
🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
“Mari kita menikah sekarang,” ajak Griffin yang terdengar seperti perintah.
“Apa?” tanya Historia dengan memasang raut wajah yang terkejut.
“Aku tidak ingin berbasa basi, dan merasa harus memikul beban perjanjian orang tua kita, yang sebenarnya aku sendiri tidak tahu, apakah benar perjanjian itu ada atau tidak, aku sama sekali tidak mengetahui. Tapi yang jelas, ayo kita menikah sekarang, dan maka kewajiban aku dengan kakek tua bodoh itu akan selesai,” ungkap Griffin, yang mampu merubah reaksi wajah dari wanita di hadapannya ini.
Historia melangkahkan kakinya pelan, untuk melihat bingkai foto kecil yang ada di atas mejanya.
Ingatannya teringat, di saat orang tuanya mengatakan tentang perjanjian itu. “Aku sama sekali tidak mengenalmu siapa, dan kenapa bisa kita harus ditakdirkan untuk menikah, tetapi –“
“Kita sudah tidak ada pilihan lain, selain menjalani itu sekarang,” sahut Griffin dengan begitu yakin.
Sesungguhnya dia meminta Historia menikah dengannya, bukan karena dirinya mempercayai sebuah perjanjian konyol orang tuanya. Hanya saja dirinya tidak ingin merasa hutang budi kepada Arvan dan menganggap bahwa pernikahan ini wajar sebagai balasan nyawa Arvan yang hilang karenanya.
“Kamu itu misterius, aku tidak tahu apa yang sudah kamu alami di masa lalu, tapi aku hanya ingin bilang, bahwa sebuah rasa sakit di masa lalu, semua yang kamu anggap benar, bukan berarti itulah yang akan menjadi sebuah takdir perjalanan hidupmu,” Ucap Historia sambil menghela nafasnya berat.
“Aku tidak akan mengajakmu untuk menikah, jika bukan karena kamu yang menerimanya,” Seru Griffin lagi. Karena seandainya wanita ini menolak, maka tidak akan pernah perjanjian itu di jalani lagi.
“Aku adalah seorang anak yang lahir tanpa harapan, ibu kandungku yang merupakan selingkuhan dari papah, membuatku hidup dalam bayanga – bayang rasa bersalah kepada Mamah.” Historia bercerita kepada Griffin, meskipun dia tahu jika pria di hadapannya ini sama sekali tidak akan perduli dengan cerita hidupnya.
“Ketika mereka membicarakan pernikahaan ini, mereka terlihat sangat bahagia, dan itu yang membuat aku sama sekali tidak sampai hati untuk menolaknya, karena biar bagaimanapun juga, aku adalah beban di keluarga ini.” Sambungnya lagi. Kali ini Griffin menatap Historia dengan tatapan iba.
“Di dalam pernikahan ini tidak akan pernah ada cinta, apa kamu mau menjalani pernikahan seperti itu?” tanya Griffin, ingin memastikan keputusan apa yang akan diambil wanita dihadapannya ini.
Namun, bukannya menolak, Historia malah memasang senyum manisnya dan itu sempat membuat Griffin terperangah di buatnya. “Dari kecil aku tidak pernah dicintai, bahkan aku tidak pernah merasa sebuah pelukan hangat selain dari pelayan – pelayan di sini, jadi kamu jangan khawatir,” jawab Historia, tanpa menghilangan senyum manisnya.
__ADS_1
“Berhenti memperlihatkan wajah bodohmu itu di hadapanku, karena aku tidak akan pernah terpengaruh dengan itu semua,” seru Griffin, yang langsung membuat Historia menundukkan kepalanya.
“Persiapkan dirimu!! Satu jam lagi kita akan menikah,” tegas Griffin pada Historia.
“Apa?” lirih wanita itu dengan pelan.
Mereka bahkan baru tiga kali bertemu, dan, apa ini? Pria itu tiba – tiba saja datang dan langsung menikahinya. “Huffft, apakah aku benar – benar dianggap sebuah barang, yang bisa diperlakukan seperti ini,” keluhnya dengan malas, namun langsung mencari gaun putih yang dulu sempat dia beli.
Historia menatap gaun putih itu dengan tatapan kosong, dia hanya sedang berpikir, kenapa hidupnya seolah – olah seperti bola yang bisa dioper ke sana dan ke sini.
