
🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
“Deri, aku ingin jujur kepadamu, bahwa sebenarnya, aku mencintaimu dari kecil .” Lyla nencoba untuk nengungkapkan isi hatinya, sebelum nanti Deri pergi lagi dan mungkin tidak akan pernah kembali.
Deri yang mendengar pengakuan dari Lyla itu, lagi – lagi hanya terdiam, Namun terlihat dari genggaman tangannya di stir mobil yang semakin mengeras.
“Aku tidak memikirkan cinta, sebelum dendamku terbalas La,” jawabnya singkat dan begitu jelas bahwa dia menolak Lyla.
Lyla tersenyum mendengar hal itu, dan lalu menundukkan kepalanya malu, “Aku hanya mengungkapkan, dan aku tidak meminta untuk kamu membalasnya Der,” lirihnya lagi pelan.
“Kamu tidak mau bertemu dengan Griffin,”
Braaakkkkk, kaca mobil Deri pecah begitu saja, terkena luapan amarah dari pemiliknya.
“Der?” Lyla begitu terkejut melihat Deri yang seperti ini, bahkan dirinya harus menahan sesak di dadanya karena terkejut dengan serangan tiba – tiba dari Deri.
“Stop menyebutkan nama pria brenggssekkk ituu!! Dan sekarang keluar dari mobilku!!! Jika kamu tidak mau menjadi sasaranku,” pekik Deri yang langsung menyeret Lyla untuk keluar dari mobilnya.
Dan tepat pada saat itu, Kintan melihat kejadian kurang menyenangkan dari Lyla.
Plaaaakkk, satu tamparan berhasil Kintan daratkan di wajah Deri, “Kalau sama wanita jangan kasar bisa?!” bentaknya tanpa perduli siapa yang telah dia lawan saat ini.
Deri yang mendapatkan tamparan itu, langsung menatap nanar ke arah Kintan.
Dan berbalik memasukkan Kintan k dalam mobilnya, “Deri, Deri apa yang kamu lakukan?” ujar Lyla setengah berteriak.
Bughhhh, Deri memukul tengkuk Kintan agar wanita itu tidak berteriak dan membuat kegaduhan.
“Kintan, Deri, jangan bawa Kintan!! Derriiiiiii,” terlambat, mobil Deri sudah pergi meninggalkannya dan membawa Kintan untuk ikut bersamanya.
“Lyla?” suara Griffin dari arah belakang.
Dia baru saja memarkirkan mobilnya untuk menyusul Kintan yang akan pergi untuk meminta maaf pada Lyla.
Namun, sesampainya dia di apartemen Lyla, dia malah mendapatkan jika sepupunya itu menangis dan memanggil – manggil nama kekasihnya.
“Fin, Deri, Deri membawa Kintan pergi Fin,” tunjuknya pada jalanan yang tadi di lewati oleh Deri.
“Apa?” pekik Griffin, dan langsung mengambil mobilnya untuk mengejar Deri.
__ADS_1
“Aku ikut Fin,” seru Lyla, yang langsung masuk ke dalam mobil Griffin untuk ikut mengejar Kintan.
Saat ini Griffin sudah benar – benar seperti orang gila yang membawa mobil, dia begitu marah dan takut dengan keadaan ini.
“Kemana dia membawa Kintan La?” tanya Griffin sudah tidak sabaran.
“Ke sana, tadi mereka ke sana,” tunjuk Lyla pada daerah kanan jalan mereka.
“Itu mereka.” Teriak Lyla, yang menunjuk mobil Deri yang juga sedang melaju kencang.
Griffin langsung memasang NOS di mobilnya agar bisa melaju dengan kencang.
Braaaaaakkkkk,,Braaakkkk,,Braaakkkk, karena terlalu serius dan fokus, Griffin tidak menyadari adanya mobil Truck dari samping yang langsung menabrak mereka berdua.
Mobil Griffin terbalik tanpa sisa, bahkan bagian kiri yang di tempati oleh Griffin sebagai pengemudi harus hancur tak tersisa, dengan Lyla yang tertindis bagian mobil.
Hingga keduanya sama – sama tidak sadarkan diri, dengan bentuj tubuh yang sudah tidak karuan.
**
“Bagaimana keadaan cucu – cucu saya Dok?” tanya Arvan, di saat dirinya baru sampai di rumah sakit untuk melihat keadaan Griffin dan Lyla.
