
🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
“Arrgghh, siall,,sial,,siall!!!” umpatan emosi Deri keluarkan, ketika dirinya harus menahan malu akibat sikap Aiden yang benar – benar menendangnya dari kediamannya.
“Ini tidak bisa dibiarkan, Lyla harus menikah denganku, itu harus,” gumam Deri, yang kembali memikirkan cara untuk mendapatkan Lyla.
Tetapi, tiba – tiba saja dia teringat akan sikap Griffin yang dingin kepadanya sedari kemarin.
“Sangat tidak mungkin jika Griffin tahu tentang rencanaku,” timpalnya lagi.
“Tetapi, jika dia benar – benar sudah tahu, akan sangat sulit jika rencana ini akan gagal nantinya.” Deri sadar betul, bahwa kekuatannya sangat tidak seimbang dengan Griffin.
Sedari kecil pria itu memang selalu unggul dibanding dirinya. Kalau saja dia salah langkah sedikit, maka akan dipastikan kalimat Griffin yang mengatakan jika langkahnya akan mempercepat kematian itu sendiri sangatlah benar.
Dan jalan satu – satunya adalah, dirinya mendapatkan dukungan dari Keluarga besar Lesham, minimal jika dirinya berhasil mendapatkan hati Lyla dan Aiden, maka dia bisa mencuci otak ke duanya untuk menjadi benteng melawan Griffin.
Sudah tiga hari ini, Dery sama sekali tidak menyerah untuk datang ke rumah Lyla, tetapi, kedatangannya itu selalu saja dihalangi oleh Aiden.
Hingga pria tua itu merasa muak, dan langsung membawanya ke markas rahasianya.
“Sudah lama sekali aku tidak datang ke sini,” batin Aiden, sembari menatap ke sekelilingnya.
Terakhir kali dia berada di lokasi itu, adalah ketika dia mengeksekusi Teddy.
Tiba – tiba saja, bayangan tentang Zein, berkelibatan di kepalanya. Semua yang terjadi, sampai hari ini, sudah begitu banyak yang mengorbankan nyawa untuk saling melindungi.
Rasanya sesak sekali, jika dirinya harus terus mengingat kejadian demi kejadian yang saat ini bahkan berimbas ke anaknya.
Kalau saja dulu dia sedikit saja bisa tegas pada Arvan, kalau saja dia bisa adil untuk Tasya dan putrinya, maka mereka tidak akan kehilangan Zein untuk selama – lamanya.
Dan Griffin tidak akan semakin menanamkan kebencian itu pada dirinya.
Boooommmm, suara bom yang meledak terdengar begitu nyaring bahkan mengeluarkan sebuah gas yang bisa merusak indra pengheliatan siapa saja yang terkena asabnya.
“Sialll, bagaimana markas ini bisa diketahui orang luar?” teriak Aiden dengan masih menutup mata dan telinganya.
Doorrrr,,dddooorrr,,ddooorrr, suara tembakan terdengar dengan di susul suara jeritan dari beberapa anak buah Aiden.
__ADS_1
“Sialll,” umpat Aiden dalam hati. Dia begitu kesal karena masih belum bisa melakukan apa pun sampai asap itu berhenti.
“Tuan, musuh membawa sanderanya Tuan,” teriak salah satu anak buahnya.
Ketika asap itu hilang, Aiden segera masuk ke dalam ruangan eksekusi, Di mana anak buahnya menahan Deri di sana.
“Sialll!!! Bagaimana bisa kita kecolongan seperti ini?”
“Tuan, kemungkinan pria tadi memiliki sekutu yang sangat besar dan selalu mengawasinya.” Ucap anak buahnya satu.
“Benar Tuan, dan kemungkinan Keinginannya untuk menikahi putri Lesham adalah salah satu dari rencana mereka.” Jelas anak buah yang lainnya.
Di sinilah terlihat kekuatan Aiden, tanpa dia harus berpikir panjang, semua anak buahnya memang dilengkapi dengan IQ tinggi, hingga selalu saja bisa membaca situasi.
“Tuan, sepertinya dia adalah musuh dari Lord Griffin, dan ingin memanfaatkan situasi permusuhan Anda bersama dengan beliau, agar bisa mendapatkan sebuah dukungan.”
“Bagaimana kamu bisa berpikir seperti itu? Bukankah kamu tahu bahwa dia adalah teman dari Griffin?” tanya Aiden dengan mulai menunjukan rasa penasaraanya.
Lalu, salah satu anak buahnya menunjukan identitas Deri yang merupakan seorang Agen CIA yang ditugaskan untuk memecahkan misi Cassino milik Griffin, tetapi semuanya gagal karena rekan satu kerjanya harus meninggal.
