
Kembali ke kedua pengantin baru. Mereka duduk bersebelahan tanpa berbicara satu sama lain, lebih tepatnya keadaan disekitar mereka sangat canggung.
“Oh yah dek, mau ambil cuti magang tidak?” Tanya Fatih. Istrinya sekarang memang sedang magang di perusahaan nya.
Ilya terdiam. Ia baru sadar kalau ia magang di perusahaan suaminya sendiri “Oh aku magang di perusahaan mu yah kak. Maaf aku baru sadar.”
Fatih terkekeh “Tidak apa-apa. Jadi, mau ambil cuti?”
“Hmm memang nya untuk apa? Bukannya sekarang perusahaan lagi sibuk-sibuknya yah kak?” Kenapa harus cuti jika pekerjaan menumpuk menanti di perusahaan.
“Yah cuti pernikahan lah dek, masa langsung masuk. Tidak ah, ambil cuti yah?”
Ilya kembali terdiam, ia berpikir sejenak lalu mengangguk setuju. Yang dihadapannya sekarang adalah suami plus bosnya, walau bagaimanapun ia harus menurut bukan?
“Jadi, kak Fatih juga ambil cuti?”
“Iya dong.”
Percakapan mereka terhenti saat seorang tamu datang memberikan selamat “Wah.. Fatih Happy marriage..”
Fatih berdiri diikuti oleh Ilya “Gara, thanks.. nyusul ‘kan?” mereka berpelukan ala pria
“In syaa Allah..” Tersenyum misterius, lalu melihat kearah istri temannya “Halo.. selamat yah.”
Ilya tersenyum tipis lantas mengangguk “Terima kasih kak.”
Kening Gara mengerut “Loh Fatih, beda nih? Yang kemarin kemana.” Menunjuk Ilya dengan tatapan heran dibuat-buat
Fatih ikut heran “Maksudnya? Memang yang ini kok.”
“Loh.. bukannya waktu itu lain yah, gadis yang kau bawa ke tongkrongan waktu itu.”
“Gar.. jangan gini lah..” Fatih mulai panik, takut Ilya berpikiran macam-macam “Jangan becanda ah..”
“Canda Bagaimana? Beda lagi ‘kan? Yang keberapa nih?” Gara belum mau menghentikan kejahilannya, apalagi melihat wajah panik Fatih dan wajah kebingungan Ilya semakin membuatnya gencar
“Gar.. aisshh jangan gini lah, tidak ada yang lain. Cuman satu yang ini kok.” Ia mulai kehabisan tenaga “Dek, jangan dengarin dia..”
“Wahh parah sih, beda lagi kan.”
Ilya semakin bingung, namun tiba-tiba ia mengerti apa yang dikatakan Gara, teman sang suami “Maksudnya beda lagi?”
“Dek bukan seperti itu..” Fatih ingin menjelaskan namun sejak tadi Gara malah semakin memanas-manasi
“Ups, sorry aku duluan yah.” Ingin kabur dari sana, apalagi melihat pasangan baru itu yang sudah terlihat tidak mengenakkan. Gara menepuk bahu Fatih “Lain kali jangan sembunyi ‘kan apa pun sama istri mu, bay..” Langsung pergi dari sana dengan menahan tawa
Seketika Fatih jadi panik, ia kalang kabut. Takut perkataan teman tak berakhlak nya dipercaya sang istri
“Dek.. itu bohong, jangan percaya. Sumpah, kamu perempuan satu-satunya di hidup ku selain uma sama adik-adik ku.” Ia sampai memegang tangan Ilya dan mengajaknya kembali duduk
Sebenarnya Ilya sedikit tidak enak dipegang, apalagi ini adalah genggaman pertama yang ia dapatkan dari laki-laki tak sedarah
“Hmm gak apa-apa kak, kalau pun benar juga aku gak masalah.”
__ADS_1
“Ya?” Fatih heran, apa maksudnya?
“Kata teman-teman aku, gak mungkin kak Fatih belum pernah pacaran sama sekali. Apalagi kak Fatih ganteng.” Ucap Ilya dengan wajah polos
Hati Fatih merosot. Ia lebih memilih di cemburui daripada mendapatkan penolakan tak secara langsung seperti ini ‘Yah mau bagaimana lagi, masih belum ada cinta untuk ku’ Ia hanya bisa memaklumi hal itu
“Jangan pikirkan perkataan teman-teman mu, aku memang belum pernah pacaran satu kali pun. Dan..” Mengangkat tangannya memperlihatkan kedua genggaman tangan nya dengan sang istri “Ini yang pertama kalinya aku memegang tangan perempuan selain tangan uma dan adik-adik ku.”
“Aku juga..” Entah mengapa Ilya juga ingin mengatakan hal itu. Ia cukup terkejut mendengar penuturan suaminya yang rupanya masih suci!
Fatih tersenyum simpul, lantas ia mengecup punggung tangan sang istri yang sedang ia genggam.
Blushhh..
Wajah Ilya memerah, ini benar-benar pertama kali dalam hidupnya. Ia jadi salah tingkah, tak tau harus bagaimana. Wajahnya memanas
“Ka.. kak..”
“Uhh manisnya istriku..” goda Fatih Semakin membuat rona merah di wajah Ilya terlihat. Ilya dibuat mati kutu dihadapan Fatih yang agresif.
