Cassino Kings ( Griffin Struggle )

Cassino Kings ( Griffin Struggle )
Chapter 25


__ADS_3

🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Setelah kejadian kemarin, kini jadilah Griffin dengan kehidupannya sendiri.


Di dalam sini, di dalam Mansion utama, hanya ada dirinya yang hanya bersama dengan pelayan – pelayan yang ada.


Sedangkan Jenni, kini ikut bersama Alson dan Vika untuk tinggal di Indonesia, dengan menjalani bisnis yang dia bangun sendiri.


Alson sudah bersumpah bahwa dia tidak akan pernah lagi mau hidup dengan terikat pada uang dan penghasilan dari Cyberaya, termasuk Stella, yang merupakan pewaris ke dua dari perusahaan Cyberaya, kini juga menyerahkan semua asetnya pada Griffin.


Baginya sudah cukup dirinya dan keluarganya hidup dengan hasil dari keluarga Lesham saja.


Mulai saat ini biarkanlah Griffin hidup dengan kehendaknya sendiri, mereka sudah sama sekali tidak peduli.


***


Sedangkan di sisi lain, Lyla yang sedang duduk di atas kursi roda, kini menatap kosong ke arah taman yang berada di belakang rumahnya.


Jujur saja, saat ini dia masih belum menerima kondisinya yang lumpuh seperti ini, Namun apa yang bisa dia perbuat lagi? Semuanya memang sudah tertulis dalam takdirnya.


Ingatannya jauh mengukur pada saat semua rahasia itu terbongkar.


Flashback On


“Lyla sayang,” suara Freya bergetar ketika melihat putrinya yang terbaring lemah, dan bahkan belum sadarkan diri.


“Sabar sayang,” Aiden berusaha menenangkan istrinya, yang begitu sedih melihat keadaan putrinya yang seperti ini.


Freya yang sudah tidak tahu harus mengatakan apa lagi, kini hanya bisa memeluk tubuh Aiden dengan begitu erat.


Perasaannya begitu sakit melihat Lyla yang seperti ini, dan bahkan jika bisa ingin sekali dia menggantikan posisi Lyla, agar dirinya saja yang merasakan sakit, jangan putrinya.


“Ehmmm, Finn, jangan Finn,” suara Lyla terdengar tiba – tiba, padahal terlihat jelas jika mata wanita Itu masih terpejam.


Sontak saja Aiden dan Freya langsung menoleh satu sama lain, merasa bingung dengan apa yang dikatakan Lyla saat ini, kenapa wajahnya terlihat sangat ketakutan?


Freya mendekati tubuh putrinya dan langsung menggenggam tangan Lyla, agar gadis itu bisa merasa tenang dengan adanya Ibu di sisinya.

__ADS_1


“Finnn, jangan bunuh bayi kita Fin, jangannn,hiskk,,hisskkk.” Kalimat yang berhasil membuat Freya dan Aiden kini saling memandang satu sama lain.


Ini sangat jelas, bahwa Griffin dan Lyla putrinya sudah memiliki sebuah hubungan yang terlarang.


Dan karena tidak ingin menjadi salah paham, Aiden langsung meminta kepada dokter OBYGN untuk memeriksa putrinya, apakah putrinya ini masih perawwwan atau tidak? Apakah putrinya ini sudah pernah mengandung atau tidak? Semuanya Aiden ingin tahu secara detail agar Lyla maupun Griffin tidak akan bisa mengelak lagi nantinya.


Begitu banyak rangkaian pemeriksaan yang dilakukan selama Lyla masih belum sadarkan diri, dan baik Aiden maupun Freya, dengan setia dan patuh mengikuti semua arahan – arahan dari dokter.


Namun, siapa sangka, Ketenangan yang dimiliki oleh Aiden kini seketika berubah menjadi sebuah amarah yang siap untuk meledak ketika dia mendapatkan sebuah fakta, bahwa putri kesayangannya ini sudah tidak lagi perawan, dan juga sudah berkali – kali melakukan hubungan intim, karena terbukti dari otot – otot apomnya yang sudah sangat elastis, dan bahkan lebih parahnya, dokter memberitahu kepada Aiden, bahwa adanya Indikasi Aborrssii yang dilakukan oleh gadis remaja itu.


Bak menelan pil Kepahitan, hati Aiden dan Freya hancur berkeping – keping pada saat itu juga, tidak ada satu kalimat pun yang dia dapat ungkapkan saat ini.


