Cassino Kings ( Griffin Struggle )

Cassino Kings ( Griffin Struggle )
Chapter 28


__ADS_3

🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


“Kepala pelayan, siapkan makanan sekarang,” seru Griffin, yang meminta agar makam malam di siapkan dengan segera.


“Seharusnya kalian makan saja lebih dulu, tanpa harus menungguku,” lanjutnya, berbicara kepada Deri dan Kintan yang masih belum memulai makan malam mereka, karena harus menunggu Griffin balik dari kegiatannya mengantar Historia pulang.


“Tidak apa – apa, kami juga masih belum terlalu lapar,” sahut Kintan, yang sebenarnya menahan cemburu sejak tadi.


“Fin, Dia?” Kintan tidak bisa menahan rasa penasaraannya yang sejak tadi sudah cukup meronta – ronta, ingin mengetahui siapa dan kenapa wanita yang bernama Historia itu datang ke sini.


“Permisi Lord, di luar ada Kevin,” suara Zake terdengar sebelum Griffin menjawab pertanyaan Kintan tadi.


“Kevin datang ke sini untuk menjemputmu, tetapi tidak masalah jika kamu menghabiskan makan malammu terlebih dahulu,” ungkap Griffin.


“Dan untuk kamu, Deri, besok Zake akan mengantarmu untuk bertemu dengan keluarga Lesham, dan kamu bisa melamar Lyla, aku juga sudah meminta pada Zake untuk menyiapkan segalanya untukmu.”


Keputusan Griffin yang tiba – tiba seperti ini, sangat – sangat membuat Kintan dan juga Deri kebingungan sendiri mendengarnya.


“Tap – tapi kenapa terlalu buru – buru Fin?” tanya Kintan.


“Aku akan melakukan perjalanan bisnis Ke Belarus, dan mungkin waktunya akan cukup lama, aku dilahirkan bukan untuk melayani kalian.” Griffin mengungkapkan kalimatnya dengan begitu lugas, setelah itu dia langsung bangkit dan meninggalkan ke dua orang itu begitu saja.


Padahal makanannya saja belun habis, Namun, sepertinya Griffin mempunyai masalah yang belum bisa dia bagi kepada siapapun.


*****


Sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Griffin kemarin, Kini Deri sedang berada di kediaman keluarga Lesham di Indonesia, setelah melakukan perjalanan 20 jam lamanya.


Yang saat ini dia pikirkan adalah, Apakah Aiden akan mengizinkan jalannya ini? Atau malah sebaliknya?


Tokk,,,tokkk,,tokkk, suara ketukan pintu terdengar, membuat seorang pria yang sedang berada di dalam ruangannya itu menoleh ke arah pintu.


“Masuk,” seru pria itu dari dalam.


“Sayang, di luar ada Zake bersama dengan seorang pria,” ucap Freya, memanggil suaminya yang sedari kemarin hanya melamun saja.


“Zake? Mau apa dia ke sini?” tanya Aiden, yang mendapatkan gedikan bahu pelan dari istrinya.


Freya yang memang tidak tahu jawabannya, kini memilih untuk mengusap lembut bahu suaminya.


“Sayang, temuilah mereka dulu, bisa saja, ada suatu hal penting yang ingin mereka sampaikan.” Freya mencoba membujuk Aiden yang sedari tadi terlihat tidak beranjak dari posisinya.

__ADS_1


Aiden terdiam sejenak, sungguh dia sudah tidak ingin berurusan apa pun dengan bawahan – bawahan Griffin itu.


Hatinya masih terlalu sakit jika harus ingat kembali apa yang telah anak itu lakukan kepada putrinya.


“Suruh saja mereka pulang Freya, aku sedang tidak ingin bertemu siapa pun saat ini,” titah Aiden dengan begitu dingin pada Freya.


Menurut Freya sendiri, Aiden benar – benar berubah dari kejadian itu. Tidak ada lagi kehangatan di rumah mereka, karena semuanya asik tenggelam dengan pemikiran mereka masing – masing.


Freya tidak bisa memaksa lagi, ketika Aiden sudah bersuara dan meminta mereka semua untuk pulang, maka hal itulah yang harus terjadi.


***


“Zake, maaf ya, tetapi, Papah Lyla tidak mau bertemu dengan kalian,” ucap Freya, ketika dirinya sudah kembali ke ruang tamu.


Zake paham akan situasi ini, akan tetapi, tidak mungkin dirinya 8pulang tanpa memberikan kabar apa pun kepada Tuannya.


