
“Ngomong-ngomong kalian mau kemana pake gendong-gendongan segala?” Tanya Ilmy
“Mau ke halaman samping kak,” Jawab Akifa mencoba menekan rasa malu
“Mau ngapain disana?”
“Jalan-jalan.. tadi aku juga lihat ayunan, pengen main ayunan juga.”
“Ikut, aku Ikut!” Seru Ilmy bersemangat
Dylan mendengus “Pakai baju sana!” Usirnya
“Ishh ini udah pakai baju kelless..”
“Daster itu baju loh mas.” Timpal Akifa
Dylan tak menggubris lalu melangkah pergi meninggalkan Ilmy yang juga pergi ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya.
“Kak Ilmy memang selalu seperti itu mas? Kalau pakai pakaian didalam rumah?” ia cukup takjub melihat wajah Ilmy tanpa hijab, sangat cantik! Dan ke-buleannya semakin terlihat. Apalagi terlihat jelas rambut Ilmy yang pendek sebahu dan hanya di sanggul asal.
Dylan mengangguk “Iya, kebiasaan Ilmy memang susah hilang. Kamu lihat tidak ada satupun pelayan didalam mansion ‘kan?” Akifa mengangguk, ia juga penasaran akan hal itu.
“Itu semua karena Ilmy yang tidak suka pakai hijab didalam mansion. Ayah pun membuat peraturan agar tidak ada pelayan yang masuk kedalam mansion saat sore hari.”
Dylan terus berjalan, dan sampailah mereka di ruang tengah. Dimana disana terlihat ibu dan ayahnya yang sedang bermesraan di sofa. Terlihat Ilyas tidur di pangkuan sang istri, sedangkan Dian mengelus kepala suaminya lembut
“Hustt jangan ribut, nanti ayah marah lagi kalau kita ganggu.” Memelankan langkah
Akifa terkekeh kecil “Ayah sama ibu menggemaskan yah mas, lucu.” Ia merasa lucu akan keromantisan mereka
Namun sepertinya usaha mereka untuk tidak terlihat sia-sia saat Dian melihat keduanya “Kalian mau kemana, nak?” Tanya Dian. Ilyas hanya melihat sekilas lalu kembali membenamkan wajahnya di perut sang istri
“Mau ke halaman samping bu, istri Dylan ngidam mau jalan-jalan.” Jawab Dylan menghentikan langkahnya
“Oh kalau gitu ibu juga ikut, sekalian cari udara segar.” Mengguncang lengan suaminya “Ayo by kita ikut mereka.”
Ilyas berdecak kesal “Tidak perlu sayang.”
“Yaudah, biar Dian sendiri ajah. Gih bangun ayah..” Menekankan perkataan
Ilyas langsung bangun, kalau istrinya sudah memanggil ‘ayah’ padanya, itu berarti Dian sedang kesal padanya
“Iya sayang, ayo kita ikut mereka.” Duduk lalu mencium kening sang istri “Mau digendong juga?”
“Ingat umur yah, kalau encok yang susah juga ibu.. hahah.” Dylan tertawa lebar sembari melangkah keluar dengan cepat
“Ck! Dasar mantan kecebong!” Gerutu Ilyas kesal melihat putra keduanya yang sangat berbeda dengan nya.
“husstt.. kamu ini by, ayo kita keluar.”
Disisi lain, Akifa dan Dylan sudah sampai dihalaman samping. Sesuai permintaan Akifa, Dylan mendudukkan sang istri di ayunan sedangkan dirinya mendorong pelan ayunan tersebut.
Dian dan Ilyas duduk di kursi halaman yang sedikit jauh dari sana sembari melanjutkan acara romantis mereka.
“Disini enak bangat yah mas, kalau pulang nanti. Kita buat ayunan juga yuk di halaman belakang mansion. Terus buat rumah kokok juga biar bisa piknik.” Mengayunkan kaki sesuai ayunan yang bergoyang maju dan mundur
“Tambahkan kolam ikan juga, jadi lebih bagus.”
