Cassino Kings ( Griffin Struggle )

Cassino Kings ( Griffin Struggle )
Chapter 23


__ADS_3

🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Lama Arvan berdiri tidak jauh dari ruangan operasi, terlihat Mario dan Eden yang sudah berjalan menyusul Griffin dan Lyla yang keluar bersama – sama.


“Letakan mereka di ruangan yang berbeda!!!” perintah Mario tegas kepada para staf rumah sakit.


Tidak jauh dari langkahnya, Mario sempat berhenti untuk memandang Arvan dengan begitu sinis, bahkan terlihat jelas dari tatapan mata itu, tersirat sebuah kemarahan yang sangat besar.


Eden yang menyadari bahwa suasana sudah tidak kondusif, Akhirnya memilih untuk mengelus tangan suaminya, dan segera membawa Mario untuk pergi dari sana.


Bukan Mario dan Eden tidak tahu apa yang dilakukan oleh Griffin selama ini, tentang prilakunya kepada Lyla, Mario jelas tahu semuanya.


Hanya pergerakan Mario terhalang oleh Arvan yang selalu saja merasa bahwa dirinya tidak perlu ikut campur dalam perkembangan Griffin, yang selalu saja merasa mampu mengurus Cucu mereka itu, namun nyatanya apa?


Bahkan Mario saja sampai ragu, apakah Arvan dan Aiden sudah mengetahui jika Lyla sudah dilecehkan berulang kali oleh Griffin atau belum, Karena Mario sama sekali tidak perduli lagi akan keluarga itu.


“Sabar Dad, kamu jangan memancing emosi seperti itu pada kak Arvan,” tegur Eden, ketika keduanya telah sampai di dalam ruangan Griffin.


“Aku sebenarnya bukan Marah sayang, aku hanya kecewa dengan sikap Arvan yang seperti menutup mata dengan semua kelakuan Griffin.”


“Dia boleh sayang, dia boleh mendewakan anak ini, tapi kalau Aiden tahu apa yang terjadi dengan putrinya selama ini, maka aku pastikan Cucumu ini akan mati lebih dulu dari pada kita.” Mario sudah tidak tahu lagi sekarang harus bagaimana, dia benar – benar sangat buntu dalam menjalankan langkahnya.


Memang selama ini Aiden tidak tahu apa yang sedang terjadi pada Lyla, karena kekuasaan dari Arvan selama ini, tapi Mario juga tidaj membenarkan bahwa hal itu terus – terusan saja di bela dan dibenarkan.


Bahkan Arvan bersikap, pura – pura tidak tahu, atau memang dia tidak mau tahu tentang semua ini.


“Dad, bukannya aku membela Kak Arvan, hanya saja, kita tahu bagaimana kondisinya saat ini, kondisi kak Jenni? Kamu tahu bahwa mungkin ada beban yang kita sendiri gak bisa menolong kak Arvan untuk memikulnya,” Eden mencoba untuk mencairkan suasana ini.


Karena menurutnya jangan sampai, tembok permusuhan antara mereka semua harus berdiri kokoh setelah ulah Griffin yang berniat menghancurkan rumah tangga Vita dulu.


Sedangkan di sisi lain, Deri yang baru saja sampai di dalam Mansion papahnya, kini langsung menyeret Kinan masuk ke dalam kamarnya.


“Lepas!!!! Lepaskan aku!! Dasaar Laki – laki brengssseeekkk!” seru Kinan yang terus memberontak di dalam gengaman tangan Deri.


“Tidak akan!” sentak pria yang sedari tadi sudah menampilkan wajah dengan urat – urat yang menyalang dari setiap sisinya.


“Kalau kamu berani kabur dari Mansion ini, maka aku pastikan akan membunuh kekasihmu itu.” Deri mencoba mengancam Kintan, agar wanita itu mau menurut kepadanya dan tidak lagi melakukan pemberontakan.

__ADS_1


Namun, bukannya takut, Kinan justru hanya menampilkan ekspresi yang begitu tenang seperti biasanya.


Sifat dan sikap inilah yang membuat, siapapun lawannya pasti akan merasa sangat kebingungan untuk menebak isi di dalam hatinya.


“Kekasih?” Kintan tersenyum dengan begitu santainya menatap ke arah Deri.


“Lyla sudah menceritakan Kintan, bahwa kamu adalah satu – satunya wanita yang berpengaruh di dalam kehidupan Griffin.”


