
🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
Di lain sisi, Deri terlihat sedang mengantarkan Lyla ke rumah sakit, katanya Lyla akan menjalankan sebuah therapy agar bisa segera berjalan lagi.
Sebenarnya Freya dulu di saat lumpuh pernah di berikan alat oleh mendiang Arvan agar bisa berjalan lagi dengan indikasi memperbaiki tulang, tetapi dia tidak tahu alat itu masih bisa di pakai atau tidak, mau minta lagi tidak bisa karena Arvan sekarang sudah tidak ada.
“Apakah kamu merasa tegang hari ini?” Tanya Deri pada Lyla istrinya.
Lyla tersenyum, lalu mencoba mengatur nafasnya. “Sedikit.” Jawabnya, lalu mengambil tangan Deri untuk di pegang.
“Semuanya akan baik - baik saja.” Ucap Deri dengan senyum manisnya.
Namun, tiba - tiba saja dia mendapatkan sebuah panggilan telpon. “Siapa?” Tanya Lyla, ketika suaminya itu tidak ingin mengangkat panggilan itu.
“Papahku.” Jawabnya dengan singkat.
“Kenapa kamu tidak mau angkat?” Tanya Lyla lagi.
Namun Deri menggelengkan kepalanya pelan, “aku akan mengurus urusan dengan Papahku nanti saja, aku masih kecewa dengan dia.” Jawab Deri dengan jujur.
Lyla sudah mendengar semua yang diceritakan oleh Deri dan juga Mario semalam. Dan Lyla bisa mengerti bagaimana dilemanya seorang Dery saat ini.
“Mungkin jika dia hanya berniat menghancurkan, aku masih bisa kompromi, tapi Papah aku sudah membunuh orang tua Griffin, aku tidak tahu harus berekspresi seperti apa saat ini.” Ungkap Deri lagi. Lyla menggenggam tangan suaminya dengan erat. Dia paham jika suaminya saat ini sedangkan merasakan saki yang sangat - sangat mendalam.
Dulu dia berharap untuk mempunyai orang tuanya, tetapi sekarang setelah dia bertemu dengan orang tuanya, dia malah merasa jika tidak perlu memiliki orang tua.
“Aku pasti akan membantumu untuk melewati semua ini, apa pun yang terjadi aku pasti akan bersamamu.” Ucap Lyla, memberikan semangat, agar Deri tidak terlalu memikirkan masalahnya seorang diri.
“Terima kasih ya Lyla, terima kasih,” balas Deri, tidak henti - hentinya bersyukur karena bisa mendapatkan Lyla sebagai istrinya.
Wanita yang sejak kecil di ajarkan untuk berbudi perkerti dan attitude yang baik, bukan hanya luarnya saja yang cantik, tetapi Innernya juga sangat baik.
__ADS_1
Deri tersenyum, ketika dia mengingat bahwa dia menyukai Kintan, apa lagi dia pernah gila sampai menantang Griffin.
Untung saja Lyla menariknya sebelum Griffin menyerangnya balik, kalau tidak pasti saat ini dirinya sudah mati.
“Hemmm, untuk pekerjaanmu sebagai CIA, apakah kamu akan berhenti?” Tanya Lyla, dengan suara yang begitu hati - hati.
Dia khawatir, suaminya akan tersinggung dengan pertanyaannya itu. “Aku belum memikirkkannya nanti.” Jawab Deri dengan senyumnya.
“Nyonya Kalyla Lesham.” Panggil suster yang menandakan bahwa ruang Therapynya sudah siap.
Deri menatap wajah Lyla lagi, lalu tersenyum. “Ayo kita menjalani semuanya bersama.” Ucap Deri, membuat wajah Lyla kini merah merona, hingga hanya mampu menggangukkan kepalanya pelan.
*****
Jika di satu sisi Griffin sibuk dengan istrinya, dan di sisi lain Deri dan Lyla sedang menikmati masa - masa awal pernikahan mereka.
Berbeda dengan Kintan yang sedang terlihat frustasi di rumahnya.
Kevin kakak Kintan yang dari semalam pulang dari perjalanannya, kini merasa sangat heran, karena hingga pagi seperti ini adiknya belum sama sekali terlihat.
Hingga saat makan siang tiba, Kintan tetap juga tidak keluar dari kamarnya. Kevin yang penasaraan memilih untuk naik ke kamar adiknya yang ada di lantai dua untuk mengecek keadaan adiknya.
Tokkkk,,tokkkk, “Kintan.” Panggil Kevin, sembari mengetuk pintu kamar.
Tokkkk,,tokkk,,tokkk, Kevin mengetuk lagi, namun tidak ada yang menjawabnya.
“Kintan, kintan!” Panggilnya lagi, dan baru terdengar suara pintu yang terbuka.
Kevin menolehkan kepalanya sedikit, ketika melihat Kintan yang hanya menampilkan sebelah wajahnya saja. Kevin mendorong pintu kamar adiknya agar terbuka semuanya.
“Kakaka!” Sentak Kintan, ketika kakaknya sembarang saja masuk ke dalam kamarnya seperti itu.
Kevin melihat seluruh isi di dalam kamar Kintan, “ada apa ini?” Tanya Kevin, ketika melihat kamar adiknya berantakan seperti kapal pecah. Mulai dari kaca yang pecah dan berserakan kemana - mana, bantal dan guling yang hancur sepertinya habis di robek - robek hingga busanya lari kemana - mana, tvnya yang hancur, lalu penampilan Kintan yang sudah seperti gembel, membuat Kevin merasa tidak ada yang beres dengan adiknya saat ini.
__ADS_1
Namun Kintan hanya diam saja, dia enggan menjawab pertanyaan kakaknya, karena dia tahu kalau kakaknya pasti akan memarahinya.
“Kintan! Jawab!” Sentak Kevin, membuat Kinta terkejut mendengarnya.
“Bukan urusan kakak, ngapain juga kakak perduli?! Urusin aja itu urusan kakak.” Balasnya dengan begitu ketus.
“Kamu itu adik aku Kintan! Jelas aku perduli dengan semua yang terjadi pada kamu.” Tungkasnya lagi, namun Kintan masih merasa enggan untuk berbicara masalahnya dengan kakaknya.
“Kintan!” Kevin sudah capek menghadapi sikap adiknya yang seenaknya ini. Entah dari kapan Kintan mulai mengacuhkkannya. Padahal dulu dia merupakan adik penurut. Kintan selalu mengikuti apa pun perkataan Kevin tapi tidak untuk sekarang.
Kintan menatap ke arah kakaknya dengan tajam dengan nafas yang terlihat ngos - ngosan.
“Griffin sudah menikah.” Ucapnya dengan penuh tekanan.
Kevin terkejut mendengarnya, namun di detik selanjutnya dia memasang wajahnya yang terlihat sangat biasa. “Ya lalu kenapa, hubungannya sama kamu apa?” Tanya Kevin, yang memang belum mengetahui tentang hubungan antara Kintan adiknya dengan Griffin bosnya.
“Griffin menikah, kamu yang kebakaran, bagus dong kalau dia nikah, setidaknya ada yang mengendalikkannya.” Sambungnya lagi.
“Griffin tidak boleh menikah!” Jawabnya tegas lalu menjauh dari kakanya, namun kalimat adiknya itu sontak membuat Kevin tertawa mendengarnya.
“Kamu punya hak apa -“
“Aku kekasihnya!”
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
__ADS_1
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*