Cassino Kings ( Griffin Struggle )

Cassino Kings ( Griffin Struggle )
Chapter 7


__ADS_3

🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Seperti yang sudah direncanakan, saat ini Griffin dan Kintan telah berada di sebuah markas besar Cassino lawan.


Malam ini, tidak akan pernah dia sia – siakan, sudah berberapa tahun ini dia menyamarkan jati diri, Untuk bisa bertemu dengan ketua dari kelompok Tiger King ini.


“Apakah kamu sudah mendapatkan informasinya?” tanya Griffin berbisik pada Kintan.


Kintan mengedipkan matanya pelan, karena dia tidak ingin membuat orang – orang sekitarnya merasa curiga dengan percakapan mereka.


Baik Griffin maupun Kintan, kini sama – sama diam, sambil menunggu Rival – Rival mereka datang.


**


Setelah menunggu dengan waktu yang sangat lama, saat ini terlihat Griffin, dan beberapa pria lainnya tengah duduk dengan memperhatikan kartu mereka.


Ini adalah sebuah permainan Blackjack yang sangat digemari oleh orang – orang kalangan atas seperti mereka.


Saat ini, Griffin tengah mempelajari nilai – nilai kartunya. Karena sistem Pelajari nilai kartu dalam permainan Blackjack ini sangatlah pengting masing – masing dari mereka mempunyai kartu yang memiliki nilai masing-masing.


Griffin melakukan hal ini, karena di dalam setiap cara ini selalu digunakan untuk mengalahkan Dealer (Bandar) dan juga mencegah kartunya terbakar Di mana dia wajib memiliki jumlah 22 atau lebih.


“Menarik,” gumam Kintan, yang sudah bisa menebak isi kartu dari bosnya itu.


Griffin yang baru saja mengambil pilihanya, sudah bisa menebak bahwa dirinyalah yang akan menang kali ini.


“17”


“23”


“18”


“21”


Nilai – nilai kartupun mulai dibacakan, dan lagi – lagi permainan ini dimenangkan oleh Griffin.


Hingga sampai permainan ke delapan, Griffin tetaplah menjadi seorang pemenang, sampai membuat lawan – lawannya marah dan langsung menyiramkan air keras ke arah Griffin.

__ADS_1


“Aarrggghhhhh,” suara jeritan seorang pria, yang wajahnya kini mulai terasa panas, akibat air keras yang di siramkan ke wajahnya.


“Kintan,” tegur Griffin, di saat melihat bahwa anak buahnya itu malah mengorbankan orang lain.


Kintan yang tersenyum, langsung pura – pura terkejut ketika Griffin menegurnya, “Ahh, maafkan aku Tuan, apakah ini perih?” Kintan berpura – pura panik, dan segera mengelap wajah pria itu dengan sebuah kain yang sudah lebih dulu dia basahkan dengan cairan soda api.


“Aarrgghhhhhh,” jerit pria itu lagi, dan semakin merasakan sakit yang teramat di wajahnya.


Dan di saat Kintan tengah menjalankan aksinya, terlihat musuh yang tadi ingin menyiram Griffin dengan air keras, kini mulai kembali menyerang Kintan dengan sebuah pisau.


“Menunduklah Kintan,” lirih Griffin dengan pelan, dan dengan segera dia mengambil sebuah samurai yang sedari tadi dipegang oleh beberapa penjaga di sana.


Jleeebbbbb, dengan sekali lemparan, Griffin berhasil menusuk mata pria itu dan bahkan membuat mayatnya menempel di dinding bersamaan dengan samurai itu.


Wanita – wanita pellaccur yang berada di sana, sontak langsung ketakutan, melihat aksi Griffin yang baru saja terjadi.


Termasuk pria – pria yang tadi menjadi lawannya kini juga ikut terdiam, karena tidak ingin bernasib sama dengan pria yang baru saja mati itu.


Griffin yang terlanjur mengeluarkan kekuataanya, kini merasa sangat malas ketika dirinya menjadi pusat perhatian dari sekelilingnya.


Dengan cepat dia langsung memeluk tubuh Kintan, mendekatkan tubuh wanita itu agar menyatu denganya, “Fin,” panggilan itu dikhususkan untuk Kintan, ketika mereka sedang berada di luar.