Plaaaakkk, dia menampar wajahnya sendiri, “Semangat Histo, karena setelah ini kamu tidak akan merasa bersalah lagi karena dosa yang ibu kamu buat,” batinnya menyemangati dirinya sendiri, agar setelah ini dirinya bisa bebas dari orang tuanya itu.
****
Sedangkan di sisi lain, Griffin yang sedang duduk di ruang tamu, terlihat sedang melihat angka – angka laba dari semua perusahaan sekaligus tentang laporan Cassino miliknya.
“Dunia ini sungguh sangat merepotkan,” keluhnya, menandakan bahwa dirinya benar – benar sangat tertekan saat ini.
Namun, tiba – tiba saja, Griffin teringat akan kalimat Historia tadi. “Cinta itu sebenarnya apa? Bahagia itu apa? Keluarga itu apa? Tanyanya pada diri sendiri. Karena jujur, dia sendiri tidak mengetahui apa arti dan makna dari tiga kata tersebut.
****
Di sisi lain, terlihat seorang pria yang sedang marah sedari tadi, Dia merasa tidak terima ketika semua rencananya harus gagal begitu saja, hanya karena sikap Aiden yang sulit untuk ditaklukan. “aahhhhh sial,,siall,,siall!!!” umpatnya terus menerus. Entah kenapa dia hingga saat ini tidak bisa menciptakan strategi apa pun untuk menyelesaikan semua ini.
“Aku harus bisa menghancurkan keluarga itu, agar bisa membalaskan dendam ibuku, itu harus,” lirihnya pelan, sambil terus berjalan bolak balik, agar otaknya bisa segera terbuka.
Aditiya, yang mendapatkan anaknya seperti frustasi seperti itu, langsung mendekati Deri, agar anaknya itu merasa bahwa dirinya sangat menyayangi putranya.
“Jangan menyerah seperti itu Nak,” ucap Aditiya, yang sontak membuat Deri menoleh ke arah papahnya.
__ADS_1
“Tidak, aku tidak akan menyerah Pah, sampai aku bisa membalaskan dendam Mamah,” sahut Deri, tanpa merubah ekspresi marahnya.
“Terima kasih Pah, tadi sudah menyelamatkan aku, entah bagaimana nasibku jika pasukan Papah lambat sedikit saja,” sambungnya lagi, dan kali ini dia mengucapkannya dengan tulus.
Aditiya tersenyum puas, ketika dia sudah mendapatkan jika rencananya untuk meracuni otak putranya ini sangat berhasil.
“Tidak perlu berterima kasih, tentu saja Papah akan menyelamatkanmu, karena kamu adalah anak papah satu – satunya, dan menjadi kesayangan papah,” bohongnya, agar semakin memperkuat sandiwaranya di depan Deri.
“Teruslah percaya kepadaku, agar kamu bisa menjadi tamengku agar bisa membalas dendam kepada keluarga itu.” Aditiya berucap di dalam hatinya, dengan senyuman iblis yang tersirat tipis di wajahnya.
Aditiya adalah manusia yang sangat egois, tujuannya untuk membuat Deri percaya akan sebuah kasih sayang palsu Yang dia berikan, dia merencanakan semua itu, karena tidak lain hanya ingin membalaskan dendam atas kematian ayahnya yaitu Daniel.
Memang sudah diakui, bahwa Lucas yang merupakan pembunuh orang tuanya telah meninggal, Namun pelaku utama yaitu Mario tetap saja masih hidup. Belum lagi tentang ramalan yang dia percaya bahwa cucu Mario akan menjadi sebuah malapetaka untuk kehidupannya, itu semakin membuat dirinya terus saja menanamkan sumpah bahwa dia akan menghabisi semua keturunan Mario sekaligus keluarga terdekatnya tanpa tersisa. Hingga dirinya bisa menggantikan Posisi penguasa nomor satu di Dunia ini.
Bahkan dia sendiri sama sekali tidak memikirkan nasib Deri yang akan menjadi tameng untuknya, karena bagi Aditiya, hidupnya dia akan abadi jadi dirinya sama sekali tidak membutuhkan sebuah penerus keluarga.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*
__ADS_1