“Iya, sama bangun perosotan juga. Buat anak-anak kita nanti.” Mengelus perutnya
__ADS_1
“Oh.. memang nya mau punya anak berapa sama mas?”
“Kata iklan, dua anak lebih baik.” Dylan tergelak diikuti Akifa yang ikut tertawa mendengar suara suaminya yang tertawa
“Wisss apa nih.. lagi ngomongin anak yah? Ikut dong.” Ilmy yang sudah datang lengkap dengan hijab dan pakaian syar'i nya datang menimpali
“Hehe cuman tentang tempat bermain anak kok kak.” Akifa menjawab
Ilmy mengangguk lalu mendorong Dylan “Biar aku yang dorong yah Fa.”
“eh? Iya kak,” Menatap suaminya dengan tatapan tidak enak sedangkan yang ditatap memberikan senyuman manis seperti biasa
Dylan melihat adiknya yang suka seenaknya “Haisss kasian yang akan jadi suamimu.” Setelah mengatakan itu ia duduk di sebuah rumah kokok yang ada disamping ayunan. Ia mengawasi istrinya yang sedang hamil dari sana sembari memainkan ponsel.
“Huh! Mentang-mentang udah nikah!” Dengus Ilmy
Akifa tertawa kecil “Sepertinya hubungan kakak dengan Dylan sangat baik yah. Kalian lucu.” ibu hamil tersebut jadi mengingat kakaknya yang sudah tenang di alam sana
Ilmy ikut tertawa pelan “Semakin sering adik kakak berantam, maka semakin baik juga hubungan mereka. Begitu ya?” Akifa mengangguk menanggapi
“Dan sepertinya itu benar ya, kak?”
Mengedikkan bahu “Mungkin.”
Dylan tersenyum mendengar pembicaraan adik dan istrinya. “Tau-tau mereka sudah akrab.” Melihat bagaimana kedua wanita kesayangannya tertawa bersama membuat Dylan ikut senang.
Tak lama sebuah mobil bmw hitam masuk ke pekarangan mansion, Akifa yang penasaran pun menoleh kearah mobil “Siapa kak?”
“Hmm oh.. Delon.” Dan benar saja tak lama kemudian pintu mobil terbuka.
Seorang pria tampan dengan wajah cool keluar dengan kemeja berwarna hitam yang lengannya digulung sampai siku serta dua kancing kemeja dibuka. Delon keluar sembari melepas kacamata dan ditaruh di kancing kemeja yang terbuka. Jasnya ditaruh di pundak semakin membuat pria tersebut terlihat sangat tampan dan seksi
“Omg.. ada suamiku versi seksi..” Seru Akifa. Wajah kakak ipar yang mirip dengan suaminya membuat Akifa tak dapat berkata-kata.
Tak sadar, Akifa mengangguk. Suaminya memang sangat-sangat tampan, tapi melihat pria dengan wajah yang mirip sang suami dengan pakaian yang sedikit berantakan dan rambut yang rapih dengan gaya seksi tak dapat menolak jiwa penyuka wajah tampan Akifa keluar
“Sayang...” Seru Dylan menghampiri istrinya lalu berjongkok didepan sang istri. Dengan wajah cemberut, Dylan mengecup bibir Istrinya
“Hehe maaf mas, habisnya bang Delon keliatan hot bangat. Tapi tenang ajah, hatiku cuman untuk mas kok.” Balik Mengecup bibir suaminya
Dylan tersenyum manis “Memang harusnya begitu, tapi mas tidak suka kamu memuji pria lain. Walaupun itu kakak mas sendiri.”
“Loh, kalau aku muji bang Delon. Bukannya berarti aku juga muji mas Dylan? Wajah mas ‘kan sama dengan wajah bang Delon.”
Dylan mendengus pelan “Tetap saja sayang, mas tidak suka.”
“Heheh iya Sayang, maaf.. gak bakalan aku ulang.” Mengecup kening suaminya.
Dipanggil sayang plus mendapatkan kecupan di kening tentu membuat kekesalan Dylan menguap begitu saja.
