Cassino Kings ( Griffin Struggle )

Cassino Kings ( Griffin Struggle )
Chapter 52


__ADS_3

🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Setelah perdebatan panjang, akhirnya Albertlah yang mengalah dan menjadi Asisten putranya.


Sebenarnya Albert ragu pada Brio, dia tidak yakin apakah iparnya itu bisa menjaga Histo dengan baik atau tidak.


Tapi Brio mengatakan bahwa dia berjanji akan menjaga Historia semampunya dan seharga nyawanya. Griffin sendiri sebenarnya tidak mau jika Historia tinggal, Namun Albert mengatakan padanya jika dia akan baik - baik saja.


Brio dan Histo di minta untuk menunggu di pesawat saja. Dan Brio mengatakan dia juga akan menjadi investor untuk melihat pertandingan itu secara langsung.


Brio meminta uang sebanyak mungkin dari Daddynya, dan Mario memberikan uang sebanyak 200 Triliun untuk hal ini.


Begitupun juga dengan Mario, dia juga menjadi salah satu Investor yang melihat kejadian itu secara langsung, dia memberikan 500 Triliun agar tidak ketinggalan.


***


Di saat sudah memasuki ruangan, Albert melihat putranya yang terlihat biasa saja. “Apakah kamu tidak merasa takut?” Tanya Albert pada Griffin.


“Tidak, untuk apa takut Pah?” Tanyanya balik.


“Fin, kemenangan ini akan menjadi kunci membuka pintu kedamaian untuk keluarga kita.”


“Tadinya Papah berpikir jika kita akan saling menyerang dan membunuh lagi, tapi karena permainan ini hanya bisa kamu yang lakukkan, maka Papah dan semua keluarga kita menaruh harapan yang sangat besar sama kamu.” Ungkap Albert lagi, agar putranya ini berhenti menganggap remeh semua hal di dunia ini.


Griffin menghela nafasnya, “Pah yang menjadi wasit di pertandingan ini adalah Kakero yang merupakan organisasi Ju di Nomor satu di Dunia. mereka akan bertindak sportif dalam mengumukan hasil pertandingan.” Ucap Griffin meyakinkan Papahnya jika ini semua akan baik - baik saja.


Albert kembali menatap putranya, Griffin begitu tenang walaupun di depan sana, bisa saja kematian akan menjemputnya.


“Apakah segitu banyaknya beban yang sudah kamu lewati Nak? Sampai pada kematian saja kamu tidak ragu bahkan takut sedikitpun.” Batin Albert, menatap punggung putranya yang sedang menanti pintu masuk ke arena itu terbuka.


****


Lyla yang sedari tadi pingsan, kini ikut menatap layar yang memperlihatkan pertandingan Griffin dan Lawannya.


“Old maid?” Tanya Lyla pada Papahnya.


“Iya sayang, penantang menginginkan Griffin bermain Old Maid bersamanya.” Jawab Aiden, menjelaskan pertandingan itu.


“Pah, Griffin tidak pandai bermain Old Maid, dia akan kalah di permainan ini.” Lyla merasa panik, memberitahukan pada semua orang yang ada di sana. Kalau Griffin pasti akan kalah, sepupunya itu tidak pandai bermain Old Maid, dan dia yakini permainan ini akan menjadi akhir keluarga mereka.

__ADS_1


Aiden menatap Mario dan Briell, ke dua orang itu seketika langsung panik mendengar perkataan Lyla.


Karena Lylalah yang mengikuti Grifrin selama Cassino itu berdiri. Jelas saja Lyla tahu semua kelemahan pria itu.


****


Setelah menunggu 3 jam lamanya, akhirnya Griffin dan Albert masuk ke dalam arena.


Albert melihat banyaknya CCTV yang ada, sesuai pesan Brio, Albert langsung menembak dua Cctv itu.


Dorrr, Dorrr. Suara tembakan Albert yang membuat beberapa orang panik mendengarnya. “Di larang membawa senjata di sini!” Tegas wasit yang ada. Dan lalu merampas senjata itu dari tangan Albert.


Tetapi, bagi Albert itu sama sekali tidak masalah karena dia sudah merusak dua CCTV sesuai pesan Brio tadi.


