Cassino Kings ( Griffin Struggle )

Cassino Kings ( Griffin Struggle )
Chapter 48


__ADS_3

🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Setelah melakukkan perjalanan panjang, dan sebulan ini Kintan sudah berada di Italia. Dia adalah sosok yang bertanggung jawab penuh atas Cassino yang ada Italia dan kalau ini ada masalah pasti Kintanlah yang harus di panggil.


Begitu juga dengan Dery, setelah dia meminta izin kepada istri dan mamah mertuanya. Kini dia juga sudah berada di Italia bersama dengan Robinson, Mark dan juga Jack.


“Terima kasih Dery, lagi - lagi kamu menyelesaikan misi ini dan menutup tuduhan atas pengkhianatan yang kamu lakukkan.” Ucap Robinson yang bangga pada apa prestasi anak didiknya.


“Sama - sama Pak, saya hanya menjalankan tugas saya saja, dan sekali lagi saya minta maaf karena saya harus kehilangan rekan saya Sarah.” Balas Dery menundukkan kepalanya, merasa bahwa kali ini dia tidak sepenuhnya gagal dalam misinya.


Ya, dahulu setelah dirinya pulang dari temoat Aditiya, dia memang langsung ke Amerika untuk melaporkan semua kejahatan Kintan dan yang lainnya.


Dery melaporkannya karena dia tahu jika Griffin jarang sekali berada di Cassino itu, dan memudahkannya untuk mengambil sebuah keputusan.


“Pak, semua wanita dan manusia yang ada di dalam sudah berhasil kita selamatkan, tetapi kami tidak bisa menemukan Kintan sang pemilik Casino itu Pak.” Lapor salah satu anak buahnya membuat Robinson menganggukan kepalanya mengerti.


“Untuk masalah itu, nanti saja kita bicarakan! Tugasmua sekarang bersihkan benar - benar Casino ini lalu robohkan!” Perintah Robinson lagi.


Dan tentu saja, Kintan yang sedang menyamar itu jelas mendengarnya. “Sial, laki - laki sialan! Berani sekali dia melakukkan hal ini padaku!” Umpat Kintan, yang akhirnya memilih untuk pergi meninggalkan lokasi.


Dia tidak ingin berlama - lama, karena merasa khawatir jika ada seorang yang melihatnya hidupnya bisa tamat seketika.


****


Kintan merasa marah, dia sangat - sangat marah. “Sial - sial - sial!!” Teriaknya di jalanan.


Dia marah karena ternyata semua rencananya gagal total. Niatnya mendukung hubungan Dery dengan Lyla, agar pria dan wanita itu tidak lagi menganggu hubungan nya dengan Griffin.


Tapi siapa yang bisa mengira, kalau hubungan Dery dengan Lyla itu membuat pria itu semakin kuat dan berani karena ada tangab Aiden yang membantunya.


Sedangkan Griffin? Harusnya Griffin jadi miliknya malah pria itu menikah dengan Historia.


“Aku akan menghancurkan kalian - aku akan menghancurkan kalian!” Teriaknya lagi, namun tanpa dia sadari jika ada seorang yang mendnegarnya mengatakan hal itu.

__ADS_1


“Wah - wah, sepertinya ada yang sedang sakit hati nih -“ ucap seseorang yang membuat Kintan langsung menoleh melihatnya.


Dialah Aditiya, sosok pria yang sekaligus musuh Griffin. “Kamu -“ ucapnya tehenti, dan langsung melangkahkan kakinya pergi.


“Jangan buru - buru dong! Kita bisa kerja sama untuk saling menguntungkan loh!” Sahutnya, mengehentikan langkah Kintan. Membuat wanita itu tersenyum mendengarnya.


“Kamu pikir aku mau kerja sama dengan kamu? Ingat ! Kekuataan kamu saja masih jauh kalah sama Griffin, apa yang membuatku tertarik dengan itu? Sangat buang - buang waktu saja.” Balas Kintan, dan kembali melangkah kakinya.


“Kamu masih memuja pria itu ya? Hahahaha, bukannya dia sudah mencampakkanmu? Tapi kenapa kamu masih memujanya?” Tanya Aditiya, membuat langkah Kintan kembali terhenti, dan membalikkan tubuhnya menatap tajam ke arah Aditiya.


