Cassino Kings ( Griffin Struggle )

Cassino Kings ( Griffin Struggle )
Chapter 8


__ADS_3

🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Kintan dan Griffin telah bersiap dengan senjata mereka masing – masing, untuk menghadapi semua pengawal yang kini ingin menyerang mereka. Kalau dilihat dari jumlahnya, tentu saja mereka akan kalah, karena mereka hanya dua orang saja.


“Stop,,,stop,,” suara Aditiya, yang kini berusaha bangkit, dari reruntuhan meja yang pecah bersamaan dengan tubuhnya tadi.


“Turunkan senjata kalian!”perintahnya lagi, kepada seluruh anak buahnya.


Baik Griffin maupun Kintan, saat ini menolehkan pandangan mereka ke arah pria paruh baya itu, tidak mengerti apa yang sebenarnya pria itu inginkan.


“Tuan, tetapi dia sudah melukai Anda,” sahut pria botak yang sedari tadi ada di belakangnya.


“Tidak apa Jacob, mereka berdua hanyalah segerombolan anak muda yang ingin kamu melatih mereka,” balas Aditiya lagi, lalu kini tersenyum sembari meregangkan otot – ototnya yang terasa kaku.


“Ingat! Posisi kita saat ini masih kurang pasukan, kita butuh orang -orang seperti mereka untuk menjadi sekutu kita, melawan keturunan Arvan dan Mario yang tengah mengancam kita,” Aditiya berbisik kepada Jacob, agar tidak ada seorangpun yang mengetahui, bahwa dirinyalah yang merupakan pemimpin dari Tiger King ini.


David terdiam sejenak, bahkan dia baru teringat dengan kasus yang telah terjadi 23 tahun yang lalu.


“Datanglah ke Markas Tiger, jika kamu ingin menjadi anak didik pasukan Tiger,” ucap Aditiya kepada Griffin dan Lyla. Dan setelah itu dia langsung melangkahkan kakinya pergi, dan di susul oleh David.


****


“Tuan, apakah Anda yakin, untuk menarik orang luar sebagai sekutu dari kita?” David benar – benar protes pada keputusan Aditiya yang menurutnya terlalu beresiko.


Aditiya memejamkan matanya sejenak untuk berpikir, dia benar – benar lelah dengan rasa ketakutannya sendiri.


“Dengar David! Sampai detik ini, tugas kamu yang aku khususkan untuk mencari anak itu, apakah telah berhasil? Tidak bukan?”


“Dan kamu lihat sekarang apa? Arvan telah mengumumkan, telah menyatakan, bahwa pria yang bernama Griffin itu sebagai penggantinya,” Aditiya berbicara dengan begitu tegas pada anak buahnya yang menurutnya sangat tidak berguna ini.

__ADS_1


“Aku menyelamatkanmu dari kematian pada malam itu, untuk menjadi berguna bagiku, tetapi sekarang apa? Untuk mencari identitas asli dari Griffin bahkan memotret wajah Griffin untuk menjadikan kita waspada saja kamu tidak bisa, aku merasa sangat menyesal menyelamatkanmu, harusnya aku lebih dulu menyelamatkan Jacob,” ucap Aditiya dengan panjang lebar. Dia sampai harus memijat keningnya pusing dengan semua masalah ini.


David hanya bisa bereaksi dengan memutar bola matanya malas, sungguh dia sangat benci ketika harus dibanding – bandingkan dengan Jacob, sosok yang sejak dulu menjadi Rivalnya ketika ingin mendapatkan Jenni.


“Mungkin saja saya gagal untuk mendapatkan identitas dari Griffin Tuan, tetapi saya telah berhasil mendapatkan informasi tentang seorang anak laki – laki yang 20 tahun yang lalu dibawa kabur oleh seorang wanita bernama, Neriza, apakah Anda mengingatnya Tuan Aditiya?” ucap David, yang seakan tahu apa rahasia terbesar yang saat ini sedang dipegang oleh Tuannya ini.


Aditiya langsung membulatkan matanya besar, Neriza, nama wanita yang sudah berhasil memporak porandakan hidupnya, wanita yang sampai saat ini ada di dalam gengamannya namun tidak dengan anaknya.


