
🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
“Itu berarti kamu menganggap aku begitu lemah La, Dengar!! Aku tidak akan pernah mundur!! Persettann dengan siapa lawanku, yang jelas, aku akan menuntut keadilan untuk temanku Sarah.” Tegasnya sama sekali tidak perduli siapapun yang berdiri dibelakang orang – orang ini.
Yang jelas, Deri akan bertekad untuk menuntut keadilan atas nyawa – nyawa yang hilang tanpa alasan.
Lyla kali ini hanya diam saja, tanpa sedikit mau berbicara ataupun menjelaskan apapun lagi.
“Padahal, Kintan yang aku kenal dulu tidak seperti itu, Kintan yang aku tahu adalah seorang wanita pemalu yang bahkan ketika aku mengajaknya bicara saja, wajahnya langsung bersemu merah.” Deri berucap dengan arah tatapan mata yang kosong.
Hingga Lyla yang mendengar semua pujian Deri terhadap Kintan itu, langsung memutar bola matanya malas.
“Dengarkan aku Deri, Sikap baik dan buruknya seseorang k sama sekali tidak bisa di nilai dari sebuah masa lalu.”
“Tetapi aku percaya, jika terlalu seringnya seseorang merasakan sakit hingga membekas, hal itu dapat merubah watak dan berpotensi menjadikan dia orang jahat.”
Deri memandang bingung ke arah Lyla, otaknya masih sulit mencerna apa arti dari kalimat yang baru saja dilontarkan oleh sahabat lamanya ini.
“Ini bukan kasus mudah yang dapat kamu selesaikan walaupun kamu sudah mengetahui siapa pemiliknya Der.”
“Solusinya adalah, lebih baik kamu hentikan semua misi kamu itu, dan katakan kepada ketuamu, bahwa kamu gagal dalam tugas –“
“Gagal dalam tugas itu tidak ada di dalam kamusku Lyla, oh come on, kamu juga bukanlah sosok manusia yang tidak punya hati dengan membiarkan seluruh manusia itu dijadikan bahan dagangan La, mereka masih kecil, dan bahkan aku memperkirakan mereka semua masih di bawah umur.” Deri menatap Lyla dengan tatapan yang sulit diartikan.
“Aku hanya sedang berpikir, kalimat yang kamu bilang dan memintaku untuk menghentikan segalanya ini, sepertinya hanya untuk melindungi pemilik asli dari Cassino itu, dan kamu juga sengaja menutup matamu dari semua kejadian ini,” tegas Deri dengan penuh penekanan, namun Lyla memilih untuk bungkam, dan beranjak ke dapur.
“Emosimu sedang tidak stabil Der, aku rasa kamu perlu beristirahat sejenak,” imbuh Lyla, dan Berpura – pura sibuk dengan kegiatannya.
Namun, samar – samar Lyla mendengar, seperti ada sebuah langkah kaki yang ada tepat di depan pintu apartemannya.
Sontak saja Lyla langsung berlari dan menarik Deri untuk masuk ke dalam balkon di samping dapur itu, yang dia yakinin tidak pernah ada orang lain ingin membukannya karena itu hanyalah tempat cuci dan jemuran saja.
“Kenapa aku harus bersembunyi?”tanya Deri bingung.
“Maafkan aku, tapi ini adalah bahaya, dan aku pinta kamu jangan keluar sebelum aku memintamu keluar,” ucap Lyla dan langsung menutup pintu itu, lalu berpura – pura ingin memasak sesuatu untuk dirinya.
“Fin, kamu di sini?” tanya Lyla, dengan ekpresi wajah yang biasa saja.
“Aku pikir kamu sedang berada di Paris, lalu? Sejak kapan kamu kembali?” tanya Lyla lagi dengan senyuman tipis di wajahnya.
Griffin menghela nafasnya kasar, lalu berjalan mendekat ke arah Lyla, “Kenapa hal itu perlu kamu tanyakan kepadaku? Semuanya bisa saja terjadi, seperti kamu yang mengatakan akan kembali ke Indonesia, Namun malam ini kamu ada di Italia dan bahkan dengan beraninya kamu mengacaukan serta membawa kabur mangsaku,” ucapnya dengan begitu santai, namun tersirat emosi di dalamnya.
__ADS_1
“Arrrrggghhh,” jerit Lyla, ketika Griffin mulai mencengkram rahangnya dengan begitu kuat.
