Cassino Kings ( Griffin Struggle )

Cassino Kings ( Griffin Struggle )
Chapter 27


__ADS_3

🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Plaaakkkkk, satu tamparan mendarat sempurna di pipi Deri, membuat pria itu sontak menatapnya tajam.


Braaakkkk, dengan emosi Deri mendorong tubuh Kintan hingga mentok di tembok.


Lalu mencengkram kuat rahang wanita itu, memaksa Kintan untuk menatapnya.


“Jangan lupa! Bahwa kamu ke sini bukan untuk mengulang kembali kisah kalian itu! Kamu di sini hanya untuk membuat Griffin lemah agar aku bisa menyerangnya!! Dan ingat baik – baik, bahwa kamu, tubuhmu ini hanya untuk aku saja! Camkan itu baik – baik, jika tidak orang tuamu yang akan menerima semua akibatnya,” ancam Deri, yang langsung melepaskan Kintan, dan pergi begitu saja meninggalkan Kintan yang terduduk lemah.


“Siall!!! Aku harus apa sekarang,” gerutu Kintan, yang sudah merasa buntu di jalan sekarang.


Dia benar – benar di awasi oleh Deri, tanpa bisa bertindak apa pun.


Dia tidak ingin Griffin di habisi oleh Deri, Namun dia juga tidak bisa mengorbankan orang tuanya.


“Jalan satu – satunya adalah, Lyla,” batinnya yang berpikir bahwa Lyla mungkin bisa saja menjadi pancingan oleh Deri.


“Aku harus membuat Griffin bisa menikahkan Lyla dengan Deri, dan setelah itu Deri mungkin saja bisa jatuh cinta kepada Lyla dan membebaskan aku dari belenggu itu.”


“Maaf Lyla, bukan maksudku menjadikanmu umpan untuk ke dua kalinya, tapi mengertilah aku sangat mencintai Griffin dan ke dua orang tuaku,” Kintan pastinya merasa bersalah lagi pada Lyla, karena untuk ke dua kalinya dia menjadikan wanita sebaik Lyla harus tenggelam bersama orang – orang jahat seperti Griffin dan Deri.


Namun, inilah langkah satu – satunya agar ke tiga orang yang dia sayangi tidak ada yang menjadi korban untuk Deri.


**


“Sayang,” panggil Kintan, sambil memeluk tubuh kekasihnya itu dari belakang.


Griffin hanya diam saja, dengan kegiatannya yang sedang mengancing kemejanya.


Tokkk,,tookkk,,tookkk, suara ketukan pintu terdengar, dan membuat Griffin beserta Kintan menoleh ke arah pintu.


“Masuk,” sahut Griffin dari dalam.


Tak lama terlihat sosok Zake yang Datang dan langsung menundukkan kepalanya hormat.


“Lord, di luar sudah ada Ratu Historia,” ucap Zake, yang sontak membuat Griffin menghelakan nafasnya berat.


“Katakan padanya, jika aku mengajaknya untuk ikut serta makan malam,” seru Griffin, dengan wajah pasrah.


“Baik Lord,” Zake kembali membungkukkan tubuhnya di hadapan Griffin.


“Aahhh, tunggu dulu Zake,” lanjutnya menahan langkah asistennya yang hendak melangkah pergi.


“Biar aku saja yang langsung menemuinya,” Griffin mengambil keputusan, tanpa melihat Kintan yang berada di sebelahnya.

__ADS_1


Entah pria itu melupakan kehadiran Kintan atau bagaimana, Namun sikapnya bertingkah seolah – olah, Historia lebih penting dari pada kekasihnya.


“Silahkan Lord,” Zake memberikan jalan kepada Griffin untuk menemui ratu yang telah menunggunya.


“Historia, adalah anak dari Raja Flago Yeagar dan juga Ratu Hange dari Polandia,” gumam Kintan, yang membuat Zake tersenyum mendengarnya.


“Anda benar Nona, sepertinya Anda banyak mengetahui tentang Ratu Historia,” sahut Zake, yang terdengar sinis dipendengaran.


“Untuk apa dia ke sini?” tanya Kintan yang begitu penasaraan dengan kehadiran keluarga bangsawan di Kastel milik Manopo.


“Sudah saatnya, Ratu berdampingan dengan Lord, dan posisi selir nampaknya memang begitu pantas untuk Anda,” ujar Zake, dengan senyum yang begitu menawan di wajahnya.


Dia sama sekali tidak perduli dengan amarah Kintan yang akan dendam kepadanya karena kalimat yang baru saja dia keluarkan.


Tanpa menunggu jawaban dari Kintan, Zake langsung meninggalkan wanita itu sendiri dengan perasaannya yang tidak karuan.


“Enggak, Griffin hanya milikku, dan selamanya akan jadi milikku,” gumam Kintan, dengan kepalan tangannya.


****


Griffin melangkahkan kakinya keluar, dan dia melihat Historia yang sedang duduk dengan Deri yang menatapnya tajam.


“Turunkan pandanganmu darinya,” seru Griffin dengan tegas.


