Cassino Kings ( Griffin Struggle )

Cassino Kings ( Griffin Struggle )
Jangan Menghalanginya!


__ADS_3

🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


“Aku kekasihnya!” Suara Kintan benar - benar lantang memberitahukan pada kakaknya, kalau dia adalah kekasih dari Griffin.


Kevin terkejut mendengarnya, namun di detik selanjutnya dia tersenyum. “Yahhh, begitulah ya kalau misalnya mengkhayal di siang bolong.” Kevin masih beranggapan bahwa adiknya ini sedang berhalusinasi jika dia adalah kekasih dari Griffin.


“Kak, aku benar - benar kekasih darinya, bahkan aku sudah menyerahkan ke Virginanku padanya.” Ucap Kintan dengan wajah yang serius. Namun Kevin hanya memasang wajahnya datar.


“Ohh, oke.” Kevin tidak tahu harus merespon seperti apa.


“Oke?” Tanya Kinta, ketika kakaknya hanya merespon seperti itu.


Kevin menghela nafasnya kasar, lalu dia mendekat ke arah adiknya. “Kalau memang itu benar, Kakak juga tidak perduli, karena kamu yang ingin menjadi kekasihnya padaha kamu jelas tahu jika bagaimana Griffin memperlakukkan Lyla dulu.” Jawab Kevin, berbicara secara fakta.


Dari awal dirinya sudah mengatakan pada Kintan, untuk menjaga diri sendiri agar tidak termakan oleh bujuk rayu siapapun. Namun jika sampai dia termakan oleh janji - janji palsu dari Griffin itu berarti bukan salahnya yang tidak melindungi adiknya.


Merasa sudah tidak ada yang bisa dikatakan lagi pada adiknya, Kini Kevin memilih untuk melangkahkahkan kakinya keluar dari kamar Kintan.


Dia tahu, mungkin adiknya itu merasakan sakit Hati yang sangat mendalam. Namun, apa yang bisa dia lakukkan? Tidak ada yang bisa mengatahui apa dan bagaimana perlakuaan Griffin terhadap mereka.


Kevin, bukan berarti jika Kevin adalah laki - laki, Kevin akan selamat dari kegilaan Griffin. Hanya tinggal menunggu waktu saja, sampai dirinya menerima sebuah kehancuran.


Kintan yang melihat kakaknya tidak merespon apa pun, kini merasa semakin marah, dia tidak terima karena kakaknya sama sekali tidak mau membelanya.


“Apa yang harus aku lakukkan sekarang? Aku tidak mungkin menerima begitu saja kekalahanku dengan wanita murah itu.” Gumam Kintan, dan berusaha berpikir untuk mencari jalan keluar akan masalahnya.


Tentu saja, atas apa yang dia korbankan selama ini, Kintan tidak akan mau menerima kekalahaanya begitu saja. Dia pasti akan menutut dan merebut kembali atas apa yang di lakukkan oleh Griffin kepadanya.


“Sepertinya aku sudah tahu caranya.” Gumam Kintan, dan lalu tersenyum ketika mendapatkan ide yang sangat menarik.

__ADS_1


Tetapi, ketika dia sedang berpikir tentang masalah, tiba - tiba saja dia mendapatkan telpon dari anak buahnya.


“Nyonya Kintan, kita sudah ketahuan! Cassino kita - di bobol CIA dan FBI nyonya.” Lapornya, yang membuat Kintan sontak terkejut mendengarnya.


“A - apa? Bagaimana bisa? Selama ini Cassino kita aman - aman saja dan tidak ada satupun yang berhasil kelu -“ Kintan menghentikan kalimatnya, ketika dia tersadar akan satu hal.


“Sial - sial - sial.” Umpatnya, dan langsung mematikan ponselnya.


Kintan membanting ponselnya ketika mengingat kebodohannya pada saat itu. Saat di mana dirinya membongkar tentang silsilah Cassino pada Dery lantaran karena khawatir dengan ancaman Dery yang mengatakan akan menyerang Griffin jika tidak memberitahunya.


“Sial!” Kintan tak henti - hentinya mengumpat kesialannya ini.


Karena kalau hal ini benar - benar akan terjadi, maka sudah di pastikan Griffin akan semakin sulit menerimanya karena sudah di anggap gagal dalam menjalankan tugasnya.