“Fin, sakit,” rintihnya, memohon meminta untuk dilepaskan.
“Dengar Lyla, aku masih menganggapmu sepupuku, karena kamu telah banyak membantuku dulu, tapi aku tidak akan lupa dengan perlakuan dan penyebab hancurnya kehidupanku, dan kamu dengar baik – baik, jangan pernah menguji kesabaranku, jika kamu masih ingin melihat keluargamu hidup dengan tentram. Camkan ini dengan baik!!” setelah mengucapkan kalimat yang sangat menyakitkan itu, Griffin langsung berlalu pergi begitu saja, meninggalkan Lyla yang menangis menahan rasa sesak di hatinya.
“Lyla,” panggil Deri, dan mulai keluar dari tempat persembunyiannya.
Lyla langsung segera menghapus air matanya, agar Deri tidak melihat jika sebenarnya dia sangat rapuh.
“Jangan ditahan La, menangislah, aku sudah liat semuanya, dan setelah kamu merasa lega, aku pinta kamu ceritakan semuanya kepadaku, apa saja yang terjadi kepadaku, setelah kepergianku pada saat itu.” Lyla menatap wajah Deri dengan lekat, dia tidak tahu harus mulai bercerita dari mana? Begitu banyak kejadian memilukan yang terjadi pada masa lalu.
**
Deri memberikan segelas coklat panas kepada Lyla, agar wanita itu bisa merasa sedikit tenang terlebih dahulu.
“Tadi itu Griffin? Dan dialah pemilik dari Cassino itu? Bukankah tebakanku benar La?” Deri tersenyum getir, ketika Lyla menganggukkan kepalanya pelan.
“Griffin, sosok pendiam, penyayang bahkan selalu menghargai orang – orang yang ada di sekitarannya, sekarang menjadi seorang King of the Criminal,” gumam Deri, yang membuat Lyla memilih untuk menundukkan kepalanya lesu.
Deri mengusap wajahnya kasar sembari menghela nafasnya berat, “Why Lyla?” dari sekian banyaknya pertanyaan yang ada di dalam pikirannya, hanya kata itulah yang bisa mewakilkan semuanya.
Menangis, hanya itu saja yang Lyla bisa lakukan saat ini, apa lagi Deri sejak tadi hanya terus menerus mendesaknya untuk menceritakan segala hal yang terjadi di masa lalu.
“Lyla, bagaimana aku bisa membantumu, jika kamu saja tidak ingin menceritakan apapun kepadaku,” dessaahnya Frustasi.
“Dia berubah, semenjak kepergianmu,” sambung Lyla lagi, namun kali ini dibalas senyuman getir dari Deri.
“Jangan membuatku ingin tertawa Lyla,” sahut Deri, yang merasa tidak mungkin jika Griffin menjadi buas seperti itu karena dirinya.
Lyla menghela nafasnya berat, lalu beranjak dari duduknya dan melangkah menuju balkon, “Mungkin saja kamu memang merasa tidak akan percaya dengan apa yang barusan aku katakan, tetapi aku sudah bilang sama kamu, bahwa jika manusia terlalu sering disakiti, itu akan berpotensi menyebabkan seseorang itu menjadi orang jahat, sama halnya dengan Griffin,” ucap Lyla, dengan matanya yang sembam, serta air mata yang terus saja menetes keluar.
“Yang aku tahu, sejak kecil dirinya tidak pernah merasakan memiliki seorang teman, dan bahkan semua anak hanya suka membullynya, hingga Uncle Zein datang dan mengubah segalanya, Griffin sangar bahagia pada saat itu, ditambah lagi ketika Uncle Zein membawamu pulang dan menjadikanmu sebagai teman terbaiknya.” Lyla kembali menghela nafasnya yang tersirat beban di setiap helaannya itu.
“Griffin bisa merasakan yang namanya benar – benar punya teman, itu pada saat denganmu, Namun entah kenapa, di saat dia sudah memberikan segalanya, dia sudah merasakan sulit kehilanganmu, Kamu malah pergi tanpa alasan yang jelas, Dan pada saat itu sikap Griffin telah berubah seratus delapan puluh derajat.”
“Dia jadi dingin, irit berbicara, tidak pernah percaya akan siapapun, di tambah lagi dia sering kali berlatih sampai melewati batas Normal.”