Sakit, kecewa serta Marah itulah mungkin gambaran perasaan mereka saat ini.


Freya sudah berusaha menahan Aiden suaminya agar tidak bertindak gegabah saat ini, Namun, Aiden tetaplah Aiden dia adalah sosok pria yang bahkan tidak bisa menahan sedikit saja emosinya.


Hingga terjadilah kejadian itu.


FLASCH BACK OFF.


****


“Pah, apakah permintaanku sudah Papah lakukan?” tanya Deri kepada Aditiya.


“Sudah Son, baru saja mereka mendarat,” jawab Aditiya, tanpa melepaskan pandangannya dari koran yang sedang dia baca saat ini.


Deri tersenyum dengan begitu semangat, karena misinya kali ini akan mendapatkan dua keuntungan sekaligus.


Dan karena tidak ingin membuang waktu, Deri langsung berlari masuk ke dalam kamar Kintan, dia sudah sangat tidak sabar menjalankan misinya ini.


“Apa yang sedang kamu lakukan?” tanya Deri, ketika melihat Kintan yang sedang duduk dengan sebuah kain di tangannya.


“Tadi aku meminta kepada pelayanmu untuk memberikanku bahan – bahan rajutan, aku ingin membuat Sal untuk Griffin,” jawab Kintan, yang sepertinya lupa di mana dia berada saat ini.


Dan benar saja, Deri sangat tidak senang mendengar kalimat Kintan yang begitu riangnya menyebutkan nama Griffin tepat di hadapannya.


“Kintan, perhatikan layar television ini sebentar, please,” pinta Deri, yang terdengar begitu lembut, membuat Kintan merasa asing dengan sikap Deri yang tiba – tiba seperti ini.


Dengan menolehkan kepalanya sejenak, Kintan hanya diam saja dan mengikuti arah pandangan Deri, dan melihat television yang baru saja dinyalakan.

__ADS_1


“Apakah kamu bisa melihat, siapa yang ada di dalam sana?” tanya Deri lagi, yang kali ini berhasil memancing emosi dari Kintan.


“Mamah, Papah,” gumamnya, dan langsung beranjak dari duduknya untuk mendekat ke arah Deri.


“Kenapa bisa Mamah dan Papahku kamu jadikan tahanan seperti inii??? Tidak cukupkah aku saja yang kamu sekap di sini Ha???” pekik Kintan tepat di depan wajah Deri.


Namun, bukannya merasa bersalah, Deri malah tersenyum melihat emosi Kintan yang menurutnya sangat menggemaskan.


“Kamu tahu Kintan? Dari kita remaja, aku sudah jatuh cinta dengan kamu, tapi salah kamu, karena kamu harus jatuh cinta kepada Griffin bukan denganku,” ungkapnya dengan sorot mata yang penuh dengan kemarahan.


Lalu dia beralih pada tangan Kintan, dan kemudian menciuum telapaknya dengan sangat kasar, karena adanya berontakan dari Kintan sendiri.


“Jika Griffin mencintaimu, maka tidak akan dibiarkan jemari indahmu ini kotor karena darah dari manusia – manusia yang sangat tidak berguna itu –“


“Dan jika kamu Deri yang Aku kenal dulu, jika memang kamu adalah Deri teman masa kecilku dulu, maka tidak akan pernah dia biarkan sebuah perpecahan terjadi hingga hilangnya rasa hutang balas budimu kepadanya,” sahut Kintan, mengingatkan kembali pada Deri, bagaimana baiknya keluarga Griffin kepadanya di masa lalu.


“Dulu dan sekarang itu berbeda Kintan,” balas Deri lagi.


“Benar, kamu memang benar, setiap orang pasti akan berubah seiring berjalannya waktu.”


“Seperti kamu, yang diibaratkan kacang lupa kulitnya,” sindir Kintan lagi.


“Ingat Der, kamu tidak akan pernah menjadi dirimu yang sekarang, jika bukan Keluarga Griffin termasuk Griffin sendiri yang membantumu, Camkan itu baik – baik.”


**


*To Be Continue. **


Note: Brina dan Aldo, Mila dan Ares sama Chiko dan Jasmine. Malam nyusul updatenya ya. Soalnya Mimin ada Ibadah sore ini. Jadi Mimin updatenya malam saja, karena belum selesai. Di tunggu saja notifnya ya 🙏🏻🙏🏻


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*

__ADS_1


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2