Griffin tersenyum, lalu mencium bibir Kintan dengan begitu lembut, dengan tangannya yang mulai meraba lekukan tubuh hingga mereemass boking Kintan dengan keras.


Perbuatannya dengan Kintan, memang sengaja dia lakukan, untuk menghindari tatapan lawan ke arah pergerakaanya.


Pisau kecil yang memang dia dapatkan di paha atas milik Kintan, memudahkan dirinya untuk membunuh dalam romance Morena.


Di saat Griffin dan Kintan tengah memperhatikan kedua orang pria yang berada di atas sana, Griffin berusaha menajamkan matanya, untuk melihat, mana pria yang mempunyai tato harimau di lengannya, karena menurut informasi yang dia dapatkan, pembunuh orang tuanya itu mempunyai sebuah tanda tato harimau di lengannya.


“Kintan, apakah kamu melihatnya?” Tanya Griffin pada anak buahnya itu.


Kintan menggelengkan kepalanya pelan, karena penerangan cahaya yang sangat kurang, terlebih lagi kedua pria itu sedang menggunakan lengan sepanjang siku, membuat Kintan tidak bisa mendapatkan sosok pembunuh itu.


“Oh, jadi kamu adalah anak yang ingin bertemu dengan pemilik Cassino Tiger King ini,?” tanya pria paruh baya, yang dipikir Griffin adalah sosok pria yang dia cari, namun sepertinya bukan.


“Ya, saya ingin menjadi anak didik dari beliau,” jawab Griffin, singkat, padat dan jelas.


Pria itu kembali menganggukkan kepalanya pelan, karena merasa tertantang dengan sosok anak muda yang berada di depannya ini.

__ADS_1


“Sayang sekali, beliau tidak ingin bertemu denganmu anak muda,” sahut Pria itu, seakan -akan dirinya sudah lebih dulu mengetahui apa yang akan dikatakan oleh pemimpinnya.


Mendapatkan jawaban itu, Griffin langsung mengepalkan tangannya, menahan emosi yang nyaris memuncak.


Tanpa dia sadari, jika saat ini pria yang sedari tadi ada di atas itu, kembali memperhatikan pegerakannya.


Tap,,tapp,,tap,, perlahan pria paruh baya itu turun dari lantai atas, dan berjalan melangkah mendekat ke arah Griffin dan Kintan. “Sosok yang menarik,” tungkasnya pelan, namun, masih terdengar jelas di telinga Griffin dan Kintan.


“Perkenalkan, nama saya adalah Aditiya, dan saya adalah kaki tangan dari pemimpin Tiger King,” ucapnya dan ingin menyentuh pundak Griffin.


Kreettekkkk,braaaakkkk, dengan gerakan cepat, Griffin langsung mematahkan tangan pria itu, dan membantingnya ke atas meja, membuat Aditiya harus terjatuh bersamaan dengan pecahnya meja kaca itu.


Ckreeekkk,ckreekkk,,ckreeekk,ssreeng,,sreeenggg.


Suara kekeran dari beberapa pistol, dan juga suara samurai yang bergesekan dengan sarungnya.


Semua pengawal, penjaga yang berada di sini saat ini sedang mengitari pergerakan Kintan dan Griffin.


“Tan,” dia mengeluarkan kode kepada Kintan, yang merupakan wanita andalannya.


Dengan nafas yang berat, Kintan harus mengikuti perintah dari atasannya ini.


“Selalu saja dia yang memulai, dan akhirnya harus aku yang menyelesaikannya, untung aku mencintainya, kalau tidak sudah aku buang dia ke laut,” batinnya yang kerap kali dimasukan ke situasi sulit oleh bosnya ini.


Beruntung, Griffin adalah sosok jelmaan dari mendiang Lucas, dia benar – benar berlatih untuk bergerak dengan mata yang tertutup, sehingga jika bisa dikatakan, Griffin adalah sosok yang paling ditakuti oleh saat ini.


Namun, karena misinya yang sedang mencari pembunuh dari orang tuanya, maka identitasnya masih belum dibongkar.


Terlebih lagi Arvan hanya mengenalkannya sebagai Lord dalam dunia bisnis, bukan pengganti Aiden yang merupakan Raja Mafia.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘

__ADS_1


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2