Ketika mereka berdua masuk, tak lama kemudian Adit dan Dery masuk ke dalam arena.


Ini pertama kalinya Albert melihat wajah Aditiya, wajah pria yang sudah lama menantang keluarga dan menyebabkan kehancuran keluarganya.


Sedangkan Griffin, dia sudah sempat dua kali melihat Adit dan dia terlihat biasa saja melihat Dery yang ada di belakang Adit.


“Apakah kamu sekarang berpihak padanya?” Tanya Griffin pada Dery yang terlihat hanya diam saja.


“Apa ini? Kenapa Dery berada di kubu lawan? Apakah dia berkhianat?” Tanya Mario pada Aiden dan Lyla.


Kalau memang benar Dery berkhianat, betapa marahnya Mario karena menantu dan cucunya pergi ke sana karena ingin menyelamatkan Dery tapi kalau begini? Apa yang bisa mereka hasilkan?


“Tidak, ini pasti salah, Dery tidak mungkin mengkhianati kitakan pah?!” Tanya Lyla pada Papahnya.


“Iya sayang, suami kamu tidak mungkin mengkhianati kita, Papah yakin kalau si pria tua inilah yang memaksa Dery melakukan hal ini.” Jawab Aiden, berusaha menghilangkan keraguan di dalam hati putrinya.


***


Sedangkan di dalam arena, Dery bisa melihat semua wajah investor yang ada. Dia bahkan bisa melihat wajah mertuanya di sana.


Dery memberikan kode pada Aiden dengan mengatupkan ke dua tanganya sebagai permintan maafnya, serta gelengan kepalanya yang mungkin saja di artikan bahwa ini tidak seperti yang mereka pikirkan.


***


“Baiklah permainan akan kita mulai,” seru Antonis yang menjadi wasit dari pihak Griffin.


Sedangkan wasit dari pihak Adit adalah Gema yang masih satu organisasi dengan Antonis.

__ADS_1


Griffin dan Adit terlihat bersiap di tempat mereka masing - masing.


“Ini adalah permainan terkenal bernama Old Maid.” Jelas Antonis yang mulai membertahukan cara dan larangan dalam permainan kartu itu.


“Kartu yang di mainkan adalah dua set kartu nomor, satu sampai sepuluh, di tambah 11 kartu Old Maid, jadi jumlahnya 21.”


“Setiap pemain harus ambil satu kartu dari lawan dan cari pasangannya, pemain yang memegang kartu Old Maid di akhir pemainan akan kalah.”


“Tapi ini berbeda dari permian Old Maid biasa. Ada lima macam kartu Old Maid, masing - masing memiliki angka satu sampai lima. Setiap permainan ini akan di kocok dan di masukan ke dalam Dek, setiap nomor menunjukkan jumlah tiang gantung yang akan di rakit saat tiang gangung lengkap, maka permainan akan berakhir.”


“Tiang gantung tersusun dari 11 bagian, yang tersingkat bisa berakhir hanya dalam tiga permainan saja, Kartu Angka V - V dan I maka jumalahnya akan menjadi 11.”


“Berbagi informasi selama permainan itu tidak di Izinkan. Namun, selama tidak diketahui lawan taktik licik tidak masalah dalam permainan ini.” Jelas Antonius pada semua orang dan terutama pada Adit dan Griffin.


Griffin terlihat hanya senyum saja pada Aditiya, sedangkan Aditiya sudah mulai menegang dan merasa bahwa ini adalah taruhan hidup atau mati.


“Kalau begitu mari kita mulai di Ronde pertama!” Seru Antonius dengan wajahnya yang sangat serius.


Gema mulai terlihat mengacak kartu yang ada di meja, “Silahkan,” ucap Gema, mempersilahkan Griffin dan Adit mengambil kartu mereka masing - masing.


“Lima angka kartu untuk Griffin dan Angka delapan untuk Tuan Aditiya.”


“Tuan Aditiya yang mendapat bagian pertama untuk memulai permainan.”


“Biarkan Griffin yang memulai duluan,” seru Antonis.


“Dan untuk mencegah berbagi informasi, Vidio secara langsung akan di matikan terlebih dahulu.” Timpalnya lagi. Dan langsung mematikan semua vidio siaran langsung yang ada.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*

__ADS_1


__ADS_2