“Dan oh ya, kamu hanya perlu tahu satu hal, Bahwa Griffin dan Lyla baru saja mengalami kecelakaan dan mungkin saja saat ini salah satu dari mereka sudah mati.” Ucap Deri dengan penuh perasaan bahagia.


Entah kenapa, semenjak dia mengetahui semua kebenaran dari masa lalu, kini Deri sangat membenci dengan dirinya sendiri yang mempunyai hutang budi kepada Griffin dan Zein.


“Oh, Oke, Lalu?” Deri menyeritkan keningnya bingung, ketika melihat respon Kintan yang biasa -biasa saja.


“Pengawaaaalll,” panggil Deri, dengan menatap tajam ke arah Kintan.


“Iya Tuan Deri, kami di sini,” jawab salah satu pengawal yang memang sudah diberitahukan tentang keberadaan Deri di Mansion itu.


“Pastikan pengawalan dan penjagaan di Mansion ini diperketat, karena aku tidak mau sampai wanita ini kabur dari sini!! Dengarkan itu baik – baik!!”


“Baik Tuan,” jawab beberapa pengawal itu dengan serempak.


**


Di sisi lain, Mario yang tetap setia menunggu sampai Cucunya Griffin terbangun, kini hanya bisa diam sambil memijat – mijat kepalanya yang pusing.


Sudah seharian ini Griffin masih setia di dalam tidurnya, entah mungkin dia sedang merasakan tenang atau seperti apa, Mario sendiri tidak tahu.


“Dad, Griffin sudah mulai sadar,” seru Eden yang sejak tadi ikut berbaring di atas tempat tidur untuk memeluk tubuh cucunya.


Mario menghela nafasnya kasar, lalu bangkit dari duduknya untuk melihat keadaan Griffin.


“Arrghhh,” jerit Griffin terpendam, karena dia menutup mulutnya rapat agar tidak terdengar siapa – siapa jika dia sedang kesakitaan saat ini.


“Bagaimana keadaanmu? Apakah kamu masih merasakan sakit sayang?” tanya Eden dengan begitu lembut, lalu membiarkan Griffin untuk minum sejenak.


Braaaakkkkk, suara pintu terbuka dengan sangat keras, bahkan terdengar seperti sudah mau lepas dari tempatnya.


Sungguh Mario, Eden dan bahkan Griffin begitu terkejut mendengarnya, siapa gerangan yang berani berprilaku seperti itu kepadanya.

__ADS_1


“Aiden,” gumam Mario, yang melihat sosok Papah dari Lyla itu berdiri di depan sana.


Buggghhhh,,,plaaakkkk, tanpa berbasa basi, Aiden langsung memukul dan menampar Griffin begitu saja.


“Beraninya kamu berprilaku seperti itu kepada putriku, Ha?”


Bugghhh,,bugghh, Plaaaakkkkk.


“Aiden, Hiskk,,hiskkk, cukup, Aregghhh, jangan seperti ini, pleaseee,” teriak Eden ketakutan, suara tangisan khawatir akan kondisi saat ini.


Mario yang melihat hal itu langsung ingin melerainya, Namun, siapa sangka, Arvan lebih dulu datang dan merengkuh tubuh Griffin agar tidak terkena pukulan dari Aiden.


“Arrrrgggghhhhhhh,” teriak jeritan Aiden benar – benar menggila, bahkan dia sama sekali tidak perduli siapa yang sedang dia pukul saat ini.


“Kalian semua sengaja menyembunyikan hal ini dari saya, kalian membiarkan anak Anjjjingg inii berani berbuatt –“


“Aaahhhhh banggsssaaaattttt, kaliaann berdua pantas mati!!!” Aiden tidak main – main saat ini.


Dia langsung mengeluarkan pistolnya dan menembak ke arah Arvan dan Griffin.


“Lepaskan aku,” Griffin berontak di dalam pelukan Arvan, sama sekali tidak ingin disentuh oleh pria itu.


Dan bukannya melepaskan, Arvan malah menampilkan senyum indahnya. Griffin bisa melihat mata yang saat ini sedang memandangnya, mata itu terlihat begitu lelah, mata yang sejak dulu enggan dia tatap, sekarang malah menampilkan sebuah ketulusan.


Dorr,,doorr,,dorrr,,dorr,,dorr,, dorrr,,dorr.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*

__ADS_1


__ADS_2