Cassino Kings ( Griffin Struggle )

Cassino Kings ( Griffin Struggle )
Chapter 51


__ADS_3

🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Aditiya terlihat menampilkan senyum semeriknya, dia menggunakan pisau kecilnya itu mengelus seluruh tubuh Kintan.


Dia mengarahkan pisaunya itu mengitari leger Kintan, dan bahkan ke gunung kembarnya.


Dia memelankan gerakannya, membuat Kintan mulai bergetar. “Hahahahahahhahaha, liatlah, wanita ini ternyata seorang pe la cur. Baru di ginikan saja dia sudah bergetar.” Seru Aditiya, membuat Dery yang mendengarnya saja malu.


Adit menatap sekilas pada Dery, lalu dia menarik Kintan mendekat ke arah putranya. “Bukankah kamu menyukai gadis ini? Bukankah kamu jatuh cinta padanya?” Tanya Adit pada Dery.


Sreeeekkkkk, Adit merobek pakaian Kintan hingga terlihat hanya dalam an saja yang tersisa.


“Lihatlah! Kamu bisa memilikinya sekarang, lihat!” Perintah Adit, dan menurukan kaca mata milik Kintan agar gunung kembarnya itu bisa terlihat oleh Derry.


“Seperti ini.” Ucap Adit, sembari mengacak gunung kembar itu.


“Berhenti! Stop! Stop, hiskk,” Kintan memohon agar Adit bisa menghentikan perbuatannya itu.


“Dengar Dery! Kalau kamu tidak mau meni durinya. Maka aku pastikan aku akan menculik Lyla dan aku yang akan mem perkasnya.” Ancam Adit pada Dery.


Namun Dery hanya diam saja, tidak memberikan respon apapun, baginya penjagaan istrinya sangat ketat, dan tidak mungkin begitu mudah Adit menculiknya.


“Oh kamu tidak percaya? Sini biar aku kasih liat buktinya.” Aditiya mengirimkan sebuah foto Lyla yang tertidur.


Sepertinya foto itu di ambil dari luar Jendela, apa ini? Apakah ada penyusup di Vila mereka? Ataukah ada salah satu anak buah Aiden yang berkhianat? Dery tidak bisa berpikir lagi. Dia benar - benar pusing sekarang harus berbuat apa.


Dia juga tidak bisa melakukkan hal itu bersama dengan Kintan. Dia tidak mungkin mengkhianati istrinya, tapi - tapi, bagaimana dengan nasib istrinya.


“Baiklah aku akan menurutinya.” Jawab Dery, dan Adit memberikan kode pada anak buahnya untuk melepaskan ikatan kaki dan tangan Dery.


Sejenak Dery menutup matanya, meyakinkan dirinya jika dia benar - benar akan melakukkan hal ini.


Dery diam sejenak, lalu dia berdiri mendekat ke arah Kintan. Wanita itu menatapnya dengan tatapan yang memohon untun Dery tidak melakukkan hal itu.


“Cepat lakukkan! Tunggu apa lagi?!” Sentak Adit, yang kembali membuat Dery menghela nafasnya.


Dery mengelus wajah Kintan, meyakinkan Kintan jika ini akan baik - baik saja.


Jleebbbbbbb, uhuuukkkk, “apa - apa ini?” Adit tidak menduga, bahwa tangan Dery akan secepat itu mengambil pisau dari tanganya dan menusukkan pisau itu ke perutnya sendiri.

__ADS_1


Dery terbatuk mengeluarkan darah yang muncrat ke wajah Kintan. “Ahhhhh,,Dery, Haaaa.” Teriak Kintan, karena tidak Mau Dery mati lebih dulu.


Dia masih takut menghadapi para pria itu, dan sekarang tidak ada yang menjadi harapannya.


Dery terduduk, menahan sakit di perutnya, sedangkan Adit hanya menatap biasa saja. “Di kasih enak malah milih sakit.” Gumam Adit, lalu menarik pisau itu dari perut Dery, dan berjalan ke kursi singasananya.


Dia sama sekali tidak perduli apakah Dery akan mati atau tidak. Dia juga sudah tidak ada minat lagi untuk bermain - main.


Apa lagi anak buahnya sudah mengabarkan, jika Griffin dan papahnya sudah berada di perjalanan ke sini.


Eh tunggu, “papahnya?” Tanya Adit pada anak buahnya.


“Iya Tuan, papahnya yang bermakna adalah Albert.” Jawab anak buahnya.


