
🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
“Pertanyaan yang mana?” Deri sangat tidak menyukai, jika ada wanita yang banyak sekali bicara seperti Sarah. Namun, biar bagaimanapun dirinya harus tetap menghargai keberadaan Sarah sebagai partner kerjanya.
“Selama tiga tahun menjadi partner kerjamu, aku sama sekali belum melihatmu bergandengan dengan seorang wanita, jadi aku ingin bertanya, apakah kamu pernah jatuh cinta,” jelasnya lagi, ingin berusaha mencari kesempatan untuk mendekati seniornya ini.
“Ahhh, Sarah, sebaiknya pertanyaan ini tidak akan pernah kamu tanyakan kepadaku, karena urusan kita hanyalah pekerjaan saja,” jawab Deri, yang membuat Sarah langsung tersenyum kikuk mendengarnya.
“Heeheh, iya kamu benar, urusan pekerjaan,” sahut Sarah, yang dengan canggung mengalihkan pandangannya ke arah lain.
Sedangkan Deri sendiri, kini kembali memejamkan matanya dengan perlahan, karena merasa bahwa tidurnya semalam belum cukup, dan ingin menggantinya sekarang, agar perjalanan yang akan memakan waktu lama ini, menjadi tidak terasa sama sekali.
****
Di bagian depan, Lyla yang juga mengambil penerbangan pagi, kini tengah duduk santai di bagian depan kelas Bussines, dengan kaca mata hitamnya yang dia sematkan di atas rambutnya, serta novel – novel romance yang sedang dia baca saat ini, agar dirinya tidak bosan.
Dari semalam, memang dirinya sengaja mematikan ponselnya, agar Griffin tidak menghubunginya terlebih dahulu, maka dari itu dia juga sengaja menaiki pesawat biasa, agar Griffin tidak bisa melacak keberadannya jika dia menaiki Jet pribadi khusus milik pria itu.
“Parhatian – perhatian, penerbangan antara Italia – Indonesia, akan dilakukan dengan waktu tempuh 18 jam 10 menit, dikabarkan juga bahwa cuaca saat ini sedang baik – baik saja, dan tidak ada kendala, mohon diharapkan seluruh penumpang untuk menggunakan sabuk pengamannya, dan selama menikmati perjalanan,” suara kopilot yang mulai terdengar, menandakan bahwa pesawat mereka tengah siap lepas landasan saat ini.
Baik Lyla, Deri maupun Sarah, langsung segera memasang sabuk pengaman mereka masing – masing, untuk menikmati perjalanan mereka.
Di sisi lain, Griffin dan Kintan yang saat ini sudah berada di dalam mobil, setelah bebas dari kandang lawan tadi, hanya sama – sama terdiam tanpa salah satunya berani untuk membuka suara.
Griffin yang sangat tidak menyukai, jika wanita di sebelahnya ini hanya diam, kini mulai menggengam tangan mungil milik wanita itu, “Kintan, aku hanya ingin menjelaskan -,” ucap Griffin terhenti, ketika melihat Kintan yang menarik tanganya dari genggamannya.
“Tidak perlu menjelaskan, aku tahu Anda hanya ingin bilang, belum bisa melepaskan Lyla, sebelum Lyla bisa mandiri atas hidupnya sendiri.” Kintan sudah terlalu bosan dengan alasan kalise yang diberikan oleh prianya itu.
Griffin menghela nafasnya berat, percuma dia berbicara saat ini, karena Kintan tidak akan pernah percaya kepadanya lagi.
“Kintan kamu sudah dua tahun seperti ini kepadaku, dan -,”
“Hubungan kita telah berakhir Tuan, dan saat ini aku hanya mengikuti keinginan Papah untuk selalu bersikap profesional dalam pekerjaan kita,” jawab Kintan yang kerap kali bersikap dingin ketika hanya berdua dengan Griffin, pria yang telah menghancurkan hatinya berkeping – keping.
__ADS_1
“Aku tidak mencintainya Baby, please,”
“Kamu mencintainya, kalau tidak bagaimana dia bisa hamil anak kamu,” Kintan menekan kalimat itu, lalu dia segera mengatur nafasnya kembali.
“Sudah cukup, aku lelah, bisakah Anda mengantarku pulang Lord Griffin, please,” Kintan meminta, tanpa berani menatap wajah Griffin yang saat ini juga sedang menatapnya.
“Oke,” balas Griffin, karena mau tidak mau dia harus hentikan pembicaraan ini.
Padahal malam ini dia ingin sekali berbicara leluasa kepada Kintan, namun, terus saja pembicaraan itu teralihkan dengan pekerjaan.
Kecupan yang bisa dia dapatkan tadi dari Kintan, dia bisa merasa bahwa cinta mereka masih sangat besar, namun karena dirinya belum bisa melepaskan Kalyla, dirinya kini harus kehilangan cinta Kintan.
