Bukan Yang Kedua

Bukan Yang Kedua
Bercerminlah dulu


__ADS_3

“Apa!!!” Pekik Akifa dan Dylan bersamaan. Bisa Dylan bayangkan kalau sekarang Delon pasti menjauhkan ponselnya dari telinga.


“Tenanglah.” Ujar Delon santai


“Hah? Bagaimana aku bisa tenang, kalau adikku yang masih kecil dilamar pria dewasa?” Terlihat Dylan menggebu-gebu


Kening Akifa berkerut mendengar perkataan Dylan. Masih kecil? Siapa maksudnya?


“Sudahlah aku tidak ingin mendengar bantahan! Minggu depan kau sudah harus kesini.” Setelah mengatakan itu, Delon mengucapkan salam lalu menutup sambungan telepon sepihak


Dylan menaruh ponselnya diatas meja “Hah?! Laki-laki itu gila! Dasar pedo!!” Umpat Dylan kesal. Adik kesayangannya yang masih sangat kecil menurutnya dilamar pria dewasa, dan ini pun cuman opininya.


“Mas, jangan ngomong gitu ah! Apalagi mas udah mau jadi ayah!” Tegur Akifa


“Tapi sayang, mas kesal!”


“Loh apa sih yang buat mas kesal? Bukannya bagus Ilya akan menikah.” Menurut Akifa, bukannya bagus ada yang melamar Ilya? Dengan begitu Ilya yang selama ini selalu Dylan keluhkan karena terlalu pendiam dan menutup diri berarti tidak sepenuhnya benar.


Akifa mengira pria yang akan melamar Ilya adalah kekasih anak bungsu dari pasangan Ilyas dan Dian.


“Sayang, Ilya masih terlalu kecil! Umurnya baru 21 tahun. Masih sangat kecil!” Dylan mengeluarkan pendapatnya yang membuat Akifa melongo


“Loh mas, kamu gak nyadar? Sekarang umurku 21 tahun loh. Kalau mas hina orang yang lamar Ilya, berarti mas hina diri mas sendiri!” Kesal Akifa


Setidaknya bercerminlah terlebih dahulu sebelum mengomentari orang lain!!


Dylan bungkam mendengar penuturan istrinya. Ia membenarkan namun sangat sulit untuk di ia mengungkapkan nya “Ta.. tapi kan sayang, kamu sama Ilya beda satu Minggu!”


Akifa terbengong mendengarnya “CUMAN satu Minggu!! Bukan satu tahun!”


“Satu Minggu artinya tujuh hari! Tujuh hari loh sayang! Pokoknya mas akan menentangnya!”


Akifa geleng-geleng kepala “Jangan dong mas, kasian Ilya sama cowoknya.”


“Itu derita mereka. Siapa suruh laki-laki itu memilih adik ku yang paling kecil!” Dylan tetap kekeuh


Akifa jadi kesal sendiri melihatnya “Mas coba bayangkan, mas yang ada di posisi cowok Ilya. Terus kakak laki-laki aku gak merestui pernikahan kita. Bagaimana? Mas senang? Mas mau?”


Dylan terdiam, kali ini ia benar-benar bungkam. Umpama yang sangat mengena. Tapi, sangat jarang Akifa bisa sebijak ini. apa mungkin istrinya jadi tercerahkan setelah hamil?


“Iya.. iya.. maafin mas. Tapi bukan berarti mas akan merestui nya.”


“Mas..__”


“Kalau laki-laki itu punya attitude yang baik. Mas akan pertimbangkan. Kalau tidak yah kamu tau sendiri...” Mengangkat kedua bahu saat mengatakan kalimat terakhir.


Akifa tersenyum senang. Untunglah dia berhasil meluluhkan hati suaminya ‘Kata-kata bijak Winda memang selalu membantu!’


“Gitu dong, kan jadi tambah ganteng.” Tersenyum manis sambil mengelus dagu sang suami.


Dylan ikut tersenyum “Memang tampan dari lahir, yah mau gimana lagi.”

__ADS_1


Akifa tertawa geli mendengarnya “Oh yah mas, bukannya dulu bang Delon yang katanya akan menikah? Kenapa sekarang jadi Ilya yang dilamar?”


