Cassino Kings ( Griffin Struggle )

Cassino Kings ( Griffin Struggle )
Chapter 40


__ADS_3

🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Setelah kejadian malam itu, kini Griffin kembali mau meninggalkan Historia lagi, dia ingin menjalankan tugas dari Grandpanya Mario untuk mencari seseorang.


“Apakah kamu harus pergi sekarang?” Tanya Historia, ketika melihat suaminya akan pergi.


“Ya.” Jawab Griffin, dengan mengenakan pakaiannya untuk bersiap.


“Aku ikut.” Ucapnya, membuat Griffin menoleh ke arahnya.


“Tidak bisa Historia, aku sedang mau bekerja.” Tolaknya, merasa enggan jika membawa Historia ikut serta bersamanya.


Historia menggelengkan kepalanya pelan, lalu dia mengganti pakaiannya dengan pakain yang siap pergi. “Kamu mau ngapain?” Tanya Griffin, ketika melihat istrinya sudah siap dengan pakaian rapi seperti itu.


“Aku sudah bilang kalau aku mau ikut!” Tegas Historia, tidak ingin dibantah.


Griffin langsung menghela nafasnya panjang, dan menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal sama sekali. “Kenapa kamu sekarang menjadi kepala batu?” Keluhnya, merasa kalau sekarang Historia lebih keras kepala dibandingkan dulu.


“Karena di dalam tubuhku ada anak kamu, dan anak kamu adalah anak kamu,” sahut Historia, membela dirinya bahwa kekeras kepalanya dia, bukan di sebabkan karena sifat aslinya, melainkan karena hormon dari anaknya Griffin.


“Baiklah, kamu boleh ikut, tapi kalau kamu mengangguku atau membebani, aku pasti akan meninggalkanmu.” Tegas Griffin, namun itu sama sekali tidak membuat Historia takut mendengarnya.


“Sudah terlambat.” Balas Historia lagi dengan senyum manisnya.


Griffin lagi - lagi harus menghela nafasnya, lalu dia mulai melangkahkan kakinya pergi keluar kamarnya dengan di susul oleh Historia.


Sebenarnya dia sangat malas membawa seseorang ikut bersamanya, tapi Griffin juga tidak bisa membantahnya. Karena keras kepala Historia itu yang paling susah untuk di hancurkan.


Kalau dia mengatakan dia akan ikut, bermakna dia akan ikut, tidak akan pernah dia mengatakan tidak ataupun sekedar mendengar larangan dari suaminya.


****


Kini Griffin dan Historia telah berada di dalam mobil, mereka melakukkan perjalanan untuk ke Bandara. Di saat inilah Historia berpikir bahwa dia merasa lebih aman jika selalu bersama dengan Griffin.


“Sayang, aku lapar.” Lapor Historia pada Griffin.


Mendengar istrinya yang lapar, Griffin menoleh ke belakang, melihat jarak rumah yang belum jauh dari mereka saat ini. “Bukankah kita sudah sarapan bareng tadi? Dan ini juga masih jam 11.” Balas Griffin, merasa bingung dengan Historia yang mengatakan lapar. Padahal dua jam yang lalu dia baru saja selesai breakfast.


Historia menatap Griffin dengan sinis. “Kamu tidak paham kah? Kalau aku sekarang ada dua orang?” Tandasnya, menunjuk ke arah perutnya.

__ADS_1


Griffin fokus ke ponselnya, lalu dia menggaruk kepalanya bingung. “Nanti kita mau makan Seafood, BBQ atau steak?” Tanya Historia pada Griffin.


“Makan apa saja, yang penting kenyang.” Jawab Griffin dengan asal.


Historia menganggukan kepalanya pelan. “Hemm, makan BBQ aja deh,” Historia mengambil keputusannya.


“Oke.” Sahut Griffin tanpa melihat ke arah Historia, namun tetap fokus dengan ponselnya.


“Tapi, sepertinya aku lagi pengen seafood deh.” Ucap Historia.


Griffin menghela nafasnya panjang, lalu dia kembali menganggukan kepalanya pelan. “Oke, terserah.” Sahut Griffin dengan menahan rasa kesabarannya.