Historia yang mendengar suara Griffin, langsung mengangkat pandanganya dan menatap Griffin dengan mata indahnya.


Jika tidak melihat bukti kelahirannya, pasti Griffin mengira bahwa Historia ini masih berumur belasan tahun.


“Griffin,” suaranya terdengar begitu merdu memanggil pria yang sedang tadi membuatnya menunggu.


Dengan menghela nafasnya berat, Griffin memilih duduk di sebelah Historia, lalu memandang Deri untuk meneliti.


“Aku sudah mendengar semua keinginanmu dari Kintan tadi, dan aku akan membantumu,” tegas Griffin.


Deri yang mendapatkan kalimat seperti itu dari Griffin, hanya tersenyum dan memastikan bahwa Griffin tidak mencurigainya sama sekali.


“Kamu menungguku di sini hampir seharian, hanya karena ingin menyampaikan hal itu, Aku rasa kamu mempunyai niat lain,” ungkap Griffin lagi. Namun, kali ini terlihat jelas jika Deri terkejut mendengarnya.


“Apa yang membuatmu Ragu?” tanya Griffin lagi.


Deri menyadari bahwa pria di hadapannya ini, bukanlah manusia yang bisa untuk dibodohi.


“Hahahah, tenanglah kawan, kenapa kamu begitu dingin kepadaku,” Deri mencoba untuk mencairkan suasana agar tidak terlihat begitu kaku.


“Apa pun yang kamu lakukan, yakinlah itu hanya akan mempercepat kematianmu,” ungkap Griffin, yang langsung membuat siapapun yang mendengar kalimatnya pasti harus menelan salivanya dalam – dalam.


Deri paham, Jika saat ini Griffin sangat menaruh curiga kepadanya.

__ADS_1


“Aku pergi karena aku tidak ingin banyak merepotkan kalian,” ungkap Deri, dengan menatap lurus ke depan, mengingat kepergiaanya dulu meninggalkan kampung halaman.


“Sebelum aku memutuskan untuk pergi, aku selalu ingat dan selalu saja diberi mimpi tentang kejadian hari di mana Mamah aku dibantai oleh orang – orang itu.”


“Aku ingin mencari mereka dan apa penyebab mereka membunuh Mamahku, dan tentu saja aku akan membunuh mereka dengan menggunakan ke dua tangan ini.” Deri menjelaskan apa yang terjadi pada saat itu, bagaimana perasaan yang dia rasakan, semuanya dengan jujur, tanpa ada satupun yang dia sembunyikan.


“Setelah keluar dari desa waktu itu, aku bertemu dengan teman – teman lainnya, dan aku di ajak untuk masuk ke sekolah militer pada saat itu, aku yang awalnya tidak mengerti kenapa aku harus mengikuti mereka, dan akhirnya aku mendapatkan alasan bahwa hidupku bukan hanya tentang balas dendam, tetapi aku mau hidupku berguna untuk Negara itu sendiri.”


“Dan itu alasan kenapa aku bisa masuk ke dalam anggota CIA,”


Griffin mendengarkan semua alasan itu dengan saksama, akan tetapi dia sama sekali tidak ingin merespon apa pun itu.


“Dengar, Fin, aku tidak akan mengambil Job untuk memata – matain Wolf, jika aku tahu bahwa Cassino itu adalah milikmu,” ungkap Deri lagi.


Suasana kembali hening, dengan sikap Griffin yang sama sekali tidak memberikan responnya kepada cerita Deri.


“Hey, Fin, Der, jangan tegang seperti itu dong, ayok kita makan malam dulu,” ajak Kintan, pada dua pria yang sedang berseteru itu.


Griffin menganggukan kepalanya pelan, “Silahkan Der, aku tahu, bahwa kamu sedang lapar karena menungguku seharian,” ajak Griffin, yang langsung membuat Deri tersenyum.


“Dia?” Kintan menatap ke arah Historia, yang sedari tadi hanya menundukkan kepalanya, karena tidak enak dengan situasi saat ini.


“Ahhhh, maaf, saya tidak bermaksud untuk ada dalam permasalahan kalian,” ucap Historia, dengan suara yang bergetar, jujur saja jika dia sangat takut dengan sikap orang – orang di sekelilingnya ini.


“Isabel, ayo kita pulang,” ajaknya pada asisten pribadinya.


Griffin yang sadar, jika tidak seharusnya Historia berada di sini mendengar semua permasalahannya.


“Maaf Historia, aku tidak bermaksud –“


“Tidak apa – apa, Fin, aku ke sini karena ingin menepati janjiku kepada Papah, bahwa aku akan mengunjungimu.” Sambungnya dengan senyum manis di wajahnya.


Griffin menatap wajah itu dengan lekat, melihat setiap lekukan Art yang Tuhan ciptakan di wajah wanita itu.


“Aaah, diakah wanita yang akan aku nikahi?” batin Griffin, yang membayangkan bagaimana kehidupannya jika bersama dengan gadis manis seperti Historia.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*

__ADS_1


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2