“Bukannya Anda juga sudah di campakan oleh anak kesayangan Anda itu?” Tanya Kintan balik, niatnya ingin menyindiri, tetapi bukannya sedih, Aditiya malah tertawa mendengarnya.


“Kesayangan? Hahahahaha?” Aditiya tertawa dan membuat Kintan menyeritkan keningnya.


“Dia itu hanyalah seorang anak yang tidak di inginkan! Aku sudah bilang pada Neriz untuk tidak melahirkan anak itu, tapi wanita sialan itu dengan beraninya lari dan melahirkan anak itu!” Tandasnya penuh dengan dendam.


Membuat Kintan paham, bahwa Dery memanglah laki - laki yang sangat menyedihkan.


Melihat Kintan yang diam, sepertinya sedang mencerna kata - katanya, Aditiya kembaki tersenyum. “Kalau aku jadi kamu, aku lebih baik membunuh orang yang aku cintai dari pada dia di miliki orang lain. Makanya aku membunuh Neriz agar siapapun tidak bisa memilikinya termasuk putranya sendiri.” Tambahnya lagi, dan kini Kintan mulai mendengarkannya.


“Aku bisa membantumu membalas dendam, tetapi ada harga untuk itu!” Tawarnya pada Kintan.


“Harga apa?” Tanya Kinta sebenarnya tidak penasaraan, hanya saja dia ingin tahu apa yang akan di tawarkan Adit untuknya.


“Membunuh orang - orang yang ada di sekitaran pria itu! Termasuk Dery!” Ke dua mata Kintan membulat besar.


Ini Aditiya dengan begitu enteng menyuruhnya menghabisi nyawa putranya sendiri tanpa adanya sebuah kesedihan.


Kintan menggelengkan kepalanya, “aku tidak ingin terlibat dalam masalahmu, kamu pergi selesaikan sendiri masalahmu itu!” Tolaknya, tidak mau membuat konspirasi di belakang Griffin.


Dia khawatir, jika Griffin tahu dia mengkhianatinya, maka pria itu akan semakin sulit memaafkannya nanti.


Aditiya merasa kesal dengan penolakan Kintan, dia sebenarnya sangat tidak menginginkan kerja sama dengan wanita ini, namun wanita ini sangatlah berharga untuknya agar dirinya bisa tahu semua kelemahan Griffin.


Karena dirinya sudah mulai akan menyerang tanpa menyisahkan apa pun untuk kedudukan pria itu.

__ADS_1


Mendengar kabar kematian Arvan, tentu hal ini tidak akan pernah di sia - siakan oleh Aditiya. Dan sudah saatnya menyerang untuk menjadi pemimpin selanjutnya.


“Kamu yakin menolakku? Kamu lupa kalau ke dua orang tuamu ada bersamaku? Dan juga -“ Aditiya tersenyum ketika Kintan kembali menatapnya tajam.


Aditiya mendapatkan sebuah panggilan telpon dan memasangkan speaker agar Kintan bisa mendengarnya.


“Tuan Adit, kita sudah berhasil menangkap Kevin kakaknya Kintan.” Lapor anak buahnya itu, dan sontak saja membuat ke dua mata Kintan kembali membesar.


“Kamu?! Kamu lepaskan kakak dan orang tuaku!” Perintahnya pada Aditiya.


“Oh tentu saja aku lepaskan, kalau kamu mau menuruti perkataanku!” Tegas Adit dan tanpa berpikir panjang lagi Kintan menganggukan kepalanya pelan untuk menyetujui hal itu.


“Bagus, gadis baik.” Pujinya, ketika Kintan kini tunduk di bawah kakinya.


“Bawa dia pergi!” Perintah Adit, pada anak buahnya yang sejak tadi sudah mengawasi mereka.


“Baik Tuan.” Sahut mereka, dan langsung membawa Kintan pergi.


Namun tidak dengan Aditiya, dia malah tersenyum bahagia di tengah jalan. “Hahahahahah sebentar lagi - sebentar lagi, nasib kamu akan berada di bawah kakiku! GRIFFIN!” Tekannya menampilan mata yang menyorotkan penuh dendam.


Dia bahkan menjilati pisaunya yang sudah lama haus akan darah.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*

__ADS_1


__ADS_2