Saat Dylan hendak kembali mengecup bibir Istrinya, tiba-tiba sebuah suara menghentikan aksi Dylan “Ehem.. kalau mau mesra-mesraan jangan disini dong,” ‘Aku kan jadi pengen!’
“Sorry.. itu si derita mu!”
Ilmy kembali dibuat mendengus mendengar jawaban kakaknya.
Setelah mengecup punggung tangan ibu dan ayahnya, Delon berjalan mendekati kerumunan Dylan
“Assalamu'alaikum.. apa yang kalian lakukan?” Tanya Delon
__ADS_1
“Wa'alaikum salam.”
“Apa yang kau lakukan dibawah situ Lan?”
Dylan tersenyum tanpa berpindah tempat “Mencium istriku.” Jawabnya dengan wajah yang terlihat sangat menjengkelkan dimata Ilmy dan Delon
“Halo bang.. kita bertemu lagi.” Seru Akifa
Delon tersenyum tipis, walau bagaimanapun wanita hamil yang sedang duduk di ayunan adalah wanita kesayangan adiknya “Hmm semoga kau betah disini.” suaranya terdengar datar
Akifa tersenyum “Pasti bang,”
Dylan mengecup perut istrinya membuat kedua orang jomblo disana memutar bola mata malas, sedangkan wajah Akifa sudah memerah bak tomat.
Dengan wajah tanpa dosa, Dylan berdiri memandangi kakaknya. Wajah mereka begitu mirip yang membedakan hanya rambut Dylan yang mempunyai poni samping kanan sedangkan rambut Delon yang klimis selalu di usap kebelakang, serta mata mereka yang mempunyai warna berbeda. Jika Dylan berwarna cokelat mengikuti sang ibu, berbeda dengan Delon yang mengikuti warna mata ayahnya yang berwarna grey.
Dan jangan lupakan tahi lalat yang ada di bawah mata kiri Delon sama seperti ibunya.
“Udah puas mesra-mesraan nya?” sindir Ilmy
“Oh sorry.. aku lupa ada dua jomblo karat disini. Eh! Bukan urusan ku juga yah.” Wajah Dylan saat itu sangat menjengkelkan dimata kedua saudara kembarnya
“Wajah kita mirip, tapi kelakuan mu sangat menjengkelkan!”
“Hahaha iri? Bilang dong..”
Ilmy mengambil sandal jepit nya lalu melemparkan tepat dikepala sang kakak “Head shot!!” Pekiknya
“Ahkk Ilmy.. perempuan ini..” Geram Dylan
“Mas..” Akifa yang sedari tadi juga gemas dengan kelakuan suaminya mencubit perut sang suami yang tepat ada dihadapannya
“Auchh sayang..”
“Hahaha double kills.” Ilmy kembali tergelak
“Aku masuk dulu.” Ujar Delon dan pergi begitu saja. Tak lama ia kembali sudah berganti baju dengan baju kaos putih dan celana pendek hitam. Rambutnya tetap ******* seperti biasa.
Gaya pakaian yang sangat mirip dengan Dylan, hanya warna baju dan celana serta model rambut yang berbeda.
“Boleh aku bergabung kembali?”
“Hahah kalian benar-benar kembar rupanya.” Celetuk Akifa.
“Lah memang kembar sayang.” Mengecup pipi istrinya karena terlalu gemas
Delon membuang nafas kasar. Tidak ayahnya, tidak adiknya. Mereka sama-sama suka mengumbar kemesraan dengan pasangannya masing-masing. Benar-benar mengesalkan!!
Ilmy yang sudah hampir terbiasa hanya bisa menghela nafas sembari mengusap dada. Sabar!!
Saat mereka sedang asik mengobrol, tiba-tiba sebuah mobil berwarna putih masuk kedalam halaman mansion. Sontak mereka semua menoleh kearah mobil tersebut.
Mata mereka membulat saat melihat Ilya keluar dari dalam mobil bersama dengan seorang pria!
.
.
TBC
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. Like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️
...Penjet tombol Subscribe nya...