“Yah namanya juga takdir sayang. Kita tidak tau apa yang akan terjadi di masa depan, bagaimana pun kita mencoba mengubah nya kalau memang sudah ditentukan seperti itu, kita tak akan bisa mengubah nya. Kecuali dengan doa dan juga berusaha, dan itu tidak gampang.” Kembali memeluk istrinya


Samar, Dylan bisa merasakan Akifa manggut-manggut di dekapannya


“Oh yah mas, ada yang ingin aku tanyakan.” Mendongak menatap sang suami


Dylan menunduk hingga ujung hidung keduanya bertemu. Bukannya menghindar, Akifa malah mengusap hidungnya dan hidung suaminya.


“Tumben punya sopan santun? Biasanya langsung bicara tanpa bertanya.” Canda Dylan


“Ihh mas.. aku serius!”


“Loh, mas juga serius.”


“Mas...” Geram Akifa.


Dylan tertawa kecil “Iya.. iya.. maaf, jadi apa yang ingin istri cantik mas tanyakan? Hmm?”


“Udah beberapa kali aku dengar mas selalu bilang gadis milik bang Delon. Maksudnya bang Delon punya kekasih tapi malah dijodohkan?”


Dylan mengulas senyum, dia kira apa yang ingin ditanyakan istrinya sampai harus minta izin terlebih dahulu. Bukannya Dylan sengaja menyembunyikan hal ini kepada istrinya, hanya saja ia merasa sang istri tak akan terlalu tertarik dengan kisah cinta seorang Delon yang dingin dan datar. Bahkan untuk Tersenyum saja sangat jarang!


Menggeleng pelan “Tidak, Delon belum punya kekasih.”


“Terus? Gadis yang selalu mas bilang?”


“Sebenarnya ini kisah cinta Delon yang sedikit Rumit. Yah sebelas dua belaslah sama mas. Cuman mas berhasil, sedangkan Delon masih dalam proses.”


“Jadi, dia dulu mempunyai seorang gadis yang Delon suka secara diam-diam. Delon tidak punya keberanian untuk mengungkapkan perasaannya, alhasil saat gadis itu pergi. Delon jadi uring-uringan, dan sampai sekarang dia masih mencari gadisnya.”


Cerita Dylan membuat Akifa membelalakkan mata, tak percaya kalau seorang Delon yang sangat datar dan dingin mempunyai kisah cinta yang cukup tragis.


Tidak.. tidak.! Bukan itu yang penting! Tapi seorang Delon bisa menyukai seorang gadis? Woooww hal yang sangat menakjubkan bagi Akifa. Dan yang paling menakjubkan nya adalah, bagaimana rupa gadis itu? Hingga seorang Delon bisa bertekuk lutut padanya.


“Kenapa sayang? Kok malah bengong?” Mengusap pipi istrinya lembut


“Hmm,” Menggeleng pelan “Cuman, aku gak nyangka bang Delon bisa punya seseorang yang di sukai.”


Dylan tergelak mendengarnya, ia sudah menduga istrinya akan berpikiran seperti itu. Karena dulu juga ia berpikir kakaknya tak akan menikah dan menyukai seorang gadis kecuali jika dijodohkan. Namun saat Delon mengungkapkan bahwa ia mempunyai seorang gadis yang disukai membuat pemikiran Dylan kala itu terbantahkan!


“Ihh mas kok malah ketawa sih.” Memukul pelan dada Dylan


“Hahah maaf sayang, cuman pemikiran mu tidak salah. Siapapun yang tidak mengetahui bagaimana Delon pasti akan berpikiran seperti itu. Bahkan mas juga pernah berpikir kalau Delon tak akan menikah.”


Akifa membuang nafas lega “Aku benar-benar merasa bersalah sama bang Delon.” Bisa-bisanya ia berpikir yang tidak-tidak dan bahkan mengutarakan langsung pada sang suami yang notabene nya adalah adik dari seseorang yang tadi sempat ia katakan tidak-tidak mengenainya.


“Jadi, Minggu depan kita akan ke rumah utama mas?”