“Neriz mangatakan bahwa anak laki – lakiku telah meninggal David, kau jangan mengada – ngada,” Aditiya menolak kenyataan bahwa istrinya Neriz begitu berani membohonginya.


“Bukankah Anda mengatakan bahwa istri Anda tidak mungkin berbohong Tuan, maka pergi dan tanyakanlah kebenaran adanya putra Anda,” ucapan David kini berhasil memancing kemarahan dari Aditiya.


“Maksudmu berbicara seperti itu apa ha?!” pekik Aditiya, tepat di depan wajah David.


“Tuan saya hanya -,” David kini mulai ketakutan, dia melupakan fakta bahwa pemimpinnya ini tengah dalam fase susah melupakan, bahkan mendiang istrinya Neriz yang sudah meninggal delapan tahun yang lalu, masih ada di rumahnya dengan sengaja diawetkan, agar tubuhnya menjadi kekal abadi.


“Maaf Tuan, saya tidak bermaksud seperti itu, tetapi Anda bisa melakukan tes DNA kepada sosok itu Tuan,” amarah Aditiya kini mulai meredah, kalau jika benar putranya masih hidup, lalu kenapa pada saat dirinya datang dan membantai semua keluarga besar Neriz dia sama sekali tidak melihat keberadaan seorang anak laki – laki di sana.


“Bawakan anak itu kepadaku sekarang!” perintah Adit kepada David. Namun bukannya mengiyakan, David malah menggelengkan kepalanya pelan.


“Kenapa tidak bisa? Dia adalah putraku! Dan kita benar – benar akan membuktikan semua itu,” sahut Adit yang tidak mengerti sikap David saat ini.


“Apakah kamu ingin mempermainkanku?” sambungnya lagi, namun segera dielak mentah – mentah oleh David.


“Tentu saja tidak Tuan,” David mulai mengatakan dan menjelaskan semua informasi yang dia dapatkan, tentang di mana keberadaan putranya, dan kenapa mereka tidak bisa membawa sosok itu sekarang.


****


Sedangkan di sisi lain, Deri yang sudah yakin dengan keberangkatan dirinya ke Indonesia, kini juga membawa ikut serta Sarah bersamanya. Pagi ini keduanya telah sampai di bandara, untuk mengikuti penerbangan pagi.


“Aaahhh, padahal baru saja tadi malam kita sampai di sini, sekarang kita harus berangkat lagi ke mana tadi?”

__ADS_1


“Indonesia Sarah,” sahut Deri dengan malas, karena sepanjangan jalan, partnernya ini terus saja mengeluh dengan perjalanan mereka.


“What ever,” balas Sarah lagi.


Deri hanya bisa menghela nafasnya kasar, ketika melihat sikap Sarah yang terus saja seperti ini.


“Apakah kamu pernah jatuh cinta?” Tanya Sarah tiba – tiba, membuat Deri langsung menyeritkan keningnya bingung.


“I don’t know, what do you talking about,” jawab Deri datar.


Lalu keduanya pergi ke bagian boording pass, karena panggilan pesawat mereka telah siap landing.


Di saat Deri dan Sarah memasuki pesawat, matanya tidak sengaja menangkap sesosok wanita yang duduk di bagian kelas bussines di depan.


“Aku seperti mengenalnya,” batin Deri, yang kini memilih untuk masa bodoh saja, karena menurutnya, tidak mungkin sosok itu sama yang ada di dalam pikirannya.


Setelah itu dia mengikuti arahan pramugari, yang mengarahkan dirinya duduk di bagian belakang untuk kelas economy.


Kelas ini sengaja mereka ambil, karena bukan dirinya tidak mampu untuk membeli tiket kelas bussines, tetapi hal ini sengaja dia lakukan, agar tidak ada yang mengetahui tentang identitas mereka, yang merupakan intel Negara.


“Kamu belum menjawab pertanyaan aku yang tadi?” ucap Sarah lagi, ketika mereka berdua telah duduk dengan nyaman di nomor kursi mereka yang bersebelahan.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘

__ADS_1


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2