
🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
Ronde ke Lima
Kembali tiang gantung ke dua mulai di rakit, untuk menggantung pemain yang kalah dan juga asistennya.
Mungkin inilah penyebab kenapa Brio tidak mau menjadi asisten Griffin tadi. Karena dia tidak mau di gantung bersama Griffin jika keponakannya itu kalah.
Ronde ke limapun di mulai, baik Griffin dan Aditiya sama - sama menerima kartu mereka, “tuan Aditiya lah yang memulai,” ujar Gema mempersilahkan Aditiya mengambil kartu lebih dulu.
Namun, ketika Aditiya mulai mengambil kartu, Griffin menghindar dan berdiri di sebelah sisi kiri Aditiya. “Ada apa? Aku di sini!” Ucap Griffin meminta Aditiya mengambil kartunya dari sisi seperti ini.
Mau tidak mau Aditiya menariknya, dari sisi sebelah kiri mengikuti permainan Griffin. Kembali ketika giliran Griffin tiba, dia mengambil angka 3 dari tangan Aditiya dan menyatukan dengan kartu di tanganya, lalu memberikannya pada Antonis.
“Apakah anda yakin Tuan Griffin?” Tanya Antinis, karena Griffin belum melihat kartu itu namun sudah memberikan kepadanya.
“Tidak perlu di lihat lagi!” Sentaknya dengan penuh keyakinan.
Kini tatapan Griffin benar - benar menampilkan sebuah kemarahan.
Lagi dan lagi, karena Aditiya mendapatkan kartu Old Maid, tiang Gantung itu kembali di rakit. Dan membuat jantung ke duanya kini sama - sama berdebar.
“Antonis.” Panggil Griffin pada Wasit dari pihaknya.
“Kita tidak bermain old maid lagi,” ucapnya membuat Antonis tersenyum.
“Aku tidak akan menarik kartu Old Maid lagi.” Sambungnya dengan serius.
“Dengan kata lain, yang mendapatkan Kartu Old Maid di akhir, dia yang akan mati.” Griffin memperjelas kalimatnya, membuat siapapun yang mendengarnya pasti merasa sangat tegang.
“Sebaiknya kamu berdoa pada Tuhan, agar tidak mendapatkan kartu Old Maid lagi.” Serunya berbicara pada Aditiya.
Jika Aditiya yang menarik kartu, itu tidak masalah dan mereka akan sangat di untungkan. Tapi jika sampai Griffin yang menarik, maka tamatlah riwayat mereka.
__ADS_1
Mendengar kalimat itu, tentu saja Aditiya menampilkan wajah ketidak sukaanya. “Apakah kamu tidak melihat, siapa yang ada di belakangku ini?” Tanya Aditiya pada Griffin.
“Dia adalah Dery, suami dari sepupu kamu, kalau aku mati dia akan mati, dan pasti sepupumu akan membencimu seumur hidup.” Ujarnya memberikan penawaran untuk Griffin, agar bocah itu mengalah dengannya.
“Lalu kenapa? Kalau dia mati emangnya aku perduli.” Griffin menjawab dengan begitu santai.
“Aku sama sekali tidak perduli, apakah Dery akan mati atau tidak. Itu sama sekali bukan urusannyaku. Dan kenapa memangnya kalau Lyla marah, itu sama sekali tidak membuat diriku merugi. Kalau memang keluarga mereka mau pecah - ya silahkan saja. Lagi pula, dari awal aku tidak merasa mempunyai hubungan apapun dengan keluarga Lesham.” Jelas Griffin dengan serius.
Sepertinya lagi - lagi Aditiya salah dalam menebak apa yang di inginkan oleh Griffin. Senjata yang bisa membuat anak ini takut dan menyerah saja dalam permainan.
“Ka - kalau begitu, bagaimana dengan perempuan ini.” Ujarnya lagi, dan memberikan kode pada anak buahnya untuk membawa Kintan masuk ke dalam arena, sebagai bahan taruhan untuk Griffin.
“Hahahahah, dia adalah wanita yang kamu cintai bukan, kamu sampai rela mengalami kecelakaan demi dia. Sekarang lihatlah, apa yang akan aku lakukkan pada wanita ini.” Tandasnya lagi, lalu kembali melakukkan hal yang sama dengan membuka baju Kintan di depan umum.
Namun, bukannya marah Griffin malah tersenyum melihatnya. “Bahkan biar kamu membunuhnya di depanku saja, aku sudah tidak perduli.” Sahut Griffin, kembali membuat Aditiya terkejut mendengarnya.