Tadi dia baru saja dikabarkan oleh rumah sakit, bahwa ke dua cucunya itu terlibat kecelakaan maut, yang membuat kondisi keduanya menjadi kritis.
“Lalu bagaimana dengan Cucu saya yang laki – laki Dok?” tanya Arvan lagi, masih dengan perasaan harap cemas.
“Lord Griffin, mengalami patah tulang di tangan kirinya Lord, serta tulang pipinya yang hancur, membuat kami mungkin akan memberikan tulang wajah baru yang kami buat silver untuk Lord Griffin,” ungkap dokter laki – laki itu.
Arvan semakin melemah, tidak tahu harus berbuat apa saat ini, memang keduanya selamat, tetapi dengan bentuk tubuh yang sudah tidak karuan.
“Lakukanlah yang terbaik untuk kedua cucu saya dok,” perintah Arvan lagi. Yang meyakini, bahwa dokter pastinya lebih tahu tentang apa yang terbaik untuk mereka.
“Baik Lord, silahkan lakukan tanda tangan pada surat persetujuan tindakan untuk mereka berdua,” ucap dokter itu, dengan mengarahkan Arvan ke bagian administrasi.
Arvan menoleh ke arah Robert yang sejak tadi berdiri di belakangnya, untuk mengambil alih urusan itu, sedangkan dirinya, sama sekali tidak mau beranjak dan ingin melihat cucunya terlebih dahulu.
**
Sudah dua jam lamanya Arvan terlihat gelisah menunggu dokter yang tak kunjung keluar dari ruangan operasi itu.
Hingga terlihat dari ujung lorong, Mario dan Eden yang datang menghampiri dirinya, yang sejak tadi seorang diri.
__ADS_1
“Bagaimana keadaan Griffin?” tanya Mario tidak ingin membuang waktu. Dia harus segera tahu, bagaimana kondisi cucunya itu.
Arvan menoleh melihat pintu ruang operasi yang masih belum terbuka. “Dokter bilang, tulang di wajahnya hancur, sehingga dia memerlukan silver untuk menggantikan tulang pipinya itu, serta tangan kirinya yang juga patah –“
Brughhh, Mario terduduk di kursi, merasakan jika tulang lututnya melemah, di saat dirinya harus mendengar bahwa cucunya mengalami kejadian tragis itu.
“Bagaimana ini bisa terjadi?” tanya Mario pada Arvan.
“Robert tengah mengurus semuanya,” jawab Arvan, yang juga tidak mengetahui, bagaimana bisa ke duanya terlibat kecelakaan maut itu.
Tepat di saat mereka tengah mengobrol, terlihat Griffin dan Lyla yang baru saja keluar dari ruang operasi.
Ke duanya masih sama – sama belum sadarkan diri, hingga membuat Arvan dan Mario harus menunggu lagi hasil dari dokter.
**
“Setelah ini, aku akan mengambil alih untuk merawat Griffin,” tegas Mario, yang merasa begitu marah pada Arvan, karena tidak bisa merawat cucunya dengan baik.
“Seburuk – buruknya cucuku, dia tetap adalah keturunanku dan kamu tidak berhak untuk menjudgenya,” sambung Mario lagi dengan penuh rasa amarah pada Arvan.
Arvan hanya bisa memijat keningnya pusing mendengar semua tuduhan dari sahabat sekaligus mantan besannya ini, harusnya dia sendiri tahu bagaimana sikap dari cucu mereka yang satu itu.
“Sudah – sudah, kenapa kalian yang jadi berantem di sini!” kata Eden menatap ke dua pria yang sudah tidak muda lagi itu.
Karena tidak ingin membuat suasana semakin buruk, Arvan memilih untuk menjauh sejenak dari ruangan itu. Jika ditanyakan bagaimana keadannya saat ini, maka jawabannya adalah Hancur.
Senyuman indah, suasana hangat, serta kasih sayang yang mengalir dulu dalam keluarganya, kini sudah tidak pernah dirasakan lagi.
Semenjak kejadian di mana Tuhan mengambil Albert dan juga Briell, di saat itulah Setiap harinya, Arvan hanya berpikir tentang, bagaimana caranya dia bisa mengembalikan suasana hangat seperti dulu?
Jika bisa dia menukarkan semua harta, tahta dan kedudukan yang dia miliki untuk membeli kembali ke dua nyawa orang itu, maka dia akan melakukannya. Agar Albert dan Briell bisa bangun dan melihat sendiri bagaimana sikap anak yang mereka lahirkan itu.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
__ADS_1
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*