangan menganggap mas pedofil..” Walaupun bingung Akifa tetap mengangguk
Dylan nampak berdehem beberapa kali. Ia mulai bercerita bagaimana ia pertama kali bertemu dengan Akifa. Seorang remaja cantik yang penuh dengan energik.
Akifa mendengarkan dengan takzim sembari memperhatikan raut wajah suaminya yang nampak berubah-ubah sesuai cerita.
“Tamat~...”
Akifa tergelak “Wahh beneran kayak pedofil yah.”
“Sayang...”
“Hahaha maaf mas, tapi kamu beneran penguntit ulung.” Ia hanya bisa geleng-geleng kepala tak habis percaya dengan cerita suaminya
“Sayang, penguntit ulung ini suami mu loh.“ Mencebik dengan bibir monyong
Akifa semakin tergelak, karena gemas ia refleks mencubit bibir suaminya yang monyong “Hahah muka mu lucu bangat mas..”
Dylan mendengus, ia menggigit jari telunjuk istrinya yang masih ada di bibir lalu memperlihatkan wajah sendu yang terlihat seksi dimata siapa pun, termasuk Akifa.
__ADS_1
Blushh..
“Mas, lepas.” Mengalihkan pandangan, ia tak sanggup melihat wajah menggemaskan suaminya
Dylan tersenyum licik, lantas mengambil tangan istrinya lalu mengecup telapak tangan lentik sang istri “Wangi..”
“M..mas..” Akifa semakin tergagap. Ingin menarik tangannya namun ia tak sanggup. ‘Ahhkk jantung, jangan keras-keras’ Bisakah sekarang dia menyembunyikan diri?
Dylan semakin tersenyum lebar. Pria yang katanya terkena syndrome couvade sampai merepotkan sahabat nya pun, mendekati istrinya.
“M..mas.. jauh-jauh ah..” Ucapnya tanpa melihat sang suami
“Sayang..”
“Hmm”
“Yank..“ Rengek Dylan yang mana hampir saja membuat jantung Akifa copot dari tempatnya.
“Hmm” Akifa bahkan tak sanggup berkata-kata
“Jangan cosplay jadi ayah dulu.” Perkataan Dylan sontak membuat Akifa menoleh kearah sumber suara.
Cup..
Bukan hanya kecupan, namun Dylan pun ikut melumaat bibir istri nya yang sudah sangat ia rindukan.
Sejenak, Akifa tersentak. Lantas setelah sadar ia pun membalas ciuman suaminya. Mereka berciuman sangat lama dengan penuh kelembutan menyalurkan kerinduan masing-masing.
Dylan melepasnya sejenak, ia menempelkan dahinya dan dahi sang istri. Dengan nafas tersengal-sengal ia berkata
“Boleh yah?” Suaranya parau. Sekali lagi memperlihatkan wajah yang amat menyedihkan, dan membuat Akifa tak dapat menahannya.
Tanpa menunggu jawaban sang istri, Dylan kembali menyatukan benda kenyala tersebut. Sekarang ciuman mereka penuh gairah dengan tetap mempertahankan kelembutan yang penuh perasaan.
Dylan pelan-pelan membaringkan tubuh istrinya. Baru ia mengangkat baju, tiba-tiba pintu terbuka..
“Astagfirullah... Mataku ternodai!!“
“Ilham...” Geram Dylan menatap sahabatnya yang pura-pura polos menutup mata padahal masih mengintip
“Lakukan di rumah oi.. jangan dirumah sakit.”
Ah, Akifa sangat malu sampai ingin menceburkan diri di dalam lautan dalam!!
.
.
TBC
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. Like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️
__ADS_1
...Penjet tombol Subscribe nya...