Cassino Kings ( Griffin Struggle )

Cassino Kings ( Griffin Struggle )
Chapter 15


__ADS_3

🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Dengan langkah yang begitu pelan, Sarah mengikuti langkah Kintan, yang menuju sebuah ruangan lagi di bawah ruangan ini.


“Aarrrgggghhhh,,, ampuuunnn saakittt,” suara jeritan yang terdengar di telinga Sarah, ketika baru saja memasuki lantai itu.


“Aaaaarrrrrggghhhh,,aaereggghhhh,” teriakan seorang wanita lagi, yang begitu menjerit entah karena apa.


“oeeeekkkk,,oeeekkk,,oeeekkk,” suara tangisan bayi, yang pasti berasal dari wanita tadi.


“Biadaaab, ternyata ini adalah tempat mereka melakukan aksi kejahatan itu.” Sarah tidak tinggal diam. Dia beralih lagi, dan melihat seorang anak perempuan yang mungkin masih remaja yang di paksa oleh sepuluh pria tua, bahkan jeritan kesakitan anak itu sama sekali tidak diperdulikan.


Darah mengalir dari dalam kuburnya serta dalam belakangnya anak itu, yang Sarah yakini sebentar lagi pasti anak itu sudah akan mati.


“Hahahahahha, inilah akibatnya jika kamu tidak mau melayani tamu – tamu di atas ha?!” ucap seorang pria tua, yang kini terlihat menyodoookkk dalam belakang anak itu dari belakang tanpa perduli jika anak itu udah semaput.


“Astaga, anak itu baru beranjak dewasa, bagaimana mereka semua tidak mempunyai nurani seperti itu,” tanpa Sarah sadari, dia harus menangis melihat nasib anak itu, dia teringat akan adiknya yang mungkin masih seusia dengan anak itu.


Sarah tidak ingin terus melihatnya, dia kembali masuk ke dalam, dan melihat ruangan yang terdapat banyak bayi di dalamnya.


“Bawa bayi – bayi yang sudah di adopsi ini! Dan jangan lupa, minta bayaran lebih darinya,” suara seorang pria yang terlihat memerintah anak buahnya untuk membawa bayi – bayi itu.


Sarah memotret semuanya, mulai dari pemaksaan bergilir, penjuaaalan bayi, pennyiksaan manusia semunya berada di sana.


Ini benar – benar masuk ke dalam kasus Kriminal paling tinggi. Karena menurutnya sudah cukup, Sarah ingin kembali keluar dari ruangan yang membuatnya ingin sekali muntah itu.


Namun, ketika dirinya baru membalikkan tubuh, betapa terkejutnya dia melihat Kintan yang sudah berdiri dibelakangnya dengan membawa sebuah pisau.


“Apa yang ingin kamu lihat?!” sentak Kintan, dan langsung menusuk mata kanan Sarah.


“aaaarrrggghhhh, siiaaallann!” jerit Sarah yang langsung mencabut pisau itu dengan menahan rasa sakit di matanya.


Ini benar – benar menyakitkan, dia ingin menangkap Kintan, namun pandangannya lebih dulu menghilang hingga membuatnya tidak sadarkan diri.


Sudah enam kali Deri mendapatkan kemenangan, dan kali ini dia baru menyadari bahwa Sarah masih belum kembali sedari tadi.


“Kemana Sarah? Kenapa perasaanku jadi tidak enak?” batin Deri yang kini mulai merasa khawatir dengan partnernya itu.

__ADS_1


Tiba saatnya dia mulai mengabaikan perasaanya, tepat saat itu juga Kintan kembali dengan wajah yang menahan amarah.


“RJ, Bawa pria ini sekarang!” tujunya pada Deri.


RJ yang tahu bahwa ada suatu hal yang tidak beres terjadi, kini langsung menatap ke arah anak buahnya untuk menyeret Deri ikut bersama dengan dirinya.


“Hey, ada apa ini? Apa yang kalian lakukan?” pekik Deri, berpura – pura tidak berdaya untuk melawan mereka semua.


Plaaakkkkk, Kintan yang mendengar suara Deri, langsung menampar pria itu dan menatapnya dengan tajam.


“Tidakkah kamu berpikir, di mana kekasihmu saat ini?” tanya Kintan, kepada Deri.


Mendengar hal itu, Sontak Deri langsung membulatkan matanya besar, tidak mengerti akan situasi ini.


Kintan tersenyum sinis, lalu memberikan kode kepada anak buahnya untuk terus menyeret Deri ikut bersamanya.


