Cassino Kings ( Griffin Struggle )

Cassino Kings ( Griffin Struggle )
Chapter 12


__ADS_3

🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Di sisi lain, pesawat yang ditumpangi oleh Lyla beserta yang lainnya kini telah mendarat sempurna di bandara Soekarno Hatta Internasional.


Namun, mereka sama sekali tidak tahu, bahwa di Negara Indonesia ini, sedang diterapkan sistem Karantina, mengingat Eropa sudah tidak memberlakukan hal itu.


Kepulangan Lyla yang tidak diketahui oleh orang tuanya, membuat dirinya terpaksa harus mengikuti Karantina ini, “Berapa lama Karantinanya? Tanya Lyla pada petugas Migas yang sedang melakukan rangkaian PCR kepadanya.


“Di karenakan Anda belum melakukan Vaccined, berarti Anda harus melakukannya selama lima hari Nona,” jawab petugas itu, yang membuat Lyla harus menarik nafasnya berat.


Dan di saat dirinya masih melakukan PCR dibandara, tidak sengaja pandanganya melihat sosok pria yang tadi juga dia lihat di pesawat.


“Ada lima Hotel yang bisa Anda pilih sebagai tempat Karantina Nona, silahkan pilih salah satu,” ucap petugas itu lagi, dan belum sempat Lyla menjawab, ponselnya tiba – tiba saja berdering, memperlihatkan telpon dari papahnya.


Aiden yang mengetahui putrinya berada di bandara, dari sinyal GPS yang memang sengaja dia letakan di ponsel putri kesayanganya itu.


“Iya pah,” ucap Lyla, pada saat telah menekan icon hijau di ponselnya.


“Putri cantik papah, ada di Indonesia untuk mengunjungi Papah dan Mamahnya, kenapa tidak bilang sayang? Papah bisa menyediakan Jet untukmu, hingga kamu tidak perlu berada di Bandara itu sekarang,” Aiden sangat kesal, ketika dia mengetahui bahwa putrinya pasti saat ini sedang berdesak – desakan dengan penumpang lainnya.


“Papah, awalnya Lyla hanya ingin membuat kejutan untuk kalian, Lyla sama sekali tidak tahu bahwa di sini ada Karantina dan juga harus Vaccined seperti ini Pah,” Lyla sangat menyesali tindakannya yang begitu berani pulang sendiri tanpa dampingan pengawal.


“Oke, tenanglah sayang, papah akan menelpon orang – orang Papah, agar kamu bebas dari Karantina, oke, tunggu sebentar ya, putri papah,”


“Pah, No, Lyla baru datang dari negara lain, dan Lyla harus karantina Pah, Lyla tidak mau membawa penyakit virus untuk Papah dan Mamah,” bantahnya pada Aiden, yang diyakini memang mampu membuat keajaiban dirinya tidak menjalankan prosedur itu.


Di saat Lyla sedang berbicara seperti itu, secara tidak sengaja matanya menatap seorang pria yang juga sedang menatapnya sinis, mungkin karena dirinya mendengar pembicaraannya untuk tetap meminta karantina, membuat pria itu yakin jika Lyla adalah anak yang manja.


Setelah mendengarkan perintah papahnya yang akan menyewa satu hotel khusus untuk Karantina putrinya, kini Lyla segera mematikan ponselnya, dan berjalan mendekat ke arah pria itu.

__ADS_1


“Kenapa sejak tadi Anda melihatku sinis seperti itu?” tanya Lyla, dengan menyilangkan tangannya di depan dada, sambil menatap pria itu dengan lekat.


Pria itu melihat sekelilingnya, dan hanya mendapatkan dirinya saja di sana, dengan petugas yang berada di balik komputer.


“Apakah kamu sedang berbicara denganku?” tanyanya dengan menggunakan bahasa Indonesia.


“Ahhh, ternyata bule ini bisa berbicara bahasa Indonesia,” pikir Lyla.