“Dan semua itu cukup berangsur lama, hingga pada usianya yang ke 16 tahun, sebuah kenyataan yang sebenarnyalah yang menjadi boomerang nomor satu,”
“Kenyataan bahwa dirinya adalah cucu dari keluarga Utama?” seru Deri yang sudah mengetahui hal itu terlebih dahulu.
Lyla menganggukan kepalanya pelan. “Dia merasa tidak terima dengan semua kenyataan yang ada, dan yang paling parahnya dia harus melihat jika keluarga besarnya lebih menyayangi Vita yang merupakan cucu tiri di keluarga itu lebih disayang dan di agungkan, dari pada dirinya yang di buang oleh keluarga kandungnya sendiri.”
__ADS_1
“Dan yang ketiga, di saat dirinya harus kembali kehilangan orang yang dia sayang, Uncle Zein, yang harus meninggal di tangan wanita pilihan kakeknya Arvan. Griffin sangat terpukul atas kejadian itu, Namun dia masih bisa mengontrol diri walaupun dalam jiwanya sudah benar – benar panas.”
Deri membulatkan matanya tidak percaya dengan apa yang dia dengar, “Ma – Maksud, Maksud kamu Uncle Zein sudah gak ada?” tanyanya ingin memastikan jika pendengarannya tidak salah. Dan Lyla menjawabnya dengan anggukan kepala singkat.
Deri menutup wajahnya dengan kedua tanganya, dia tidak menyangka jika Griffin harus melewati itu semua. Bahkan dia sendiri jika suatu saat ada yang mengaku – ngaku sebagai keluarganya dan berkata bahwa dirinya di asingkan, dia pasti jika akan merasa sangat tidak terima dan memberontak.
“Bagaimana bisa Uncle Zein?” tanyanya lagi, namun kali ini dengan suara yang sendu.
Dia mengingat kejadian 12 tahun ke belakang, di saat pria itu datang dan menolongnya, pria itulah yang berperan besar dengan kesuksesannya saat ini, “Ini gak mungkin Lyla, Uncle Zein adalah orang yang sangat kuat, bagaimana dia bisa mati hanya karena seorang wanita?” Deri sama sekali tidak bisa mencerna semuanya, hatinya terlampau sakit jika harus mengenang semua jasa – jasa Uncle Zein di dalam hidupnya.
Dan dia kagum pada Griffin yang masih mengontrol dirinya sendiri, “Ketika kamu dihadapakan oleh sebuah pilihan Takdir atau Cinta, apa yang kamu pilih?” tanya Lyla pada Deri.
“Tentu saja Cinta,” jawabnya langsung.
“Tepat sekali, dan itulah yang dipilih oleh Uncle Zein, dia meninggal dengan membawa rasa Cinta yang di tujukan hanya untuk istrinya, bukan untuk selingkuhannya,” Ungkap Lyla, yang membuat Deri menyeritkan keningnnya bingung.
“Aunty Dara?” dan di jawab Anggukan kepala oleh Lyla lagi.
“Ohhh shittt,” umpatnya benar – benar tidak percaya dengan semua kenyataan ini.
“At Last, saat dirinya sengaja mau menghancurkan rumah tangga Vita, cucu tiri keluarga utama. Namun dia lupa jika lawannya adalah pamannya sendiri, sehingga semuanya terbongkar begitu saja.”
“Dan, bukannya meminta maaf, Griffin malah semakin memberontak dan kabur dari Mansion secara terang – terangan, dan mulai menjalani bisnis ini dengan kami semua bawahannya.” Lyla menjelaskan semuanya secara detail, Agar Deri bisa memahami semuanya dan tahu langkah apa yang akan dia ambil ke depannya.
Melihat Deri yang diam, Lyla merasa paham, pasti pria itu sedang mencerna segala yang dia katakan tadi.
“Deri, jika kamu mau menghentikan semuanya, maka datanglah sebagai teman masa lalu Griffin bukan sebagai agen CIA, Griffin bukanlah orang jahat, dia hanya terlalu merasa sakit dengan kehidupannya,” Lyla Mencoba memberikan nasehat kepada temannya itu.
Karena biar bagaimanapun juga, Deri dan Griffin adalah laki – laki yang sama penting dalam hidupnya.
Dan dia ingin, baik Griffin ataupun Deri, tidak saling membenci atau saling membenci nantinya.
**
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
__ADS_1
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*