Cassino Kings ( Griffin Struggle )

Cassino Kings ( Griffin Struggle )
Chapter 43


__ADS_3

🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Aiden menganggukan kepalanya pelan, lalu kembali duduk ke tempatnya. “He is the Real Casino King.” Ucap Aiden lagi.


“No, no, i think he is a Monster.” Sahut Lyla, yang merasa jika saat ini Griffin seperti Monster yang hidup di jiwa manusia seseorang.


“Kenapa kalian berkata seperti itu? Apakah itu berarti Griffin sejahat itu?” Tanya Dery dengan wajah polosnya. Karena memang dia tidak tahu bagaimana Griffin selama ini.


Dia hanya tahu jika Griffin mungkin jahat, tapi tidak sejahat seperti dugaan mereka. Atau?


“Mamah saja sampai tidak yakin apakah dia manusia atau dia adalah jelmaan iblis.” Freya kini ikut menimpali perbincangan mereka.


Dari dulu dia memang tidak perduli dengan apa yang terjadi pada orang lain. Namun, ketika dirinya mengetahui bahwa Griffin berani melaceh kan putrinya, maka kini dia juga benci pada sosok itu.


“Jadi saran Papah, lebih baik jangan pergi ke Itali, dan biarkan anak buah Griffin yang lainnya yang akan menangani hal itu.” Ucap Aiden, memberikan nasehat pada menantunya. Dan kali ini Lyla menganggukan kepalanya pelan menyetujui apa yang di katakan oleh papahnya.


“Tapi bagaimana Pah? Cepat atau lambat Griffin akan tahu, bahwa akulah yang melaporkan Cassinonya ini.” Sebenarnya dalam hati kecil Deri juga merasa takut pada Griffin.


“Solusinya ya kalian menjauh sejauh mungkin, karena sekelas Papahmu saja yang berani membunuh Briell dan Albert saja, butuh waktu agar bisa menghadapi Griffin, apa lagi cuman kamu.” Tandasnya, membuat Deri paham, kenapa Papahnya yang meskipun sudah mengetahui tempat tinggal dan markas Griffin, tetapi tidak menyerang pria itu sama sekali padahal sering memiliki kesempatan.


Dan di saat mereka sedang mengobrol, kali ini ponsel Aidenlah yang mengejutkan mereka, membuat Aiden dengan cepat mengangkatnya.


“Baiklah.” Sahut Aiden, dan langsung berdiri dari tempatnya.


“Papah akan pergi bersama dengan yang lainnya, untuk mencari solusi mengontrol amarah Griffin, kalian jangan keluar dari rumah! Karena Kintan saat ini pasti akan mengincar kalian!” Aiden pamit meninggalkan anak, menantu dan istrinya yang masih di ruang keluarga, namun di depan terlihat ada Stella, Arnon, Alson dan juga Jenni yang sudah menunggu Aiden.

__ADS_1


“Apakah berita ini sudah dipastikan benar Mah?” Tanya Aiden pada Stella.


“Kita akan ke sana membuktikkannya.” Jawab Stella dengan wajahnya yang serius.


Aiden menganggukan kepalanya pelan, lalu mereka semua langsung memasuki pesawat Jet tempur khusus keluarga mereka.


Mereka sengaja menggunakan itu, agar perjalanan mereka menjadi dua kali lebih cepat dari sebelumnya.


Lyla menoleh dan merasa penasaraan kenapa sampai seluruh keluarganya harus terburu - buru sampai ke tempat yang mereka tuju?


*****


Di dalam pesawat, seluruhnya merasa sangat tegang, mereka tidak tahu kalau hal ini benar - benar akan terjadi.


“Ini adalah kerja keras dari mendiang kakakku Arvan, dia bekerja keras selama berpuluh puluh tahun agar terciptlah hari ini.” Gumam Stella, memberitahukan pada semuanya.


Dia tahu, emosinya itu sudah membuat mamahnya kehilangan satu - satunya kakak kesayanganya, namun takdir tidak bisa di rubah lagi, seperti apa yang sering di lakukkan oleh Arvan.


Mendiang sering sekali merubah sebuah takdir, bahkan sepertinya Tuhanpun sudah muak dengannya sampai akhirnya dirinya di panggil agar tidak merusak semua rencana Tuhan.


Berbeda halnya dengan Stella, Aiden dan Arnon yang sedang sedih mengingat pengorbanan Arvan untuk Griffin. Alson dan Jenni, kini sebenarnya berpikir dengan akal sehatnya, bagaimana ini semua bisa terjadi? Bagaimana dia mendapatkan kesempatan untuk hidup lagi? Dan? Ini tidak mungkin di luar fantasinya kan.


Sebodoh - bodohnya Jenni, tentu saja dia bisa berpikir bahwa semua ini sangatlah tidak mungkin.


***


Di lain sisi, terlihat Mario yang sudah duduk dengan santai di sebuah ruangan di Cyberaya.

__ADS_1


Dia duduk dengan dua orang yang berada di depannya ini. “Dad, bagaimana kabarmu?” Tanya seorang wanita, yang memulai pembicaraan mereka lebih dulu.


“Tidak begitu baik,” jawab Mario dengan datar, tetapi sebenarnya Mario ingin sekali tertawa walaupun dirinya sedikit harus menahannya.


“Bagaimana keadaan Griffin?” Tanya pria di sebelahnya pada Mario.


“Yahh, gimana ya, bagaimana Daddy harus menjawabnya?” Tanya Mario balik.


“Tinggal dijawab Dad!” Sentak wanita itu, merasa jika Daddynya sedang mempermainkan mereka.


Mario menimbang - nimbang jawaban apa yang akan diberikan pada ke dua orang ini. “Sangat buruk mungkin.” Jawab Mario begitu santai. Namun kali ini di ikuti oleh senyum manisnya.


“Sangat buruk?” sahut ke duanya dengan wajah yang menampilak kebingungan.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*

__ADS_1


__ADS_2