Adit mulai merasa ketar ketir, “kenapa? Kenapa pria ini masih hidup? Bukankah dia sudah lama mati?” Tanya Adit pada anak buahnya, yang sepertinya tidak mengetahui akan hal itu.


Adit kembali berdiri dari kursinya, lalu mendekati Dery yang terlihat sudah pucat, “katakan! Bagaimana Albert bisa hidup lagi?” Tanya Adit pada putranya.


Dery tersenyum, karena terlihat jelas wajah kekhawatiran di muka aditiya. “Kenapa? Apakah Anda takut?” Tanya Dery, sembari menahan sakit di perutnya.


Adit yang kesal, lalu kembali menusuk dada Dery namun tidak di jantung, karena dia mau pria ini mati dengan perlahan. “Kita akan bersama pergi ke Neraka Papah.” Tandasnya dengan senyumya.


Semakin kesal, Adit mendorong tubuh Dery hingga terjatuh lalu dia berdiri sembari memikirkan strategi yang bagus untuk mengalahkan mereka.


“Tanamkan alat itu sekarang!” Perintah Adit pada anak buahnya, dan meminta seorang dokter untuk memasangkan alat padanya.


“Apa rencana Anda Tuan?” Tanya Anak buahnya itu.


“Karena Griffin adalah Raja Cassino, maka kita akan buat dia mati karena kekalahannya.” Jawab Adit.


Anak buahnya yang mengerti, langsung menyiapkan sebuah ruangan rahasia, dan memanggil semua investor taruhan yang mau melihat keseruan kesakitan dari kekalahan seseorang.


“Kata orang, apa kebiasaanmu maka kamu akan mati di dalam kebiasaanmu.” Lirih Adit, merasa akan mampu mengalahkan Griffin dan Albert di dalam Arena.


Sejujurnya Dia tidak berani perang melawan Griffin dan Albert. Dua kekuatan itu benar - benar akan membuat dirinya mati secara tragis.


***


“Kak, ada informasi dari lawan.” Brio yang sengaja di paksa ikut, untuk memberikan sebuah informasi pada mereka dan sebagai alat komunikasi dari lawan.


Albert menoleh ke arah Brio. “Mereka memanggil para investor yang berani taruhan untuk melihat kematian dari ju di ini.” Jelas Brio, memperlihatkan siapa saja daftar investor itu.

__ADS_1


“Aiden.” Lirih Albert pelan.


“Ini maksudnya apa? Untuk apa dia melakukkan hal ini?” Tanya Albert bingung.


“Lawan tidak mau perang kak, tapi dia menantang Griffin dan asisten Griffin untuk bermain Old Maid.” Jelas Brio lagi.


“Old maid?” Tanya Albert lagi, namun pertanyaannya itu belum mendapatkan jawaban karena mereka terlihat sudah lebih dulu sampai di lokasi yang sudah di tentukan.


“Siapa? Siapa yang akan menjadi asistennya?” Tanya Albert, di saat mereka sudah turun dari pesawat.


“Historia.” Jawab Griffin dengan tegas.


“Tidak, biarkan Brio saja!” Sahut Albert. Namun Brio menggelengkan kepalanya keras.


“Tidak - tidak, kakak jangan bercanda, ini adalah permainan Old Maid kak.” Tolaknya tidak mau bermain bersama dengan Griffin di pemainan seberbaya ini.


“Apa masalahnya? Kamu ikut Griffin, lalu aku akan menjaga Histo!” Tegas Albert. Karena memang cuman mereka ber4 yang ada di sini.


Sedangkan Aiden tidak jadi pergi, karena istrinya berteriak histeris tidak memperbolehkan Aiden untuk pergi. Namun, terkahir informasi yang dia dapatkan, Aiden menjadi salah satu investor yang melihat dari jauh semua kejadian ini secara langsung.


*****


“Tuan, mereka sudah datang tuan.” Lapor anak buahnya, memberitahukan Aditiya bahwa Griffin dan rombongannya sudah ada di luar Arena.


Aditiya menatap Dery yang sepertinya kesal karena di obati dan di paksa menjadi asisten Adit.


“Kenapa kamu kesal? Bukankah kalau aku kalah kamu juga akan mati?” Tanya Adit pada Dery yang tidak menjawab sama sekali.


Apa pun yang terjadi, mau hasilnya menang atau kalah, Dery tahu bahwa dia akan mati dalam beberapa jam ke depan.


“Siapkan Arena! Beritahu mereka jika 3 jam lagi pertandingan akan di mulai!” Perintah Aditiya pada seluruh anak buahnya.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘

__ADS_1


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2