“Setelah kejadian di malam itu, Nona Lyla membawanya untuk bersembunyi dari Lord, dan mungkin saja Nona Lyla mulai menceritakan kehidupan beberapa tahun ke belakang Tuan.”
Aiden terdiam sejenak, dia tidak menyangka diamnya dia selama ini, ternyata malah dimanfaatkan oleh anak – anak ingusan seperti mereka.
“Saya yakin, bukan hanya itu saja identitasnya, cari dan selidiki lagi! Siapa dia sebenarnya, dan pengeboman hari ini, saya ingin tahu siapa dalang yang membantu agen CIA itu.” Aiden tidak ingin bermain – main sekarang, saat ini dirinya benar – benar memasang status siaga dan bahkan membangkitkan kembali jiwa Psychopatnya yang sudah begitu la terpendam.
“Ternyata, ini saatnya untuk berperang,” batin Aiden dengan menatap tajam ke depan.
Entah kenapa hatinya merasa begitu yakin, bahwa ini semua ada sangkut pautnya dengan senua kejadian di masa lalu. Dan bahkan firasatnya berkata bahwa bencana besar nyaris mendatanginya.
Tetapi hanya satu yang ada di dalam pemikiran Aiden saat ini, melihat bagaimana peranan Griffin di dunia, mustahil jika anak itu tidak mengetahui sebuah kudeta sebesar ini. Tetapi jika dia sudah tahu, kenapa Griffin masih tega membiarkan Deri untuk menikahi Lyla? Benar – benar membingungkan.
****
Di sisi lain, Griffin yang baru saja tiba di kediaman Historia, langsung masuk dan mencari sosok cantik tersebut.
Jika bukan karena keinginan mendiang orang tuanya yang sempat berpesan kepada Arvan tentang perjodohannya dengan Ratu Historia, maka saat ini Griffin tidak akan pernah melangkahkan kakinya di sini.
“Silahkan Lord, sebentar lagi Ratu akan menemui Anda,” ucap salah satu pelayan, yang mempersilahkan Griffin untuk duduk sejenak, sembari menunggu Historia yang masih mengerjakan tugasnya.
__ADS_1
“Katakan kepadanya, bahwa aku tidak suka menunggu!!!” ucap Griffin dengan menekan kalimatnya, agar pelayan tersebut menyampaikan kepada ratunya.
“Baik, Lord.” Jawabnya, lalu setelah itu, pelayan tersebut segera melangkahkan kakinya untuk pergi.
Griffin memijat kepalanya sejenak, karena jujur saja dia merasa lelah saat ini.
“Kenapa dia lama sekali? Siapa dia beraninya menyuruhku untuk menunggu?” batin Griffin yang merasa sudah tidak sabaran menunggu. Hingga akhirnya dia memilih untuk mencari kamar Historia untuk segera mengatur keinganannya.
Griffin berjalan dengan langkah tegasnya masuk ke dalam lift, dan di sana sudah dijelaskan tentang tata letak denah Castel ini.
Tinggg, suara lift yang menandakan bahwa dirinya sudah sampaipun terdengar.
Historia yang baru saja ingin menaiki Lift, kini terkejut melihat Griffin yang lebih dulu berdiri di hadapannya.
“Kamu? Kenapa bisa?” tanya Historia gugup.
Griffin memandang wanita itu dengan lekat, “Beri tahu kepada interior rumah ini, bahwa denah untuk setiap ruangan itu tidak ada yang boleh mengetahuinya!!” tegas Griffin, lalu kembali berjalan melewati Historia begitu saja.
Tentu saja Historia yang melihat itu merasa sangat heran dengan tingkah laku Griffin kepada Castelnya. “Kamu mau kemana?” tanyanya, ketika melihat Griffin ada berdiri di depan pintu kamarnya.
“Aku ingin melihat, apa yang membuat kamu begitu berani untuk menyuruhku menunggumu,” jawab Griffin, yang membuat Historia semakin terperangah mendengarnya.
Dan karena tidak ingin pria itu mengacaukan kamarnya, Historia langsung menyusul Griffin yang sudah lebuh dulu masuk ke dalam.
“Maaf, tapi siapa pun kamu, sangat tidak berhak ketika masuk ke dalam area pribadi milik orang lain tanpa izin!” tegas Historia pada Griffin. Sungguh dia sangat tidak menyukai jika sampai ada orang lain yang masuk ke dalam kamarnya seperti ini.
“Mari kita menikah sekarang,” ajak Griffin yang terdengar seperti perintah.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
__ADS_1
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*