Tidak mau berlama - lama merenung, Kintan kini mulai bersiap dan segera mempersiapkan keberangkataanya ke Italia.


Dia mau melakukkan banding pada pengadilan yang sudah membongkar Cassino Wolf tanpa adanya pemberitahuaan atau apapun.


Dan untuk Dery, mungkin dia akan mengurusnya setelah semua masalah ini selesai.


Sedangkan di sisi lain, Dery dan Lyla yang baru saja pulang dari rumah sakit, kini sedang duduk di ruang keluarga bersama dengan Freya dan Aiden.


“Bagaimana keadaan Lyla?” Tanya Freya tidak sabaran mendengar hasil therapy putrinya tadi.


Dery dan Lyla tersenyum. “Lyla sudah bisa berdiri sekitar 5 detik Mah, tapi masih harus sering melakukkan Therapy lagi agar Lyla bisa cepat pulih.” Jelas Dery pada mertuanya.


Tentu saja, Freya dan Aiden merasa bahagia ketika mendengar hal baik akan berangsur menghampiri putrinya.


Namun, di saat mereka sedang berbicara, Tiba - tiba saya ponsel Dery berdering dan menunjukkan nama komandanya di sana. “Aku permisi angkat telpon dulu.” Pamitnya pada Lyla dan mertuanya.


Lyla menganggukan kepalanya singkat, dia mempersilahkan suaminya mengangkat panggilan terlebih dahulu, karena khawatir itu penting.

__ADS_1


Sembari menunggu suaminya, Lyla kembali mengobrol dengan orang tuanya, dan ketika suaminya sudah selesai mengangakat panggilan, Lyla menyadari bahwa wajah Deri sangatlah tidak nyaman untuk di pandang.


“Ada apa? Kenapa wajahmu seperti itu? Siapa yang menelpon?” Tanya Lyla, berderetan karena dia merasa sangat penasaraan apa yang tadi dibicarakan oleh suaminya.


Deri menghela nafasnya berat, memperlihatkan bahwa dia sedang menyimpan beban yang sangat berat.


“Menindak laporan tugasku waktu itu, saat ini CIA dan FBI sedang membongkar Cassino milik Griffin.” Jawab Deri dengan jujur, tidak ada yang dia tutupi sama sekali.


Mendengar hal itu, Lyla juga menghela nafasnya kasar. Karena akhirnya mereka harus menghadapi kemarahaan Griffin lagi setelah ini.


“Aku tidak tahu apakah ini benar atau tidak, tapi -“


“Untuk apa hal seperti itu kalian pusingin?” Kini giliran Aiden yang bersuara. bahkan dia menampilkan senyumnya dengan lebar.


“Kalau kalian khawatir Griffin akan marah, saya rasa kalian belum terlalu mengenal anak itu.” Timpalnya lagi, membuat Deri dan Lyla menoleh ke arah pria paruh baya itu dengan lekat.


“Hal seperti ini tidak hanya baru ini terjadi padanya, Griffin bukan hanya memiliki satu Cassino dan bukan berarti kalau Cassino itu di Segel Negara dia akan kehilangan mata pencarianya.” Jelas Aiden, yang bahkan membuat Lyla terkejut mendengarnya. Pasalnya dia yang paling dekat dengan Griffin tetapi dia tidak tahu akan hal ini.


Aiden berdiri dari duduknya, namun sebenarnya dalam hatinya merasa Khawatir. “Deri, kalau kamu sudah terlanjur ikut campur dalam urusan Griffin yang ini, maka usahakan untuk masalah yang lainnya kamu jangan ikut campur!” Aiden memberikan peringatan untuk menantunya. Karena dia begitu hafal siapa Griffin sebenarnya.


Lyla teringat akan visi dan Misi sepupunya itu, “dia tidak perduli dengan hal lainnya di dunia ini, dia juga tidak akan mencampuri urusan orang lain, tetapi dia juga tidak suka jika ada yang menghalangi jalannya. Karena dia tidak peduli akan lawan dan kawan, jika menghalangi dan memberontak padanya, maka Cap Musuh itu akan melekat di kamu, dan jika sudah terCap musuh olehnya, maka hanya tinggal menunggu waktu yang pas untuk kematianmu itu datang.” Lirih Lyla, mengingat lagi setiap kata yang sering sekali keluar dari mulut sepupunya itu.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘

__ADS_1


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2