Dylan mengangguk ”Iya, mas penasaran laki-laki mana yang punya keberanian melamar Ilya.” Ekspresi nya kembali suram walaupun tak sesuram diawal saat mengetahui kenyataan dari Delon

__ADS_1


Akifa membuang nafas kasar “Sudahlah mas. Kamu ini gimana sih! Nah aku akan tanya sesuatu.”


Dylan mengangguk menanggapi perkataan istrinya, pertanda ia menantikan pertanyaan Akifa


“Menurut mas, aku udah dewasa atau belum?”


“Dewasalah,” Jawab Dylan tanpa keraguan sedikitpun. Bahkan Suaranya terdengar tegas “Kalau belum dewasa, mana mungkin mas akan tega menghamili mu, sayang.” menyingkap anak rambut Istri nya kebelakang telinga.


Akifa manggut-manggut tanda mengerti “Umur aku sekarang berapa?”


“21 tahun.” Walaupun bingung, Dylan tetap menjawab


“Bagus, kalau Ilya umurnya sekarang berapa?” Pertanyaan Akifa membuat Dylan sadar apa yang ingin dikatakan sang istri sebenarnya.


Melihat Dylan hanya diam, Akifa kembali bersuara “21 tahun juga ‘kan? Jadi, mas ngerti kan? Aku juga udah 21 dan mas bilang udah dewasa bahkan siap mengandung anak mas. Ilya juga udah 21, yang artinya dia juga udah dewasa. Jangan Melakukan hal yang tidak disukai adik mu mas. Biarkan dia yang tentukan pilihan nya sendiri.” Tutur Akifa menggenggam tangan suaminya


Dylan menatap sang istri dengan ekspresi yang tak bisa Akifa jelaskan “Ada apa mas? Ada yang salah dengan muka ku?”


Mengulum senyum, lantas Dylan mencium pipi istrinya bahkan sedikit menggigit disana karena terlalu gemas


“Aucch.. mas.. kenapa digigit sih.” Wajah protes istrinya malah terlihat sangat menggemaskan!


Dylan terkekeh “Kamu sih sayang, kenapa ada wanita se-menggemaskan dirimu sih...” Mencium pipi kanan istrinya beberapa kali


“Ihh jangan gini ahk!” Mendorong wajah suaminya “Udah ngerti kan yang aku katakan tadi.”


Dylan mengangguk “Iya sayang, kan mas juga udah bilang akan mempertimbangkan laki-laki itu. Kalau dia terbukti baik, yah mas pasti akan menyetujuinya. Tapi kalau terbukti attitude nya buruk mas tidak akan segan-segan mengusir nya.”


“Iya deh, tapi ingat jangan terlalu emosi. Tapi, memang nya mas gak pernah ketemu kekasih Ilya?”


Kening Dylan berkerut dalam “Kekasih? Kamu bercanda sayang? Ilya tidak punya kekasih.” Bukan karena semata-mata berpacaran dilarang dalam agama, namun kakak-kakak serta ayah Ilya terlalu menakutkan untuk dikenalkan kekasih kepada mereka.


“Loh? Jadi, yang datang ngelamar Ilya siapa dong?” Kalau bukan kekasih jadi siapa? Pikir Akifa


“Mas juga tidak tau.” Mengangkat kedua bahu “Karena itu mas akan melihatnya terlebih dahulu.”


Akifa manggut-manggut mengerti “Mungkin ajah orang yang selama ini mencintai Ilya diam-diam. Kayak yang mas lakuin ke aku, terus kaya bang Delon juga ke gadisnya.”


Dylan terdiam, kemungkinan terbesar yang pernah ada “Bisa jadi, tapi yah kita juga akan tau minggu depan.”


“Eh? Tapi memangnya kandungan kamu sudah bisa diajak naik pesawat?” Tiba-tiba Dylan khawatir akan keadaan kandungan Istrinya


“Benar juga yah. Nanti kita tanya dokter Tina. Apa bisa naik pesawat atau belum.”


Dylan mengangguk, ia akan mengabari Tina nanti.


.


.


TBC

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. Like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️


...Penjet tombol Subscribe nya...


__ADS_2