“Jadi begini Nyonya, maksud kedatangan kami ke sini, untuk –“


“Lyla,” teriak Deri yang lebih dulu melihat sosok Lyla lewat di dekat Ruang tamu.


Sontak saja, baik Lyla, Zake maupun Freya langsung menoleh ke arah Deri.


“Deri,” gumam Lyla, yang juga terkejut melihat pria itu ada di rumahnya.


“Lyla,” panggil Deri lagi, ketika melihat Lyla yang malah ingin menghindarinya.


Freya memandang ke arah Zake, untuk meminta jawaban tentang siapa laki – laki itu.


Tetapi Zake sepertinya sudah malas mengeluarkan penjelasannya dan memilih untuk menundukkan kepalanya saja.


“Jangan sentuh putriku!!!” suara bariton yang cukup mengejutkan Deri dan Lyla, ketika pria itu baru saja mau menyentuh kursi roda Lyla.


“Papah,” lirih Lyla pelan, sambil menundukkan kepalanya untuk menahan tangisnya agar tidak menetes keluar.


Dengan sorotan mata yang tajam, Aiden memandangi Deri dari ujung kepala hingga ujung kaki.


“Manusia seperti kamu, harusnya berpikir terlebih dahulu, sebelum kamu menyentuh putriku!!”


“Kamu tahu, bahwa Lyla adalah Berlian di rumah ini!! Ha?” sentak Aiden, yang sama sekali tidak main – main dalam memangsa siapa saja yang berani mengganggu ketenteraman putrinya.


Freya yang melihat reaksi suaminya, langsung segera beranjak untuk membawa putrinya masuk ke dalam kamar.


“Ayo sayang, kita pergi dari sini,” ajak Freya pada Lyla.

__ADS_1


“Tunggu Tante,” Seru Deri, mencoba menghalangi langkah Freya.


Plaaaaakkkkk, satu tamparan yang cukup keras, berhasil mendarat di pipi Deri, hingga membuat pria itu jatuh dan tersungkur ke bawah.


“Pah,” tegur Freya dengan lembut, karena dia merasa suaminya sudah keterlaluan kali ini.


“Bawa Lyla naik sekarang Mah!!” perintah Aiden, yang membuat Freya tidak bisa bersuara lagi kali ini.


“Ommm, saya mau melamar Lyla om,” pekik Deri dengan keras, sambil mengeluarkan cincin yang memang sudah disiapkan oleh Zake tadi.


Ungkapan kalimat Deri, berhasil memberhentikan langkah Freya dan juga membuat Aiden diam menatapnya.


Lyla sendiri tidak mengerti kenapa Deri berkata seperti itu di rumahnya, entah apa yang tengah dipikirkan pria itu, sampai ingin melamarnya, sedangkan kemarin karena mengejarnya lah, Lyla saat ini menjadi lumpuh seperti ini.


“Pah, aku tidak mau dia ada di sini,” ungkap Lyla, dan kini segera mempercepat kursi rodanya agar segera masuk ke dalam lift rumahnya.


Mata Deri membulat seketika, dia sangat tidak menyangka jika Lyla akan menolaknya.


“Siallan wanita cacat ini, harusnya dia bersyukur karena masih ada pria yang mau menikahinya,” batin Deri, merasa marah dengan ungkapan kalimat Lyla tadi.


Sedangkan Zake, memilih untuk mengambil vidio untuk kejadian drama tersebut, agar bisa memperlihatkan kepada bosnya, jika dia sudah menjalankan tugasnya dengan baik dan benar.


Memang sebelum berangkat, Griffin ada mengatakan, bahwa diterima atau tidaknya lamaran Deri pada Lyla, itu sama sekali bukan urusan mereka.


Tugas Zake hanya menyiapkan saja sekaligus mengantarkan, selebihnya itu adalah urusan Deri sendiri.


“Ahhh, Tuan Aiden, urusan saya di sini telah selesai, jika begitu saja pamit undur diri, dan terima kasih,” ujar Zake, yang berpamitan kepada Aiden dengan sedikit membungkukkan tubuhnya hormat kepada paman dari bosnnya ini.


“Dan untuk Anda Tuan Deri, selamat berjuang,” ucap Zake lagi.


Setelah itu, barulah dia melangkahkan kakinya untuk segera pergi mendatangi bosnya yang saat ini pasti juga sedang memerlukannya.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*

__ADS_1


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2