***
Sesampainya di depan rumah yang berdesain minimalis gaya America, Griffin menghentikan mobilnya, dan melihat ke arah Kintan yang sudah melepaskan seat beltnya.
Griffin yang sudah tidak bisa menahan hasratnya, kini langsung menyambar bibir ranum milik Kintan, “Tuan,” elak Kintan, namun wajah cantiknya kini di cengkram dengan begitu kuat oleh Griffin agar tidak bisa menghindari lagi kecupannya.
“I’am Not Your Lord, I’am Your Fiance,” bisik Griffin, dan langsung mellumat bibir Kintan tanpa adanya lagi perlawanan.
Namun, ketika tangan Griffin ingin masuk ke dalam bajunya, Kintan tersadar, bahwa dia tidak seharusnya melakukan ini, “Why?” Tanya Griffin, menatap wajah Kintan dengan tatapan memohonnya, karena di bawah sana senjata tumpulnya sudah sangat terasa sesak dan ingin sekali mengeluarkannya.
“Kita enggak bisa melakukan ini lagi, nanti Lyla bisa tahu,” Kintan berusaha melepaskan dirinya dari pangkuan Griffin, akan tetapi gerakannya kalah, ketika Griffin sudah menyampingkan segitiganya yang berbentuk G – String tali, dan segera memasukan senjatanya tanpa seizin Kintan.
“Aaahhh Finn sakitt,” Kinta yang terkejut langsung menggit telinga dan menjambak rambut Griffin dengan sangat keras.
Griffin yang sadar dengan perbuatannya, kini merasa ada cairan yang menetes membasahi kukurbirdnya. “Maafkan aku Kintan, tetapi aku mencintaimu dan tidak ingin kehilanganmu, aku ingin kamu menjadi milikku seutuhnya,” bisik Griffin, ketika dia tahu jika saat ini Kintan tengah menangis.
“Maafkan aku Kintan,” ucapnya sekali lagi, lalu melanjutkan aksinya di dalam mobil. Walaupun tempatnya begitu sempit, tetap saja itu tidak membuat nafsu Griffin jadi berkurang.
***
Cukup lama mereka berdua melakukan, hingga Griffin menembakan cairannya di luar, karena tidak ingin Kintan hamil terlebih dahulu, sebelum dia benar – benar mengakhiri hubunganya bersama Lyla.
Kintan yang baru pertama kali melakukan hal itu, langsung merasakan tubuhnya begitu lemah, dan juga merasakan nyeri di sekitaran hutannya.
__ADS_1
Benar – benar sangat memalukan, dia menyerahkan Viirginnya kepada pria yang masih terlibat dengan wanita lainnya, terlebih lagi Griffin mengambilnya di dalam mobil.
“Aku gendong masuk ke dalam ya,” lirih Griffin pelan, sambil membantu untuk membersihkan Apom Kintan yang penuh dengan darah serta cairan pelumasnya yang keluar tadi.
Kintan ingin menolak, tetapi body sangat terasa sakit, “Your Mine Kintan,” bisik Griffin lagi, tepat ketika dirinya sudah mengambil posisi untuk menggendong tubuh Kintan masuk ke dalam rumah.
“Di mana Kevin?” Tanya Griffin, ketika dirinya sudah masuk ke dalam rumah Kintan dan melihat tidak ada siapa – siapa di dalamnya.
“Bukankah dia sedang di Russia untuk menjalankan misi darimu,” jawab Kintan mengingatkan lagi Griffin tentang hal itu.
“Apakah kakak kamu tahu tentang hubungan kita?” tanya Griffin lagi, sambil meletakan tubuh Kintan di atas tempat tidur.
“Hubungan apa? Hubungan kita telah lama berakhir, aku ingatkan jika kamu lupa akan hal itu,” Kintan meringis ketika apomnya mengeluarkan rasa perih itu kembali.
Grffin berdiri dan memperhatikan wajah Kintan dengan saksama, “Jangan sampai aku benar – benar menghamilimu, agar kamu mengakui keberadaanku sayang,” tegas Griffin, lalu memilih untuk melangkahkan kakinya ke dalam kamar mandi Kintan untuk menyiapkan air mandi agar bisa membuat wanitanya itu berendam dengan nyaman.
“Mengakui keberadaanmu, lalu kamu tidak mengakui keberadaanku.” Balas Kintan, yang selalu saja berani membantah kalimat – kalimat Griffin ketika sedang berduaan seperti ini.
Griffin melangkahkan kakinya kembali keluar, ketika sudah selesai membuka keran air hangat di bathup.
“Aku mau kamu jujur tentang hubunganmu bersama dengan Lyla, itu apa? Apakah kamu mencintainya, ataukah kamu mencintaiku?” seru Kintan ingin meminta kejelasan yang sebenarnya.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*
__ADS_1