Deri ingin sekali tertawa, ketika Tuhan berpihak kepadanya dengan mempertemukan Lyla lebih awal seperti ini, dia tidak mungkin melupakan wajah wanita yang sudah dia hafal ketika dia melihat di situs online, siapa saja orang – orang yang berada di sebelah Griffin.


“Aku hanya begitu penasaraan saja, bisa ya seorang wanita memasang walpapper pria, dan bahkan dia tidak mengenali pria itu sendiri,” ucap Deri, menyindir Lyla, sembari menatap ke layar ponsel yang berada di gengaman wanita itu.


Lyla mengalihkan padangannya dan ikut melihat ke arah ponselnya sendiri, “Cikh, memang Anda mengenalnya,” sindir Lyla balik.


Di saat inilah Deri langsung tertawa terbahak – bahak, ketika dirinya di tanya tentang foto dirinya sendiri.


“Apakah, selama dua belas tahun tidak bertemu, kamu benar – benar sudah melupakkannya?” tanya Deri lagi, lalu menggelengkan kepalanya pelan, mengingat betapa pikunnya seorang Lyla.


Sontak saja, Lyla langsung membulatkan matanya besar, ketika menyadari, bahwa pria yang berada dihadapannya ini, adalah pria pertama yang berhasil merebut hatinya dari dua belas tahun yang lalu. “Deri, kau kah itu?” tanya dengan pelan, seakan dirinya takut salah dalam mengenali seseorang.


“Untuk apa kembali?” tanya Lyla dengan ketus, namun belum sempat Deri menjawabnya, petugas Nakes sudah lebih dulu memanggil mereka untuk menuju hotel yang mereka tuju.


“Aahhh, permisi, bisakah kalian menyatukan hotel pria yang itu dengan saya?” tanya Lyla, yang masih belum menyadari kehadiran Sarah di sana.


Deri menatap Sarah yang juga sedang menatapnya bingung, Namun Deri sadar bahwa hal ini adalah bagian penting dari tugasnya, lalu dia juga meminta petugas untuk menyatukan hotel mereka.


Lyla yang baru menyadari tentang keberadaan wanita di sisi Deri, kini meyakini bahwa wanita itu mungkin adalah kekasih Deri.


**


Ketika Lyla sudah berada di kamar hotel, dia teringat akan Griffin, pria itu pasti akan sangat marah ketika dia tahu bahwa Deri telah kembali.

__ADS_1


Sesungguhnya Lyla sedang merasa sangat canggung saat ini, entah kenapa, keputusannya untuk bertemu dengan Deri ini adalah salah.


Tokk,,tookkk,,tokkk, terdengar suara ketukan kamar yang kini mengejutkannya. “Iya sebentar,” sahut Lyla, lalu segera membuka pintu kamarnya untuk melihat siapa yang datang.


“Hey Lyla,” sapa pria yang tidak lain adalah Deri.


“Hey Deri, masuklah,” balas Lyla dengan perasaan canggungnya, dia membukakan pintu kamarnya agar Deri bisa masuk ke dalam.


“Kamu tidak banyak berubah ya Lyla, masih sama dengan dua belas tahun yang lalu,” seru Deri, yang sedang berusaha mencairkan suasana.


Lyla tersenyum tipis, lalu beralih ke dapur yang memang tersedia di dalam kamarnya, untuk membuatkan Deri minum.


“Aku masih tidak menyangka, selama dua belas tahun ini kamu menghilang tanpa kabar, dan tiba – tiba Tuhan mempertemukan kita lagi, seakan – akan dunia ini begitu sempit.” Kata Lyla, sambil berjalan keluar dengan membawa dua cangkir Coffee untuknya dan untuk Deri.


Mendengar sindiran itu, Deri langsung tersenyum kecut menanggapinya.


“Apakah kamu tahu, kepergianmu yang tanpa jejak pada saat itu, membuat mental seorang sahabatmu rusak,” sambung Lyla lagi, namun kali ini dengan tatapannya yang serius.


“Aku pergi pada saat itu, karena sebuah alasan La,”


“Tapi tidak dengan seperti itu Deri,” Lyla langsung memutuskan kalimat Deri yang pastinya ingin membela diri.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘

__ADS_1


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2