“Fin, tolong aku Fin, Tolong aku.” Mohonya, agar di selamatkan oleh pria yang dia cintai itu.
Griffin tersenyum, lalu dia menatap Kintan dengan tatapan jijiknya. “Kamu pikir, wanita yang dengan berani memberitahukan kelemahanku pada lawan, mau membuatku iba?” Tanyanya, membuat Kintan sudah mati dalam melangkah.
Griffin sendiri dari awal sudah tahu kalau Kintanlah yang memberitahu Aditiya. Karena kelemahannya yang satu ini hanya Lyla dan Kintan yang tahu.
Kintan sendiri harusnya paham, jika Griffin sangatlah membenci ketika ada seseorang yang mengkhianatinya, namun karena perasaan takutnya Kintan mah terjerumus pada hal itu.
“Sekarang tidak ada lagi alat yang bisa kamu jadikan senjata buat menyerangku Pak Tua.” Tungkasnya, membuat Adit terlihat panik mendengarnya.
Derry tersenyum mendengar hal itu. “Griffin adalah manusi batu, tidak tahukah kamu akan hal itu? Meskipun orang tuanya yang kamu bunuh, itu tidak akan membuatnya merasa rugi sama sekali.” Sahut Dery, mulai berbicara setelah sejak tadi hanya diam saja.
Sebenanrnya tanpa memulai ronde ke 6 lagi, sudah terlihat siapa yang akan menang. Tapi bukan Adit namanya kalau dia menerima kekalahan.
Ronde ke 6
Pembagian kartupun mulai di perlihatkan, dan permainanpun mulai jalan sesuai yang di arahkan.
Hingga tersisa satu kartu yang ada di tangan Griffin dan dua kartu yang ada di tangan Adit dan sudah jelas jika salah satunya adalah kartu Old Maid.
__ADS_1
Griffin menampilkan senyum semeriknya, lalu dia mendekat dan melihat kartu Griffin. “Loh, apa - apaan ini?” Protes Gema namun di halangi oleh Antonius.
“Bukankah sudah jelas di awal tadi aku mengatakan, di Larang membagi informasi dalam bentuk apapun, kecuali menggunakan taktik licik maka di perbolehkan dalam hal ini.” Tegasnya, mengingatkan Gema tentang peraturan permainan.
Dan mau tidak mau pihak Adit menerima saja kelicikkan yang di jalani oleh Griffin. Terlihat Griffin yang sudah selesai menggambar di kartunya dan menarik kartu yang di pegang oleh Adit.
Tetapi Aditiya tidak melihat kartu yang dia pegang, dia malah tertawa melihat kartu yang di miliki oleh Griffin. “Kamu menarik kartu Old Maid lagikan.” Ujarnya, ketika melihat satu kartu Griffin.
Dan dengan senyum Griffin mengelurakan kembali kartu yang terakhir, “apa? Kamu tahu kartuku?” Tanya Griffin pada Aditiya.
Lalu Griffin menoleh dan melihat CCTV di belakangnya, “kamu bisa melihat semua kartuku dari semua kamera itu ya?” Tanyanya lagi. Dan itu cukup membuat Aditiya terkejut dan bahkan memperlihatkan kartunya di Kamera yang lainnya.
Aditiya merasa marah, kali ini dia sudah kalah. “Apa itu artinya selama di dalam permainan pria ini melakukkan kecurangan dengan menampilkan hasil kartu lawan dari kamera?” Tanya seorang yang merupakan petinggi Kokero yang juga melihat pertandingan itu.
Griffin kembali tersenyum, lalu mendekat ke arah Aditiya. ”aku menang Aditiya!” Tegasnya, membacakan hasil pertandingan.
“Tidak - tidak mungkin, padahal ini adalah rencana yang sempurna.” elak Aditiya tidak menerima kekalahannya.
Semua vidio kembali di nyalakan, dan tentu saja yang menaruhkan uangnya untuk Griffin terlihat sangat bahagia karena uang mereka akan menjadi berlipat ganda.
Antonis juga memperlihatkan kartu terakhir milik Aditiya. “Tuan Aditiya menarik kartu angka 5 Old Maid,” serunya lalu membuang kartu itu.
“Tiang gantung Hangman juga sudah lengkap! Pemenang permainan hidup dan mati ini adalah Griffin Jonathan!” Teriak Antonis menyuarakan kubunya dia juga mengangkat salah satu tangan Griffin memperlihatkan kemenanganya.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
__ADS_1
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*