Orang-orang di bawah panggung pun ikut tersenyum malu melihatnya
.
.
Malam pertama adalah malam yang ditunggu-tunggu para pengantin baru. Malam panjang penuh gairah yang membara. Malam yang akan menjadi saksi terikatnya dua insan.
Seharusnya seperti itu, namun malam pertama tidak harus dilaksanakan saat selesai pernikahan ‘kan? Itulah yang dipikirkan Fatih saat masuk kedalam kamar pengantin dan mendapati istrinya tertidur akibat kelelahan seharian ini tak pernah istirahat menyambut tamu.
Rambut pendek Ilya sangat cocok menurut Fatih, pria itu berjongkok tepat didepan wajah Ilya. Tangannya pelan-pelan menyingkap rambut yang menutupi wajah istrinya
“Masya Allah, cantiknya istriku ini ya Allah..” Tak sabar, ia mengecup kening Ilya lama. Niatnya memang hanya kening, namun ciuman Fatih malah memenuhi seluruh wajah istrinya.
Ilya melenguh, terganggu akan aktivitas Fatih yang membuat pria itu berhenti. Sebelum beranjak, Fatih kembali melabuhkan kecupan di bibir istrinya.
Fatih naik keatas ranjang, tepat nya dibelakang Ilya. Tanpa ragu, ia memeluk istrinya erat dari belakang. Tak ada lagi kata canggung, gadis didepannya sekarang adalah miliknya
Terlepas dari malam pertama yang belum terlaksana, Fatih sudah mengijab Ilya dihadapan yang maha esa dan juga seluruh keluarga Ilya.
Pria yang baru beberapa jam tadi mengucapkan ijab dengan lantang itu bertekad akan mengejar cinta istrinya, ia akan berperilaku agresif walaupun itu diluar dari kepribadiannya. Namun, siapa yang tau bagaimana Fatih jika dihadapkan dengan istrinya ‘kan?
Karena terlalu lelah, Fatih maupun Ilya tak sempat bangun di sepertiga malam untuk sholat malam.
Bunyi suara masjid mengusik Fatih dari tidurnya. Bukan hanya itu, ia juga merasakan sesuatu yang lembut membelai wajahnya.
Pelan-pelan ia membuka mata “eughh hmmm.” Lenguhnya
Saat membuka mata, ia sedikit terkesiap saat tak sengaja ia melihat Ilya yang langsung tutup mata seolah-olah masih tertidur.
Senyum miring tersungging, ia akhirnya tau apa yang membalai wajah ‘Rupanya ada kucing yang malu-malu’
Fatih mendekatkan wajah ke wajah istrinya “Good morning, sayang.” Mengecup bibir Ilya
__ADS_1
Ilya terkesiap, ia membuka mata karena syok.
Deg..
Wajah suaminya terlalu dekat sampai ujung hidung mereka hampir bersentuhan “Ka.. kak..” Gelagapan, ahh kenapa dia harus selalu salah tingkah dihadapan suaminya? Pikir Ilya
“Morning kiss..” Kembali lagi, Fatih mengecup bibir Ilya membuat Ilya terkesiap untuk yang kedua kalinya.
Wajah Ilya memerah namun sekali lagi ia tak tau harus apa. Fatih kembali dibuat Tersenyum gemas akan wajah istri yang sangat cepat memerah
“Sholat subuh yuk.” ajak Fatih,
Ilya bernapas lega lalu mengangguk. Mereka berdua pun lantas bersiap-siap untuk sholat bersama.
.
.
Selesai sholat, sudah tak ada lagi yang mengantuk. Ilya duduk di pinggir ranjang, ia gugup. Semalam mungkin tidak karena ia tidur sangat cepat bahkan tak menyadari Fatih masuk.
Fatih menghampiri Istrinya lalu berjongkok di hadapan sang istri. Tangan nya terangkat mengelus pipi sang istri
Cup..
Satu kecupan mendarat di kening Ilya “Siapkan dek?”
“Eh? Si.. siap?”
“Mau ‘kan?” Mengecup pipi istrinya
Entah mengapa tiba-tiba Ilya dapat menangkap maksud pria yang kemarin mengijabnya. Ingin menolak, namun sadar kalau itu adalah tugas nya sebagai istri
‘Aku pasti berdosa kalau nolak’
Dengan malu-malu, Ilya mengangguk pelan. Bak dapat oase, senyum Fatih merekah lebar saat mendapatkan lampu hijau.
Setelah membaca doa, Fatih pun memulai dari yang kecil sampai ke yang paling besar, dari yang luar sampai yang paling dalam.
Meneguk madu dari tubuh istrinya setelah Sholat subuh adalah yang terbaik bagi Fatih. Suara desahaan mereka terdengar memenuhi kamar. Baju kokoh Fatih tergelak begitu saja diatas lantai.
Penyatuan yang membuat keduanya merasa saling memiliki sama lain. Penyatuan indah di subuh menjelang pagi ini.
Rupanya bukan cuman malam pertama yang di nanti-nanti, namun subuh pertama pun tak kalah hebatnya!
.
.
.
TBC
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. Like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️
__ADS_1
...Penjet tombol Subscribe nya...