“Aaaaarrrgggghhhh,” suara jeritan seorang wanita, yang Deri begitu menghafalnya.


“Sarah,” gumamnya pelan, dan itu semakin membuat Kintan tersenyum mendengarnya.


Kintan kembali memberikan kode kepada anak buahnya untuk melepaskan Deri, dan membiarkan pria itu mencari sumber suara kekasihnya.


Deri yang sudah dilepaskan, langsung bergegas melangkahkan kakinya menuju satu ruangan yang dia yakini tempat di mana Sarah disekap.


“Hiskkkk,,,hisskkk, tolong aku Deri, tolong,” rintihan Sarah terdengar sangat pilu di telinga Deri.


“Bajjjingan kalian semua!!!” umpat Deri dan langsung memukuli semua anak buah Kintan yang juga ikut dalam konspirasi ini.


Bugghhh,,buggghh,bbugghh, sreeekkk,,sreeekkk, Sreeekk, Deri yang begitu marah, tanpa perduli dia mengambil pisau dan memotong kepala mereka satu persatu. Tanpa ada niat sedikitpun di hati Kintan untuk menghentikan semua ini.


“Stop!! Enough!!” suara Wanita yang tiba – tiba datang, dan cukup mengejutkan Deri serta Kintan di sana.


“Lyla,” gumam ke duanya, melihat Lyla yang sedang berdiri tidak jauh dari tempat mereka saat ini.


Lyla yang ditatap seperti itu, Langsung mengambil pisau dari tangan Deri dan melemparnya ke sembarangan arah, lalu dia mendekat ke arah Sarah untuk mengecek keadaanya, “Dia sudah mati,” lirih Lyla pelan, dan kembali menatap tajam ke arah Kintan.


“Harusnya kamu tahu, mana Teman dan mana Lawan,” tegasnya pada Kintan, dan langsung menarik Deri keluar dari tempat itu.


Kintan hanya menatap Lyla dengan penuh rasa tidak suka, ketika mangsa yang sudah berada di depan matanya kini hilang begitu saja.

__ADS_1


“Siapa pria itu? Kenapa Lyla bisa membelanya dan dengan beraninya membawa laki – laki itu keluar dari sini? Tidak tahukah dia bahwa siapapun yang sudah masuk ke tempat ini, akan sangat bahaya jika sampai dia bisa keluar,” tanya RJ kepada Kintan, yang pastinya lebih mengetahui semua hal ini.


“Aku tidak tahu, lagian jika kamu bertanya kepadaku, lalu kamu memintaku bertanya pada siapa?” tanya Kintan lagi dengan ketus.


Dia paling kesal ketika pekerjaannya harus diganggu seperti ini.


***


“Bersihkan darah itu dari tanganmu!” perintah Lyla, dengan memberikan sebuah box tissue basah kepada Deri yang sedari tadi hanya diam dan terus memperhatikan Lyla.


“Bagaimana kamu bisa tahu jika aku berada di sana?” tanya Deri to the point, karena dia merasa bingung ketika melihat Lyla yang bisa datang tepat waktu.


“Aku meminta kepada Uncle Brio untuk melacak nomor penerbanganmu, dan di saat itu juga aku mendapatkan kamu melakukan penerbangan ke Italia, bukan ke LA,” jelas Lyla kepadanya.


“Lalu bagaimana kamu bisa ada di Cassino itu?” tanya Deri lagi.


“Aku akan menjelaskannya nanti,” ucap Kintan, dan langsung membawa mobilnya untuk pergi dulu dari sana.


***


“Kenapa kamu begitu berani melakukan penyusupan itu?” pertanyaan pertama yang Lyla lontarkan, ketika mereka sudah sampai di apartemen milik Lyla.


“Maksudmu?” tanya Deri berpura – pura tidak mengerti.


Lyla menghela nafasnya berat, merasa bahwa Deri sudah salah dalam mencari lawan, “Dengar Der, di dalam pintu masuk Wolf, terdapat pecahan Iris yang bisa membaca identitas asli setiap manusia yang masuk.”


“Semacam Pengenalan identitas, siapapun dan secerdik apapun Agent yang berusaha masuk ke dalam, pasti akan teridentifikasi, jadi kamu sudah tidak bisa mengelak lagi sekarang.” Ungkap Lyla, dengan tatapan Frustasi ke arah Deri.


“Tidak tahukah kamu, bahwa tugas yang Negara berikan kepadamu itu sangat – sangatlah berbahaya Der.” Lyla mencoba menyadarkan Deri, agar lebih dulu mundur dari Misi ini.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘

__ADS_1


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2