Cassino Kings ( Griffin Struggle )

Cassino Kings ( Griffin Struggle )
Chapter 6


__ADS_3

🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Di sisi lain, terlihat Lyla yang baru saja selesai menyiapkan makan malam untuk sang Lord.


“Apakah dia belum bangun? Inu bahkan sudah jam tujuh malam dan dia masih tertidur?” guman Lyla, yang bertanya entah pada siapa.


Dan karena tidak ingin makanan yang dia masak menjadi dingin karena harus menunggu sampai Griffin terbangun, Lyla memutuskan untuk masuk ke dalam kamar, untuk membangunkan Griffin.


Namun, di saat dia baru saja masuk ke dalam kamar, dia mendengar suara gemercikan air yang sedang berbunyi, “Pasti dia masih marah dengan ucapan aku yang tadi, dan kalau marah seperti itu, sangat sulit jika aku harus membujuknya nanti,” Lyla menghela nafasnya kasar, dan memilih untuk keluar dari kamar, berniat untuk menunggu Griffin di luar saja.


“Lyla,” panggil suara Griffin, yang sepertinya menyadari keberadaannya.


“Lyla, aku tahu kamu di sana, masuk sekarang dan jalani tugasmu!” panggil Griffin lagi, yang membuat Lyla tidak mempunyai pilihan lagi selain mengikuti kemauan dari pria itu.


Dengan terpaksa, Lyla mulai melepaskan seluruh kain yang ada ditubuhnya, hingga dirinya saat ini terlihat polos tanpa benang.


Setelah itu, Lyla segera melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi, dan melihat Griffin yang sudah berendam lebih dulu di sana.


“Kemarilah sayang, aku merindukan sentuhanmu,” panggil Griffin, yang kini terlihat merentangkan tangannya untuk menerima tubuh Lyla.


“Omong kosong jika kamu bilang merindukanku, karena dua hari yang lalu kamu juga melakukannya ketika kita di kantor,” ketus Lyla, yang mulai masuk ke dalam bathup.


“Ehhmmmsshhh,” desis Griffin, ketika Lyla menyentuh kukubirdnya yang sedari tadi sudah menegang.


“Fin,” tegur Lyla, yang memberikan kode pada pria itu agar tidak bermain – main ataupun mengulur waktu mereka.


Namun, bukannya Griffin namanya kalau dia mau untuk diperintah. Dia akan melakukan apapun yang dia mau dan yang dia kehendaki.


Dan siapapun itu, harus mau untuk menuruti apapun keinginannya termasuk menggunakan Lyla sebagai partner Sseexxnya.

__ADS_1


Setelah Griffin dan Lyla terlihat sudah selesai melakukan kegiatan mereka, Saat ini terlihat Lyla yang sedang kembali sibuk di dapur untuk menghangatkan kembali makanan buat Griffin.


“Lyla, Besok aku akan melakukan perjalanan bisnis selama seminggu, bisakah kamu yang menggantikan aku di sini untuk mengontrol semuanya?” Tanya Griffin pada Lyla, sembari me arik kursi di meja makan.


Lyla berjalan keluar dengan membawa beberapa piring makanan yang baru saja dia hangatkan di microwave.


“Fin, aku tidak bisa, kamu tahukan aku besok ada penerbangan pulang ke Indonesia,” tolak Lyla mengingatkan Griffin akan rencananya pulang.


“Kamu bisa membatalkannya lebih dulu Lyla, is not so hard,” balas Griffin lagi, yang terlalu menyepelekan semua masalah.


“Can not, i miss my Daddy and my Mom.” Tegas Lyla, yang menjadi jawaban final.


“Baiklah, kalau begitu, malam ini kamu tidak perlu ikut mengantarku ke Tiger King, karena aku akan membawa Kinan ikut serta bersamaku,” Griffin berbicara dengan serius kepada Lyla, namun, bukannya peduli, Lyla hanya bersikap acuh, karena merasa itu memanglah tugas untuk Kinan.


Tak ingin berdebat dengan pria arogan di sebelahnya ini, Lyla memilih untuk mengambil piring Griffin untuk disikan makanan.