Namun mendengar jawaban Griffin, Historia terlihat semakin kesal. “Ckk, mau makan seafood atau BBQ?” Tanyanya sekali lagi, dengan menaikan sedikit oktaf suaranya.


“Historia, kamu mau makan apa pun boleh, mau makan BBQ boleh, mau makan Seafood juga boleh, kenapa harus di permasalahkan?” Griffin kini terlihat juga mulai ikut kesal dengan tingkah Historia yang seperti itu.


Historia membuang wajahnya ke arah lain. “Lagi gak pengen makan BBQ panas dan lama.” Ketusnya, lagi - lagi membuat Griffin menghela nafasnya.


“Oke, makan seafood. Simple.” Tungkas Griffin tidak ingin di repotkan dengan masalah ini.


“Makan seafood, aku sudah muak, hampir setiap hari kita memakannya.” Balas Historia dengan ekspresi marahnya.


“Heh! Kamu itu laki - laki bukan? Kamu laki - laki tidak bisa membuat satu keputusan yang tetap kah?” Sentak Historia dengan penuh emosi.


Bahkan sampai membuat supir di depan harus melihat ke kaca agar bisa mengetahui apa yang sedang terjadi di belakang.


“Lihat ke sini sekali lagi, aku congkel matamu!” Ancamnya pada supir di depan. Sedangkan Zake yang ada d samping supir itu hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan, memeberikan kode pada supir itu agar tidak terlibat dalam masalah Griffin dan Istrinya.


“Oke, Historia aku yang membuat keputusan! Makan Seafood saja,” tegas Griffin kali ini dengan wajah seriusnya.


“Tapi aku mau makan BBQ.” Historia membalasnya dengan tatapan sinisnya.


“Makan Seafood!” Tekan Griffin lagi.


“Tapi aku -“


“Makan seafood!”


“Kamu jadi suami aku tidak bisa memahami apa keinginan istrinya kah?”


“MAKAN SEAFOOD!” Pekik Griffin membuat Historia terdiam sejenak.

__ADS_1


“Kamu teriak di depanku buat apa?” Tanya Historia dengan menampilakan wajahnya yang penuh dengan drama.


“Aku pengen makan seafood.” Jawab Griffin dengan suaranya yang di lembutkan.


“Kenapa aku harus ikutin kamu? Aku tidak perduli kamu mau makan apa! Aku maunya makan BBQ.” Ucap Historia lagi.


“Oke, Zake, kita pergi cari Restoran BBQ!” Perintah Griffin pada Zake asistennya.


“Baik Lord.” Sahut Zake lalu memberikan kode pada supir untuk mencari restorannya.


“Kita cerai aja sudah,” ucap Historia, membuat supir sontak mengerem dengan mendadak.


“Aku tidak menyukai laki - laki yang tidak memiliki pendapatan sendiri.” Timpalnya lagi, dan ini berhasil membuat Griffin dan Zake mengerjapkan mata mereka perlahan.


“Sebenarnya apa yang kamy mau Historia?!” Istrinya itu benar - benar memancing kemarahannya.


Sepertinya menghadapi Historia dia menjadi sangat serba salah, tidak tau mana yang benarnya. Tapi kalau di tanyain jawabannya selalu menggunakan bayi yang mau.


“Ahhhhh Zake, makan Pasta! Final!” PerintahnGriffin lagi penuh dengan emosi.


“Tapi aku -“


“Makan pasta! Kalau tidak mau, aku antar kamu pulang!” Ancam Griffin membuat Historia bungkam dengan perkataan suaminya.


“Baik Lord.” Sahut Zake lagi, yang tidak tahu mau tertawa atau bagaimana mendengar Lordnya kini dengan polosnya mau mengikuti keinginan istrinya yang berubah - rubah.


“Semangat Ratu dan tuan muda kecil, kerjain saja Lord sampai dia pingsan.” Batin Zake yang sepertinya berbunga - bunga karena ada seseorang yang berhasil membuat Griffin bisa menahan emosinya seperti itu.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*

__ADS_1


__ADS_2