“Oke, aku berangkat sekarang,” seru Griffin tiba – tiba, dengan bangkit lalu mengambil jacket kulit yang sudah disediakan oleh Lyla.


“Loh, Fin, aku udah capek – capek masak untuk kamu, lalu sekarang kamu main pergi gitu aja,” Lyla benar – benar tidak menyukai sifat Griffin yang seperti ini.


“Kamu bisa buang saja makanan itu semua oke, aku pergi dulu,” pamitnya, tanpa peduli dengan perasaan Lyla sama sekali.


“Fin, kamu tapi antar aku ke bandarakan besok?” Tanya Lyla, sebelum Griffin benar – benar hilang dari pandangannya.


Griffin terdiam sejenak, untuk mengira – ngira waktunya besok. “Tidak bisa Lyla, aku besok ada meeting, nanti aku minta kepada Tores saja untuk mengantarmu oke,” jawabnya singkat, lalu setelah itu dia langsung pergi begitu saja, meninggalkan Lyla yang sedang merasakan kecewa saat ini.


Lyla tertegun, lalu melihat makanan yang sudah dia masak tadi, “Aaaarregghhhhhg,” praaanggg, praaanggggg.


Lyla yang emosi, langsung memecahkan semua piring yang ada di atas meja, tidak Peduli makanan yang sudah dia masak dengan bersusah payah, akhirnya hanya bisa berakhir di lantai dengan campuran pecahan – pecahan piring yang ada.


“Hiskk,,Hiskk,,hisskkk, kamuu adalah pria yang paling breenggseekk Griffin, akuu bencii kamu, akuu kecewa sama kamu, kecewa,” isak tangis Lyla, sembari menginjak – injak semua makanan yang tadi dia buang.

__ADS_1


Setelah dia merasa lelah, Lyla terduduk memandang makanan – makan yang sudah kotor itu. Sambil memejamkan matanya perlahan, memikirkan bagaimana nasibnya ke depan.


****


Di sebuah kamar hotel, Sarah dan Deri yang sedari tadi berdebat tidak ada henti kini semuanya terdiam dengan Sarah yang akhirnya kalah oleh keputusan yang Deri buat secara tiba – tiba.


“Aku tidak paham dengan apa yang kamu pikirkan Deri,” ucap sarah yang sepertinya sudah habis tenaga untuk berdebat dengan pria dingin ini.


“Kita jauh – jauh dari USA ke sini, dan kamu tiba – tiba bilang, ingin berkunjung ke Indonesia,”


“Why?” pertanyaan itu lagi – lagi Sarah tanyakan, karena sampai detik ini Deri masih belum mengatakan apa pun tentang alasannya ingin pergi ke Indonesia.


“Dengar Sarah, kamu tidak perlu tahu apa yang aku lakukan di sana, yang jelas aku ke sana adalah salah satu dari bagian misi kita.” Sarah semakin tidak mengerti apa yang di maksud oleh partner kerjanya ini. Apa hubunganya Indonesia dengan misi kasus mereka?


“Oke Fine, terserah dari kamu saja, karena aku hanyalah juniormu, dan kamu berhak memutuskan semuanya seorang diri.” Karena tidak ingin berdebat lagi, akhirnya Sarah memilih untuk meninggalkan kamar hotel Deri begitu saja.


Sedangkan Deri yang melihat Sarah pergi, dengan cepat langsung kembali membuka laptopnya, mencari tahu, tentang akses bertemu dengan Lord Dunia, yang tidak lain, tidak bukan adalah sahabatnya di masa kecil.


“Fin, sebenarnya aku tidak yakin jika kamu mau bertemu aku kembali, dan kamu mau membantuku untuk kasus ini,” Deri terus saja membuka situs tentang biodata sahabatnya itu, dan akhirnya dia harus menghela nafasnya berat.


“Sangat sulit, aku tidak bisa mendapatkan celah apa pun untuk menemuinya, kecuali mungkin aku bertemu dengan Uncle Zein atau Uncle Aiden,” gumam Deri, yang kembali yakin bahwa dia harus siap kembali ke Indonesia, walaupun itu akan membuatnya mengingat masa lalu.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘

__ADS_1


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2